Topeng Kemunafikan

Kalau berkata bohong, jika dipercaya mengkhianati, jika berjanji tidak ditepati. rasanya, tiga ciri kemunafikan itu sudah kita hafal sejak kita duduk dibangku sekolah dasar.

Nifaq merupakan salah satu sifat tercela dalam Islam. Orang yang melakukan nifaq disebut munafik. Ciri-ciri orang munafik bisa kita ketahui dari hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Muhammad SAW, ”Jika berbicara selalu berdusta, jika berjanji selalu ingkar, dan jika dipercaya selalu berkhianat.” (HR Bukhori).

Dalam hadis lain Abdullah bin Umar Ra berkata bahwa Nabi SAW bersabda, 

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَ مَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا. اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ، وَ اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ اِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَ اِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Dari Abdullah bin ‘Amr bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Ada empat hal barangsiapa yang empat hal itu ada padanya maka ia adalah orang munafiq yang sebenarnya. Dan barangsiapa ada padanya satu bagian dari yang empat hal itu berarti ada padanya satu bagian dari kemunafiqan sehingga ia meninggalkannya, yaitu : 1. Apabila diberi amanat ia khianat, 2. Apabila berbicara ia berdusta, 3. Apabila berjanji menyelisihi dan 4. Apabila bertengkar ia curang”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 14]

Ada dua jenis orang munafik.

Pertama adalah orang munafik yang mengaku Muslim, tetapi tidak memiliki keimanan atas dasar Islam. Orang seperti ini bisa menipu orang lain karena dari luar tampaknya seperti seorang Muslim, seperti mempunyai nama berbau Muslim tetapi tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka ini lebih buruk daripada orang kafir dan layak mendapat siksa yang pedih. Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong bagi mereka.” (QS An Nisaa [4]: 145).

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Sifat topeng melekat pada dirinya, ketika bertemu dengan lingkungan orang shaleh maka akan berpura sama. Tapi sebaliknya ketika ketemu teman-teman yang menyimpang, ia juga mengaku bahwa ia adalah sama. Naudzubillah.

Tipe kedua adalah orang yang dalam hatinya mengaku Islam, tetapi tidak melaksanakan akhlak-akhlak utama dalam Islam. Orang seperti ini tidak digambarkan seperti orang kafir, tetapi sebagai orang fasik. Orang ini bisa masuk surga setelah menerima siksa pedih di akhirat.

Ngaku berimana hanya dibibir dan tampilan saja, tetapi akhlak dan pedoman hidup seolah jauh dari Al Qur’an dan Sunnah. Kebohongan satu pasti akan disusul kebohongan berikutnya. Mungkin didunia dia tidak terlihat aibnya karena dia berhasil menutupi, tapi ingatlah bahwa Allah akan membuka aib baik dan buruk, semuanya di akherat nanti.

Beberapa Tabi’in pernah membicarakan sifat munafik dan keinginan untuk menjauhinya. Ibrahim Tamini (wafat 92 H) yang bersahabat dengan beberapa sahabat Nabi SAW berkata, ”Setiap aku membandingkan ucapanku dengan perbuatanku, aku takut jika aku digolongkan sebagai seorang munafik, karena ada ucapanku yang berbeda dengan perbuatanku.”

Ibnu Abi Mulaikah (wafat 117 H) berkata, ”Aku bertemu dan berteman dengan 30 sahabat besar Nabi SAW yang selalu merasa ketakutan bila digolongkan sebagai munafik. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang menyombongkan keimanan dan kesalehannya ataupun membual.”

Dengan demikian, orang yang betul-betul beriman akan selalu takut menjadi seorang munafik karena berbuat sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dikatakan atau diyakininya.

Salah satu penyebab utama munculnya kemunafikan adalah KERAGUAN akan Islam. Dengan keraguan maka tidak akan pernah muncul kesungguhan dalam menjalankan Islam. Yang ada hanya sifat topeng dan juga sifat yang hanya mau melaksanakan hal yang menguntungkan saja.

مَا كَانَ اللهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلى مَا اَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتّى يَمِيْزَ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيّبِ، وَمَا كَانَ اللهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَ لكِنَّ اللهَ يَجْتَبِيْ مِنْ رُّسُلِه مَّنْ يَشَآءُ فَامِنُوْا بِاللهِ وَ رُسُلِه وَ اِنْ تُؤْمِنُوْا وَ تَتَّقُوْا فَلَكُمْ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mu’min). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya diantara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan jika kamu beriman dan bertaqwa, maka bagimu pahala yang besar. [QS. Ali Imran : 179]

Mari lekas hilangkan bibit-bibit kemunafikan, mari kita jauhi hal-hal yang menimbulkan kemunafikan.

اِنَّ اْلمنُفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ اْلاَسْفَلِ مِنَ النَّارِ، وَ لَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًا

Sesungguhnya orang-orang munafiq itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. [QS. An-Nisaa’ : 145]

 
Wallahu a’lam.

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *