Jagalah Shalat

Orang yang Lalai dalam Shalat

“Duh! kog dah adzan lagi sih…padahal kerjaan sedang tanggung…”
“Yah adzan subuh ? Padahal bigmatch nya lagi seru nih! Nanti saja shalatnya kalau bola sudah selesai ah. Tapi waktu shalatnya nanti keburu habis?! Tunggu iklan saja deh kalau begitu, shalatnya juga harus cepat nih.”

SHALAT merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Meninggalkannya akan membawa malapetaka bagi dirinya. Baik itu di dunia maupun di akhirat. Maka, sudah selayaknya jangan berani-berani kita meninggalkan kewajiban yang satu ini. Sebab, apa yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya sudah pasti akan terjadi.

Banyak orang yang melaksanakan shalat. Namun, tak sedikit pula orang “lalai” dalam menjalankan shalatnya. Banyak orang shalat yang hanya untuk menggugurkan kewajiban saja, tanpa melihat sisi baik lainnya dari mengerjakan shalat.

Khusyu’ pun jauh untuk didapatkan, karena hati dan pikiran menomor 13 khan apa yang sedang dikerjakan. Tak ada kesan fresh sehabis shalat, bahkan makin melemas dan mungkin lupa sudah rekaat keberapa sehingga tak ada daya untuk bangkit semangat dari ruku dan sujud.

Bacaan shalat meluncur deras tanpa teringat apa yang terbaca, padahal shalatpun belum usai. Menggerutu dalam jamaah, dibarengi malas dalam menggerakkan badan untuk menggenapkan rukun-rukun shalat.

Ketahuilah Sobat bahwa orang-orang tersebut di atas termasuk jenis orang yang melalaikan shalatnya. Perhatikanlah firman Allah Swt,

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ – الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5)

Sahabat Percikan Iman, Beliau Al-Haafidz Ibnu Katsir telah membahas perihal ini. Yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah:

  1. Orang tersebut menunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu yang terakhir.
  2. Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Swt dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
  3. Orang tersebut tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan shalat.
    Dan siapa saja yang memiliki salah satu dari ketiga sifat tersebut maka ia termasuk bagian dari ayat ini (yakni termasuk orang-orang yang lalai dalam shalatnya).

Lalai yang diperturutkan, keengganan yang terus dilanjutkan bisa membuat menjadi lalai mutlak. Alias meninggalkan sama sekali kegiatan shalat, bahkan dengan sadar sengaja (naudzubillah). Walaupun eKTPnya masih Islam, maka Allah Swt sudah berikan garis yang amat jelas :

Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat secara keseluruhan hukumnya kafir keluar dari Islam, berdasarkan sabda Nabi SAW:

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah)

Semoga Kita tidak termasuk orang-orang yang celaka, dikarena MELALAIKAN Shalat….

‘Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa ‘Alaa Tho’atika’…

“Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim)

Doa SABAR & Teguh PENDIRIAN
Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa..

Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami & teguhkanlah pendirian kami …(QS.2: 250).

 

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

There are 1 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *