jadikan-mudik-untuk-ibadah

Panduan Mudik Sebagai Ibadah

Bangsa ini mempunyai budaya yang sangat baik yakni Mudik. Orang dengan status apapun tetap berupaya mengagendakan berlebaran di kampung halaman, demi melengkapkan birrul walidain dengan silaturrahim di hari istimewa kemenangan setelah menjalani bulan Ramadan.

Mudik mempunyai makna sebagai salah satu wujud rasa cinta-kasih pada keluarga di rumah/kampung halaman. Walaupun sudah banyak media komunikasi. Setidaknya setahun sekali, tali silaturahim kembali dijalin. Menjalin silaturahim, adalah anjuran dalam Islam.

Sudah selayaknya bagi pemudik yang notabene adalah pemeluk agama Islam mengambil contoh cara bepergian yang dilakukan sumber panutannya, yakni Rasulullah SAW. Ada beberapa catatanpenting mengenai bagaimana menjadikan mudik tetap bernilai ibadah, yakni :

1.Niatkan segala pekerjaan dan kegiatan mudik untuk kebaikan.Fokus tujuan utama dari perjalanan mudik adalah menguatkan silaturahim dan bentuk berbhakti kepada orangtua.

Silaturahmi juga merupakan faktor yang dapat menjadi penyebab umur panjang dan banyak rizki. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi].

2.Menjaga Doa ketika bepergian . Dan selalu memperbaruinya dijalan karena ketika di jalan semua bisa saja terjadi. Hanya Allah lah yang bisa dan mampu menolong manusia. Berikut ini adalah doa keselamatan saat menempuh perjalanan jauh :

بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه

“Bismilaahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi”

Yang artinya “Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja”.

mudilk-lebaran-percikan-iman

Dan ketika akan meniki kendaraan berdoa : SUBHAANAL-LADZII SAKH-KHARA LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIINA WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUNG QALIBUUN.
Artinya :
“Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

3.Menjaga Kualitas Ibadah. Benar sekali orang bepergian mendapatkan fasilitas dan kemudahan dari Allah dalam beribadah, seperti Jamak Qasar. Maka dari itu, tidak ada alasan bagi pemudik untuk mengurangi semangat ibadah. Memperturutkan kemalasan atau menjadikan bepergian sebagai alasan untuk lemah atau atau tidak beribadah adalah tidak benar.

4. Menjaga Sedekah. Salah satu penghalang musibah adalah sedekah

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yg paling ringan (di antara bencana itu) adalah penyakit kusta dan lepra,” (HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir) .

Jelas bahwa orang-orang yang mengharapkan ketentraman terhadap bala musibah, perlu melindungi dirinya dengan memperbanyak doa pada Allah sekaligus memperbanyak sedekah. Percayalah pada Allah dan RasulNya. Sedekah bukanlah sesuatu yang akan menjadikan kita miskin, justru sedekah akan menjamin kekayaan dan keselamatan untuk kita dan keturunan, dunia hingga akhirat. In syaa Allah

5.Menjaga Akhlak. Jalan raya adalah media ujian paling besar ketika seorang mukmin ingin membuktikan ketaqwaan. Idealnya, seorang yang bertaqwa akan tetap ingat dan menjaga akhlak ketika diperjalanan. Jangan sampai ibadah bagus, tapi dijalan malah ugal-ugalan bahkan merugikan orang lain. Ingat! Setiap diri kita adalah dakwah. Jangan sampai mencoreng nama baik agama Islam ketika berperilaku dijalan.

Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan dalam sabda Nabi SAW

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

mudik-ibadah-percikan-iman

6.Menjauhi sikap pamer dan boros. Nah ini terkadang juga lupa dijauhi, terkadang karena kita hadir kembali ketengah-tengah keluarga yang sudah lama tak bersua. Tak sengaja untuk pamer, memperlihatkan apa yang telah dipunyai agar diberikan pujian atau sekedar menunjukkan kelebihan ketika bertemu keluarga yang lain.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَجُوْرٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)

Dihari Idulfitri, terkadang kelebihan harta kita hamburkan untuk memiliki yang tidak perlu dimiliki. Keliru mendefinisikan “keinginan” dan “kebutuhan” dikarenakan harta yang melimpah ketika Idul Fitri tiba.

Haritsah bin Wahb Al Khuzai’i berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda,

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Ya Rabb semoga Engkau melindungi perjalanan kita semua, menjadi sebuah perjalanan yang berkah, tak sekedar bersenang-senang liburan tetapi juga bermanfaat bagi ummat. Yuk! Jadikan Mudik ini sebagai Ibadah

(Kiriman dari Jamaah MPI)

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *