aam-amiruddin-mpi-darul-ihsan

Ramadan Penuh Pertolongan

Sebagai kelanjutan dari materi Kajian Ahad sebelumnya. Maka kita lanjutkan bentuk-bentuk pertolongan Allah di dunia:


1. Mendapatkan Kesuksesan
Kesuksesan adalah segala sesuatu yang kita bisa lewati dengan sebuah keberhasilan. Ukuran kesuksesan pada setiap orang tentunya akan berbeda. Seperti yang di jelaskan dalam (QS. An Nashr:1)

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

“Ketika Allah memberikan pertolongan kemudian kemenangan..”
Yang pertama di sebutkan adalah Allah memberikan pertolongan dahulu kemudian kemenangan. Artinya adalah tiada satu kesuksesan pun yang diraih tanpa ihtiar serta ridho pertolongan Allah. Bahkan daun yang jatuh dari rantingnya itu adalah semua atas sepengetahuan dan ridho-NYA. (QS Al An’am: 59).

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”.

Adalah sebuah kewajiban, jika kita mendapatkan kesuksesan-keberhasilan maka spontanlah untuk ucapkan Alhamdulillah.

Kajian Majlis Percikan Iman 19 Mei 19 di Darul Ihsan

2. Do’a Yang Dikabulkan
Do’a adalah wujud kedekatan kita, butuhnya manusia kepada Allah sebagai satu-satunya penentu pemberi pertolongan. Seringkali kita berdo’a dan ada beberapa do’a yang ditangguhkan dan adapula dikabulkan seperti yang kita minta, maka itulah bentuk pertolongan Allah kepada kita.

3. Sabar Dalam Menghadapi Ujian.
Banyak orang yang diuji dengan berbagai ujian ringan sampai dengan sangat berat kemudian dia sabar dalam mengahadapi ujian, sesungguhnya itulah pertolongan Allah yang Allah berikan.
Kita berlindung kepada Allah dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Sesungguhnya manusia itu akan di bicarakan sesuai dengan apa yang dia tanam.
Dan Allah memberikan berbagai ujian kemudian sabar menghadapi ujian itu serta di kembalikannya semuanya kepada Allah maka Allah akan memberikan ampunan, rahmat serta petunjuk-NYA.


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)
Salah satu triknya adalah, ketika kita saat diterpa ujian banyaklah untuk mendekat dan mendengar nasehat kebaikan dan motivasi. Jangan malah meninggalkannya.


فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS.Al Baqarah: 152).

4. Merasa Nikmat di Jalan Kebenaran.
Jika hati, pikiran dan fisik kita merasa nikmat di jalan kebenaran serta terasa pula ringan untuk berbuat kebaikan, itulah pertolongan Allah.
Di saat begitu mudah hadir di majlis ilmu untuk menelaah ajaran-ajaran Islam.


فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al An’am: 125).

5. Mendapat Keberkahan Hidup.
Ciri orang-orang yang mendapat keberkahan hidup atau berkualitas adalah adanya perubahan dalam dirinya ke arah yang lebih baik.
Semakin bertambah usia maka bertambah pula kesholehannya.


وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’raf: 96).

Semoga kita bisa berjuang untuk mendapatkan pertolongan Allah di dunia…Aamiin YRA. Dan untuk meraih pertolongan Allah di akhirat akan di bahas ahad depan.

Wallahu’alam bishshawab.

Sumber : Resume Kajian umum MPI Ahad pagi, 19 Mei 2019 bersama Ust.Dr.Aam Amiruddin, M.Si di Mesjid Darul Ihsan Telkom, ditulis oleh Ika Kartika (@kartikamuslimah)


Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *