MEWASPADAI PERSELINGKUHAN

Islam memandang selingkuh sebagai perbuatan zina. Allah Swt. sangat membenci zina. Jangankan melakukannya, mendekatinya saja tidak boleh. (Q.S. Al-Israa [17]: 32) Islam pun tidak mentoleransi perbuatan zina sedikit pun. Hal ini terlihat dari beratnya sanksi yang diberikan kepada pelakunya (Q.S. An-Nuur [24]: 2). Oleh karena itu, selingkuh adalah perbuatan yang benar-benar harus dihindari. Beberapa cara untuk menghindari perselingkuhan adalah sebagai berikut.

1. Mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Suatu perbuatan akan terjadi jika ada peluang dan kemampuan. Keduanya hanya bisa dihalangi oleh kuatnya komitmen agama. Komitmen inilah yang membuat Nabi Yusuf mampu menghindari perselingkuhan dengan Zulaikha. Nabi Yusuf benar-benar mendapatkan kesempatan langka, namun dia tidak tergoda (Q.S. Yusuf [12]: 23). Komitmen spiritual akan membuat seseorang tunduk pada kebenaran dan mampu berakhlak mulia. Pandangan, ucapan, serta pergaulannya akan senantiasa terjaga.

2. Membangun keharmonisan keluarga
Pernikahan akan senantiasa dinamis andai suami istri memiliki komitmen untuk memenuhi hak dan kewajibannya sebaik mungkin. Suami berkomitmen untuk menjadi kepala rumah tangga terbaik. Begitu juga istri, berkomitmen menjadi ratu dalam rumah tangga. Ketika fungsi-fungsi ini tidak berjalan, akan lahir ketimpangan dan penyelewengan.

3. Membangun komunikasi yang sehati
Suami-istri perlu membiasakan suasana komunikasi yang enak dan berdasar musyawarah. Suasana dialogis perlu dikembangkan untuk menjaga keharmonisan, melahirkan keterbukaan, mampu mendeteksi perubahan sikap, serta mengetahui keadaan pasangan.

4. Selesakan masalah sejak dini
Jangan menyepelekan masalah yang timbul, termasuk masalah yang kita anggap kecil. Sebab, perselingkuhan sering berawal dari masalah-masalah sepele. Maka, berhati-hatilah ketika pasangan marah-marah melihat salah satu kebiasaan kita. Atau, dia mengatakan bosan. Segera cari solusi terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak.

5. Jadilah pasangan yang saling dibutuhkan
Setiap pasangan harus mampu memberikan servis memuaskan bagi pasangannya. Sehingga, dia tidak mencari kepuasan di luar rumah. Suami atau istri haru menjadi tempat berlari bagi pasangannya ketika didera masalah. Dia hadir, membantu, dan menenteramkan, bukan malah menambah masalah.

6. Bersikap bijak dan tepat
Sikapi dengan bijak dan tepat bila mengetahui adanya gejala-gejala perselingkuhan. Caranya (1) kembalikan semua masalah kepada aturan Allah dan Rasulnya (2) tiap pasangan melakukan koreksi diri dan saling mengingatkan untuk menemukan dan menilai kesalahan yang telah terjadi.

7. Bergaul dengan orang-orang yang saleh
Untuk mengantisipasi ajakan teman melakukan perbuatan haram ini, kita harus mencari teman baik. Teman yang mampu memberikan nilai kebaikan selama kita bersamanya. “Allah berfirman, dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaing dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan jangalah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Q.S. Al-Kahfi [18]: 28)

8. Kontrol emosi
Jika marah, jangan sampai meluapkannya dengan membabi buta, harus saling mengingatkan. Dalam hubungan yang sehat, kedua belah pihak akan segera melupakan kemarahan dan kembali pada kebaikan dan kasih sayang.

9. Saling percaya
Setiap pasangan harus saling percaya sehingga ketika melalui masa-masa sulit dalam kehidupan berumah tangga, tidak akan lahir prasangka yang buruk dan kehidupan akan tetap stabil. Level kepercayaan semacam ini merupakan esensi dari sebuah hubungan yang sehat.

10. Seksualitas
Salah satu faktor yang menyebabkan perselingkuhan di kota besar adalah hubungan intim suami-istri yang tidak harmonis. Untuk mengatasinya, setiap pasangan harus banyak berkomunikasi untuk memecahkan permasalahan tentang seksualitas

Selain sepuluh poin tersebut ada satu poin yang tak kalah penting, bahkan menjadi pondasi semuanya. Yaitu, selalu berdoa kepada Allah agar Anda berdua mendapatkan petunjuk dari-Nya. Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda, “Doa adalah senjata orang beriman.”

Betapa banyak orang yang watak, sifat, dan karakternya berubah sebagai akibat dari yang dipanjatkan secara tulus. Betapa banyak hati yang tadinya keras menjadi lunak akibat doa, betapa banyak orang rusak yang bertobat dan lurus akibat doa. Sebab, “Dia-lah membolak-balik hati manusia.”

Wallaahu a’lam.

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *