Arti SAHABAT….

Setiap ada kesedihan, kesulitan dan kita ingin mencurahkan perasaan sedih, biasanya kita pergi ke teman yang sudah dianggap dekat. Kita datang dengan segudang cerita berharap teman kita bisa membantu dan mau mendengarkan curahan hati yang sedang lara dan mendapat respon yang bisa menenangkan hati. Namun sungguh disayangkan, terkadang kita mengunjungi teman/sahabat ketika kita memiliki keperluan tertentu saja. Padahal kita sangat berharap semoga pertemanan kita dengan orang lain semakin dalam dan kokoh. 

Sayang seringkali kita kurang menghargai arti pertemanan. Padahal, sobat tahu, dimanapun kita butuh teman. Dalam dunia bisnis kita sering mendengar istilah kolega dan relasi. Contohnya ada seorang kawan saya seorang programmer. Dia suka diminta membuat dan membantu menyelesaikan program skripsi teman-temannya. Karena pertemanannya luas, maka dia mudah mendapatkan client. Tanpa promosi, cukup teman-temannya yang menjadi ‘agen iklan’nya. Selain itu, kawan saya ini juga punya hubungan dekat dengan para web master. Berkat pertemanannya itu ia sering mendapatkan order membuat program dengan mudah.

 

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَنْ سَرَّهُ اَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ اَوْ يُنْسَأَ فِى اَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ. مسلم

 

Dari Anas bin Malik, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rezqinya atau dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung kerabatnya”. (HR. Muslim)

Nah, kita bisa lihat kan satu sisi pentingnya berteman. Dan masih banyak lagi sisi-sisi positif dari sebuah pertemanan. Maka arti teman atau sahabat adalah sebuah asset yang sangat mahal. Sahabat merupakan bagian dari kehidupan kita, yang sangat penting. Mau sekolah, mau belajar, mau belanja, mau kerja, bahkan mau nikah aja kita bisa memerlukan teman/sahabat. Tidak sedikit orang yang menikah berkat dari pertolongan teman, dikenalkan kemudian berjodoh dan menikah dan tidak sedikit pula orang yang mendapatkan pekerjaan karena bantuan dari teman. Namun tidak sedikit pula loh, berkat teman juga kita bisa terjerumus dalam hal-hal yang negative, so kita harus pandai-pandai mencari teman… karena kita berteman dengan yang sholeh, kita sedikit banyak akan terbawa sholeh loh..

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اَلرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ. فَلْيَنْظُرْ اَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ. ابو داود و الترمذى

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda, “Orang itu tergantung agama (akhlaq) teman dekatnya. Maka hendaklah seseorang diantara kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Tapi tentu saja sebuah pertemanan perlu mendapat perawatan. Seperti halnya dengan sebuah barang antik  yang perlu perawatan, pertemanan pun harus mendapatkan perwatan. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga pertemanan itu. Mulai dari saling berkunjung, kirim sms meskipun hanya sekedar say hi, atau bisa lewat media internet lainnya, chating facebook email dll. Merawat hubungan pertemanan sebetulnya gampang apalagi dengan teknologi yang sudah canggih, hanya dengan sms  “aku rindu ngaji bareng kamu sobat” itu akan memberikan makna yang cukup dalam. Namun terkadang kita sering mengabaikan hal-hal kecil seperti itu.

Mengabaikan pertemanan, apalagi sampai merusaknya sama dengan menghancurkan aset kehidupan kita. Lucu saja, kita mengaku berteman pada seseorang tapi sama sekali tak pernah memberi perhatian padanya. Jangankan berkunjung, berkirim sms atau menelepon saja tak pernah. Apalagi saat teman kita dilanda kesusahan. Manusia itu lebih ingat pada orang-orang yang menolongnya di saat susah, ketimbang yang datang di saat gembira. Bila kita ingin menjadi teman sejati, banyaklah memberi perhatian terutama di saat susahnya. Dan begitu pula sebaliknya, kita harus mau berteman tidak hanya teman sedang Berjaya, tapi ketika susahpun kita harus siap untuk menjadi tempat untuk berbagi.

عَنْ بُرَيْدَةَ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: اِنَّ فِى اْلجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظَوَاهِرُهَا مِنْ بَوَاطِنِهَا، وَ بَوَاطِنُهَا مِنْ ظَوَاهِرِهَا اَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُتَحَابِّيْنَ فِيْهِ وَ اْلمُتَزَاوِرِيْنَ فِيْهِ وَ اْلمُتَبَاذِلِيْنَ فِيْهِ. الطبرانى فى الاوسط

 

Dari Buraidah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Di dalam surga ada kamar-kamar yang luarnya terlihat dari dalamnya dan dalamnya terlihat dari luarnya. Allah menyediakannya untuk orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling mengunjungi karena Allah dan saling memberi karena Allah”. (HR. Thabrani)

“Namun, dari semua kebaikan yang kita berikan pada teman-teman kita, landasannya harus keikhlasan. Bahwa pertemanan kita semata dilandasi keimanan, tak mengharapkan pamrih selain kasih sayang dari Allah Swt. Adapun kebaikan yang diberikan teman-teman kita itu adalah ‘bonus’ dari pandainya kita menjaga hubungan kita dengan orang lain.”

Maka, sekarang saatnya kita bertanya pada diri sendiri; apa yang sudah kita lakukan untuk teman-teman kita? Kalau belum, mulailah dari sekarang. Tidak perlu yang besar, cukup perhatian dan kasih sayang.

Berikan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan, ketika kita berperan sebagai anak, jadilah anak yang membanggakan orangtuanya, ketika kita berperan menjadi pegawai maka berikan yang terbaik yang bisa kita berikan kepada perusahaan dan ketika kita menjadi seorang sahabat, berikan pula yang terbaik kepada sahabat. Karena apa yang kita berikan akan kembali kepada diri kita sendiri. Semoga bermanfaat.
–irM@–

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *