kajian-mpi-aam-amiruddin-al-multazam-ciganitri

Ramadan bulan penuh Pertolongan

Manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa pertolongan manusia lain. Maka tidak sepantasnyalah seorang manusia menjadi sombong karenanya kepada sesama. Dan apalagi sangat terlarang, sombong kepada yang menciptakan manusia.

Sahabatku Ramadhan adalah bulan pertolongan. Bentuk pertolongan Allah yang paling besar untuk manusia di bulan Ramadhan adalah dengan diturunkannya pedoman hidup manusia yakni Al-Qur’an. 17 Ramadhan menjadi tanggal istimewa di bulan suci umat Islam ini. Pada tanggal tersebut Allah SWT menurunkan Alquran ke muka bumi melalui Nabi Muhammad SAW, atau biasa disebut Nuzulul Quran. Istilah Nuzulul Quran yang secara harfiah berarti turunnya Alquran adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada Nabi Muhammad SAW.


Al-Qur’an sebagai Huda artinya panduan petunjuk bagi manusia dan sekaligus, Al Qur’an juga menjadi sebagai Furqan yaitu sebagai alat utama pembeda antara kebenaran dan kebatilan.

Dalam sejarah, Bulan Ramadan menghadirkan contoh saat terjadinya Fathul Mekkah. Sebuah peristiwa besar, dibebaskannya kota suci Mekkah dari cengkeraman kaum kafir Qurays. Fathul Makkah atau pembebasan Kota Mekkah terjadi pada tahun Ramadhan 8 Hijriah/ 630 M.
Pada bulan Ramadan juga, Rosulullah SAW dan para sahabat memenangkan perang Badar juga di bulan Ramadhan. Perang Badar terjadi pada 17 Ramadan 2 H/624 M. Inilah peperangan pertama yang dilakukan kaum Muslim melawan kaum kafir Quraisy dari Mekkah setelah hijrah ke Madinah. Pertempuran itu berakhir dengan kemenangan pihak Muslim.

mpi-12-05-2019-aam-almultazam

Dan Indonesia kitapun merdeka pun pada bulan Ramadhan, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan pada Jumat, 17 Agustus 1945, bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriah atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang.
Itu semua terjadi bukan suatu kebetulan akan tetapi Allah menaqdirkan seperti itu. Maka betapa agung kehadiran bulan Ramadhan sebagai bulan pertolongan.
Sahabatku, setidaknya bentuk pertolongan Allah itu ada dua:
(1) Bentuk pertolongan Allah di dunia
(2) Bentuk pertolongan Allah di akhirat.

Bentuk pertolongan Allah di dunia:
1. Mendapatkan Kesuksesan
Kesuksesan adalah segala sesuatu yang kita bisa lewati dengan sebuah keberhasilan. Ukuran kesuksesan pada setiap orang tentunya akan berbeda. Seperti yang di jelaskan dalam (QS. An Nashr:1)

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

“Ketika Allah memberikan pertolongan kemudian kemenangan..”
Yang pertama di sebutkan adalah Allah memberikan pertolongan dahulu kemudian kemenangan. Artinya adalah tiada satu kesuksesan pun yang diraih tanpa ihtiar serta ridho pertolongan Allah. Bahkan daun yang jatuh dari rantingnya itu adalah semua atas sepengetahuan dan ridho-NYA. (QS Al An’am: 59).

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”.

Adalah sebuah kewajiban, jika kita mendapatkan kesuksesan-keberhasilan maka spontanlah untuk ucapkan Alhamdulillah.

kajian-mpi-12-05-2019-aam-almultazam.jpg

2. Do’a Yang Dikabulkan
Do’a adalah wujud kedekatan kita, butuhnya manusia kepada Allah sebagai satu-satunya penentu pemberi pertolongan. Seringkali kita berdo’a dan ada beberapa do’a yang ditangguhkan dan adapula dikabulkan seperti yang kita minta, maka itulah bentuk pertolongan Allah kepada kita.

Hanya Allah-lah yang tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Sehingga disaat Allah mengabulkan do’a hamba-Nya, pasti itu baik bagi kita.
Wallahu’alam bishshawab.

In Syaa Allaah untuk ahad depan MPI akan di laksanakan di mesjid Darul Ihsan Jl.Gegerkalong Hilir no. 47 Bandung

Sumber : Resume Kajian umum MPI Ahad pagi, 12 Mei 2019 bersama Ust.Dr.Aam Amiruddin, M.Si di Mesjid Al Multazam Ciganitri, ditulis oleh Ika Kartika (@kartikamuslimah)

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *