aam-amiruddin-percikan-iman

Pentingnya MUHASABAH

Sahabat Percikan Iman, Muhasabah atau evaluasi selalu Allah perintahkan di setiap waktu.  Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, makna dari kata tersebut secara etimologis ialah melakukan perhitungan. Di dalam terminilogi syari, makna dari muhasabah ialah sebuah upaya untuk melakukan evaluasi diri terhadap setiap kebaikan dan keburukan beserta semua aspeknya.

Evaluasi tersebut meliputi hubungan seorang hamba (manusia) dengan Allah, maupun hubungan sesama makluk ciptaan Allah seperti dalam kehidupan sosial yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS.Al-Hasyr (59):18).

Seperti yang diterangkan dalam QS Al Hasyr: 18, ayat ini mengandung kata TAQWA di sebutkan dua kali. Sehingga ciri utama orang yg bertaqwa adalah sering mengevaluasi diri atau melakukan perbaikan diri

Tujuannya adalah agar kita bisa lebih baik lagi dari hari-hari sebelumnya sehingga kekurangan diri akan terus diperbaiki dan yg baik hendaknya dipertahankan atau terus dipacu agar bisa lebih baik lagi.

Dengan senantiasa melaksanakan muhasabah, di setiap waktu setiap detik seorang hamba tidak akan menyianyiakan waktu yang telah Allah berikan dalam kehidupannya, di sisa umurnya seoraang hamba akan dengan sebaik-baiknya memanfaatkan waktunya untuk berbuat baik demi meraih keridhaan Allah SWT.

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)

Sahabatku, ada 3 tipe manusia dalam menyikapi waktu

– Siapa yg kualitas kesholehannya hari ini sama dengan hari kemarin, itulah yg TERTIPU waktu

– Siapa yg kualitas kesholehannya hari ini lebih buruk dari hari kemarin,itulah yg TERLAKNAT

– Siapa yg kualitas kesholehannya hari ini jauh lebih baik dari hari sebelumnya, maka itulah yg DIBERKAHI

Sahabat Percikan Iman, tahukah bagaimana cara agar hidup di berkahi Allah?  Silahkan lihat didalam QS. Al Ahqaf: 15

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

Hendaknya do’a dalam surat tsb kita hafalkan dan selalu dibaca dalam do’a sesudah shalat

Semoga dengan terus bermuhasabah atau senantiasa terus mengevaluasi diri, kita akan terus dan terus berubah ke arah yang lebih baik menjadi insan bertaqwa kepada Allah Swt

Sebagaimana sabda Nabi SAW

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)

Maka yang kita harapkan semua adalah berakhir dengan akhir yg baik yaitu husnul khotimah…Aamiin YRA.

Wallahu ‘alam bishshawab.

Sumber :

Resensi Kajian Umum MPI
Ahad 16 Des 2018 dg Ust. Aam Amiruddin di Mesjid Darul Ihsan Telkom

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *