aam-amiruddin-transstudio-masjid

Anatomi dan Unsur AKHLAK

Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat.

Cara membedakan akhlak, moral dan etika yaitu dalam etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolok ukur akal pikiran atau rasio, sedangkan dalam moral dan susila menggunakan tolok ukur norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung dalam masyarakat (adat budaya), sedangkan akhlaq menggunakan ukuran Al Qur’an dan Al Hadis sebagai standar panduan baik dan buruk.

Sahabat Percikan Iman, berikut ini adalah unsur sifat yang menyertai akhlak, yakni :

1. Bawaan.
Unsur bawaan ini bersifat baik dan buruk, dan ini memang telah Allah berikan di saat manusia berada dalam rahim seorang ibu. (QS. Asy Syams: 8)

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Oleh karena itu sifat baik dan buruk ini akan berusaha saling mendominasi dalam diri manusia selama dia hidup.

Disaat ingin dermawan berarti harus meredam sifat kikir,di saat menjadi seorang pemaaf berarti harus berusaha sekuat tenaga untuk meredam sifat pendendam kita, di saat rajin beribadah berarti harus meredam sifat malas.

Sebagai contoh untuk bisa hadir ke majlis ilmu pun perlu perjuangan yang sangat luar biasa karena harus meredam sifat malas yang berada dalam diri kita. Karena manusia mempunyai sifat bawaan maka untuk melakukan suatu kebaikan itu perlu latihan dan pembiasaan karena sifat kebalikan akan selalu melawan dan ingin mengagalkan misi kebaikan yang akan dilakukan

2. Pembiasaan.
Sahabat Percikan Iman, pertamakali yang berperan dalam memunculkan sifat pembiasaan ini adalah kedua orang tua.

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. An-Nisa : 9)

Lingkungan orangtua adalah komunitas yang terdekat untuk membentuk akhlak yang berawal dari rumah. Setelah itu adalah, peranan seorang guru yang melatih sifat pembiasaan ini jika sedang berada di sekolah. Dan ini adalah realitas saat ini.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. Asy Syams: 9-10)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa untuk memunculkan sifat baik adalah perlu pembiasaan oleh karena itu sifat bawaaan dan pembiasaan ini sangat erat kaitannya untuk membangun akhlak yang baik. Pembiasaan ini tidak hanya dalam perilaku namun juga dengan ucapan atau kata-kata yang sering di ucapkan.

Prinsipnya perilaku dan ucapan ini harusnya sejalan beriringan. Pembicaraan dan perilaku haruslah benar karena manusia itu di bentuk dengan kata-kata atau ucapan yang selalu di ulang-ulang. (QS. Al Ankabut: 69).

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Arti jihad dalam ayat itu adalah kesungguh-sungguhan.Sebagai contoh untuk bisa melaksanakan shalat Tahajjud, bangun jam tiga pagi itu perlu kesungguhan tidak bisa dengan usaha asal-asalan.

3. Keteladanan.
Adanya sifat dari akhlak tercela ataupun akhlak mulia itu selalu dimulai dari keteladanan. Akhlak mulia dan akhlak tercela ini terbentuk dari pembiasaan dan keteladanan dari orang-orang terdekat kita, jika di rumah ada kedua orangtua dan di sekolah adalah guru yang secara langsung atau tidak langsung memberikan contoh bagaimana membentuk sebuah akhak.

Kajian Umum MPI bersama Dr. Aam Amiruddin

وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ

Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, (QS. Asy-Syuara : 84)

4. Lingkungan.
Faktor penting pembentuk berikutnya adalah lingkungan. Maka dari itu senantiasa kita wajib mencari lingkungan yang baik agar tercipta akhlak yang mulia.

رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, (QS. Asy-Syuara : 83)

Jika kita berada dalam lingkungan yang disiplin maka kita pun akan disiplin atau sebaliknya jika berada dalam lingkungan yang tak disiplin maka kitapun tak akan menjadi disiplin.  Betapa sebuah lingkungan itu sangat berpengaruh kepada baik,buruk, mulia atau tercelanya akhlak kita. Maka berhati-hatilah, seorang anak walaupun telah dibekali akhlak yang baik dari rumah dan sekolah, tapi ketika lingkungan yang digeluti adalah buruk, maka sangat mungkin tetap menjadi buruk.

5. Do’a.
Selalu dan selalu adalah berdoa. Hendaknya kita berdo’a memohon kepada Allah agar di karuniai akhlak yang mulia. Silahkan dihafal dan selalu dibaca sesudah shalat atau kapanpun kita mau.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. (QS. Ali Imran : 8)

Terakhir, Bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan kita jalani ini semoga menjadi sarana perubahan dari akhlak tercela men jadi akhlak yang mulia. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin. Wallahu’alam bishshawab.

MPI untuk Ahad depan InSyaa Allah d laksanakan di masjid Darul Ihsan Telkom Gerlong Hilir Bandung.

Resensi Kajian Umum MPI Ahad Pagi, 21 April 2019
Ust.Dr. Aam Amiruddin, M.Si di Masjid Trans Studio Bandung
Di tulis oleh Ika Kartika (@kartikamuslimah)

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *