Jika Aku Menjadi…

Saat ini sedang hit kampanye dimana-mana para calon pemimpin rakyat berlomba-lomba mengambil simpati hati rakyat, agar suara yang didapat semakin banyak dan kesempatan untuk menangpun semakin besar. Beragam cara dilakukan untuk mengambil simpati rakyat, ada yang rela mengeluarkan uang yang tak sedikit hanya untuk dibagi-bagi kan kepada rakyat yang saat itu sedang ikut bersuara, bukan lagi jutaan rupiah bahkan milyar pun tak segan dikeluarkannya.

Ada lagi untuk mengambil simpati rakyatnya para calon pemimpin itu datang ke tempat-tempat terpencil sekalipun, hanya untuk mengenalkan partainya, dan masih banyak lagi cara-cara yang dilakukan oleh para calon pemimpin itu.

Salahkah yang dilakukan para pemimpin dalam memperkenalkan partai-partai mereka dengan cara-cara yang sudah dilakukan?

Saya rasa anda sudah bisa menilainya sendiri…

Ketika para pemimpin berkampanye, mereka memberikan janji-janji yang sangat menggiurkan rakyat, seperti akan mensejahterakan rakyat, mengurangi pengangguran, mengurangi tingkat kemacetan, mengatasi persoalan banjir, pendidikan bagi semua kalangan, jaminan kesehatan, dll. Tapi niat baik itu semua akan dilakukan dengan syarat “JIKA AKU TERPLIH” maka bagaimana jika tidak terpilih? Ya gak jadi?

Sekarang apakah ketika kita akan melaksanakan ibadah seperti beramal, berbuat baik kepada orang tua, tetangga, teman, menjadi orang dermawan dan perbuatan baik lainnya apakah harus ada kata “JIKA KELAK SAYA SHOLEH maka…” sedangkan untuk menjadi orang sholeh itu harus ada usaha yang dilakukan agar terbentuk pribadi yang sholeh?

Dimulai dari hal yang kecil, berbuat baik kepada diri sendiri dahulu dengan cara mendisiplinkan kewajiban-kewajiban dalam ibadah, lalu mulai kepada orang lain dst hingga terbentuk pribadi yang sholeh… Dengan begitu orangpun akan percaya bahwa si A itu sholeh dengan melihatnya dari cara berbicara, bersikap, beribadah dll.

Nah, sekarang bagaimana dengan SAYA PEMIMPIN YANG BAIK?

Ketika mendengar laporan dana kampanye, subhanallah.. Hingga ratusan milyar dikeluarkan, ternyata orang Indonesia itu kaya-kaya yah… Subhanllah…  Inilah kampanye ala Indonesia 🙂

Masih banyak pemimpin yang jujur, dan benar-benar memiliki niat baik dalam pencalonan dirinya bertekad untuk membenahi bangsa ini, meskipun tak sedikit pula yang hanya untuk kepentingan pribadi, dan terkadang orang yang tulus dan baik tak bisa berbuat apa-apa ketika “sistem politik” mengenndalikannya, namun bukan berarti kita harus GOLPUT dalam pemilihan ini hanya tinggal bagaimana caranya agar kita cerdas dalam memilih pemimpin.

Terplih ataupun tidak terpilih jangan sampai mengurungkan niat baik kita dalam memperbaiki bangsa Indonesia tercinta ini, baik kita selaku pemilih ataupun yang dipilih tak usah ada syarat “JIKA” dalam beramal baik. 🙂

 

iRm@

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *