aam-masjid-tsm

Tanda Cinta kepada Allah

Sahabat Percikan Iman, Seringkali orang mengatakan bahwa kita harus mencintai Allah diatas segalanya. Tetapi apakah cinta yang dimaksud? Cinta itu memang abstrak maka dari itu kita harus mempunyai ukuran dan bukti cinta.

Sehingga kita nanti benar-benar tergolong mencintai Allah Swt. Berikut ini adalah : Tanda Tanda Cinta kepada Allah :

1. RASA RINDU. Rindu untuk ingin segera bertemu dg Allah, buktinya ketika ada panggilan sholat kita bersegera untuk memenuhi panggilan itu
.
Saat Allah memanggil kita dengan panggilan adzan maka bersegeralah kita untuk sholat. (QS.Al Baqarah:45-46)
.
Puncak kerinduan pada Allah, pada saat meninggal akan merasa ingin cepat-cepat di kuburkan seperti yang telah di sebutkan dalam (HR.Bukhari Bab ilmu).

2. Nikmat BERDOA (atau berkomunikasi dengan Allah)
.
Ada dua hal yang di contohkan dalam (QS. AsSajdah: 16) bahwa bentuk ciri kecintaan pada Allah adalah gemar meninggalkan tempat tidurnya saat orang-orang sedang tertidur lelap dan juga mampu memerangi sifat kikirnya dengan cara menginfaq-kan hartanya di jalan Allah. Itulah bukti-bukti ekspresi cinta kita kepada Allah.

3. SELALU BERSYUKUR
Tanda cinta adalah terimakasih. Maka wujud cinta kepada Allah adalah berterimakasih atas segala nikmat-nikmatnya yang telah Allah berikan kepada kita dengan banyak-banyak mengucapkan Alhamdulillaah dan menunaikan nikmat sesuai jalan Allah. (QS Luqman:12)
.
Allah berikan kepada kita hikmah (ilmu), jika kita bersyukur kepada Allah sesungguhnya itu akan kembali kepada diri kita sendiri
.
Contoh untuk datang ke majlis ilmu, Allah memberikan tiga kenikmatan yaitu nikmat umur, nikmat sehat dan nikmat hidayah. Sehingga dengan nikmat hidayah itu, hati kita tergerak untuk hadir ke majlis ilmu itu. Maka ucapan yang harus sering kita ucapkan adalah Alhamdulillaah. (QS.Al Baqarah: 152).

4. Selalu BERSABAR atas apa yang Allah berikan.
Ciri bahwa kita mencintai Allah adalah ketika diberi ujian apapun diterima dengan keikhlasan karena begitulah cara Allah menguji hamba-hamba-NYA. (QS. Al Anbiya: 35). Allah selalu menguji dengan kebaikan dan keburukan dan tidak bisa memilih ujian yang diinginkan. Ketika kita ikhlas menerima ujian, itulah ciri bahwa kita mencintai Allah.

Seperti Nabi Ayub AS yang pernah diuji penyakit dan kemiskinan, Nabi Nuh AS yang diuji dengan ketidak sholehan anak dan istrinya, Siti Asiah yang diuji dengan suaminya Fir’aun dan ada pula keluarga Imran yang di uji dengan hikmah kebaikan

Pada dasarnya hidup adalah ujian, maka orang yang sangat cinta kepada Allah, ia akan menikmati setiap ujian yang di berikan kepadanya. (QS. Al Baqarah: 155). Kita di uji Allah dengan ketakutan, kelaparan, makna dari kelaparan di sini adalah bisa mengandung arti benar-benar tidak ada makanan atau ada makanan tetapi tidak di perbolehkan memakannya di karenakan sakit yang di deritanya. Ataupun di uji dengan keluarga, pekerjaan, jabatan,kehilangan orang yang di cintai. Kemudian Allah memberikan kabar gembira karena kita bersabar. Karena orang yang bersabar yakin bahwa semuanya dari Allah dan akan kembali kepada-NYA pula

Sabar itu sangatlah sulit maka tugas kita adalah membina, melatih diri agar bisa mempunyai sifat sabar dan ayat ini memotivasi diri untuk bisa bersabar karena sabar itu memerlukan sesuatu yang menguatkan (QS. Ali Imran: 200)

Ketika hadir di majlis ta’lim disitu ada nasehat, ada firman Allah yang dibahas ataupun mendapat nasehat dari saudaranya bahwa ternyata lebih terpuruk dari kondisinya. Maka dari itu dalam (QS Al Asr: 1-3) kita wajib saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

mpi-24-feb-19-aam-tsm

5. Mengutamakan apa yang di cintai (di sukai) Allah.
Contoh, kita tidak dilarang untuk menyukai sinetron atau tayangan bola namun panggilan Allah untuk mengerjakan adalah sholat lebih utama dari nonton bola atau sinetron. Dan ini bukan berarti kita tidak boleh mencintai dunia, akan tetapi janganlah kecintaan kepada dunia melalaikan kita untuk beribadah kepada Allah (QS.At Taubah: 24). Seorang sahabat Rasulullah SAW yakni Abdurrahman Bin Auf adalah seorang pengusaha kaya di Madinah dan beliau tetap mengutamakan ibadah kepada Allah dan beramal shalih. Kecintaan kepada Allah lebih beliau utamakan dari banyaknya harta yang di milikinya.

6. Senang (gemar) mempelajari ayat-ayat Allah.
Orang – orang yang mencintai Allah adalah ketika di bacakan ayat-ayat Allah, hatinya bergetar karena ia senang mempelajari ayat-ayat Allah dan senang mendengar nasehat Allah yang tertulis dalam Al Qur’an. (QS. Al Anfal: 2-4) dan (QS Az Zumar: 18)

7. Gemar bertaubat.
Ciri orang yang cinta kepada Allah adalah sering terucap di lisannya kata-kata maaf, istighfar. Memohon maaf dan memohon ampun kepada Allah. (QS. Qaf: 31-35).
Surga adalah untuk yang bertaqwa karena banyak bertaubat kepada Allah dan berusaha keras menegakkan aturan-aturan Allah yang telah ditetapkan
Wallahu’alam bishshawab.

Resensi Kajian Umum MPI
Ahad Pagi, 24 Februari 2019 dan 03 Maret 2019
Bersama Ust. Dr. Aam Amiruddin, M.Si
di Masjid TSM Bandung

Ditulis oleh Ika Kartika (@kartikamuslimah)

mpi-03-03-2019-aam-tsb-bdg

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *