Kemerdekaan Indonesia Milik Siapa?

Di tengah semarak perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus, mari kita merenung sejenak untuk memahami makna kemerdekaan yang sesungguhnya bagi seorang muslim. Kita tentunya sering mendengar istilah yang terkait dengan kemerdekaan atau kebebasan misalnya “Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa”, “Manusia memiliki hak dasar hidup yang sama”, “Kebebasaan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain”, dan lain sebagainya. Lalu apa sebenarnya makna kemerdekaan itu, benarkah kita memiliki kemerdekan?

Jangankan kemerdekaan segala isi bumi adalah milik Allah. Kita yang mengaku bangsanya hanya ‘ketitipan’ kemerdekaan negara Indonesia hanya sampai napas berhenti.

Tak satupun jaminan bahwa ketika kita sudah mati kemerdekaan masih berdiri di atas tanang air Indonesia tercinta. Siapa lagi yang meneruskannya dan paling penting meridhoi semuanya selain Allah Azza wa Jalla, sampai sini sebaiknya ucapkan Alhamdulillah.

Sejarah banyak mencatat bahwa sebelum kemerdekaan rakyat Indonesia di jajah hampir 350 tahun. Tanah Islam yang dijanjikan Allah selalu penuh kekayaan alam memang menjadi magnet negara barat dalam kasus ini Belanda.

350 adalah angka yang besar bila disandingkan dengan tahun. Dengan rata-rata umat Muhammad berumur 60 tahun terbayang ada berapa banyak generasi hilang dalam tahun tersebut. Namun ini peperangan! Banyaknya adalah orang-orang mati di bunuh bahkan sebelum angka tersebut. Lalu Allah menuliskan satu tahun, tak bisa tahun lain. Yaitu tahun 1945, Dan Kun!

Sepanjang tahun 1945 sebuah takdir tak bisa dihindari membuka peluang Indonesia meraih kemerdekaannya. Perang Asia Timur Raya mendekati tahap akhir setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom di Hirosima tanggal 6 Agustus 1945, disusul kemudian pemboman terhadap Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945.

Tak terelakkan lagi bahwa Jepang akan segera menyerah keadaan ini ditunjang dengan pernyataan Uni Soviet mengumumkan perang terhadap Jepang 8 Agustus 1945, Jelas Jepang akan menyerah ditandai dengan dikeluarkannya keputusan pemerintah kemaharajaan Jepang yang salah satu isinya dalah Jepang menjanjikan Kemerdekaan Indonesia.

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘jadilah!’ maka terjadilah ia” [Yaasiin 36:82]

Penderitaan 350 tahun itu akhirnya akan segera dibayar tuntas. Oleh sekitar 21 tokoh yang ikut berperan salah satunya Soekarno tentu. Antara Jakarta dan Rengasdengklok, diantara banyak pertemuan dan penculikkan, dan diantara keyakinan dan keyakinan yang semakin teguh akhirnya memang harus tanggal 17 Negara Indonesia merdeka mengapa?

Setelah Bung Karno duduk. Dengan suara rendah ia mulai berbicara; “Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di Saigon, saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17. Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16 ? tanya Sukarni. Saya seorang yang percaya pada mistik.

Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci.

Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci. Al-Qur’an diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia “. Demikianlah antara lain dialog antara Bung Karno dengan para pemuda di Rengasdengklok sebagaimana ditulis Lasmidjah Hardi ( 1984:61 ).

Benar saja memang ada campur tangan Allah hingga detil ke tanggal dan hari kemerdekaan. Bila memang kita merasa dititipi kemerdekaan mari isi setiap detik hidup kita untuk menghasilkan hal yang manfaat bagi tanah air yang kita cintai ini.

Karena terdapat banyak sekali unsur-unsur Islami dalam menentukan tanggal kemerdekaan, rasanya tak adil bila kita tidak mengucapkan Syukur terhadap Allah atas kemerdekaan yang kita rasakan. Berikut adalah beberapa sejarah yang hanya bisa ditulis manusia untuk menggambarkan keadaan saat proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Tepat pukul 10.00 Hari Jum’at 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 58 Jakarta dibacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno didampingi Moh. Hatta serta dihadiri oleh 1.000 orang terdiri dari para pimpinan bangsa, kelompok pemuda dan rakyat pejuang yang mengetahui peristiwa tersebut, sebuah teks dibacakan. Teks autentik yang diketik tak lebih dari 5 garis yang akhirnya menjadi garis awal Indonesia merdeka.

        PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan
Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., di-
selenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang se-
singkat-singkatnja.

    
                Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
                Atas nama bangsa Indonesia..
                     Soekarno/Hatta.

Bagi kita sebagai bagian dari umat Islam dunia dan sebagai warga negara dari sebuah negeri yang konon ‘sangat’ dirahmati dalam segala hal. Termasuk kekayaan alam yang melimpah ruah.

So what’s next?

Siapkan dirimu ..usahalah menjadi generasi Islam terbaik!

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat bodoh” (QS.Al-Ahzab 72)

Team Homepi
-Perciman iman-

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *