aam-amiruddin-official

Teknik Mendidik dengan Menyentuh Hati

Mendidik adalah menyentuh hati. Hati sebagai pusat perubahan dalam diri manusia. Jika hatinya bagus maka tindakan dan perilakunya (karakter) yang memiliknya akan bagus. Jika hatinya buruk maka tindakan dan perilakunya (karakter) otomatis juga akan buruk.

Inilah hakikat makna dari hadis Nabi Muhammad SAW, “Sesungguhnya pada diri anak Adam terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik maka menjadi baik pula seluruh tubuhnya. Apabila ia rusak maka menjadi rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati.” (HR Muttafaq alaih).

Sahabatku, Perubahan manusia itu dimulai dari hati. Tidak ada seorang pun yang dapat membolak-balikkan hati kecuali Allah SWT. Di sinilah pentingnya berdakwah berbasis hati. Siapapun (manusia) adalah berperan sebagai pembimbing dan pengarah kepada kebaikan sedangkan pemberi hidayah menjadikan peserta didik menjadi baik merupakan hak prerogratif Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surah al-Qashash [28] ayat 56, “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”

Di dalam Tafsir Alquran Kontemporer (karya Ustadz Aam Amiruddin) dijelaskan, terkait QS al-Ghasyiyah [88] ayat 21-22 bahwa Allahlah yang memiliki otoritas untuk memberikan hidayah kepada seseorang. Tugas kita manusia hanyalah menyampaikan kebenaran dengan ikhlas, bersungguh-sungguh, dan menggunakan metode komunikasi dan teknik terbaik. Selain dengan mengupayakan melalui aktivitas doa untuk kebaikan untuk semua, seorang pendakwah (pemberi nasehat) hendaknya terus mengupayakan usaha secara manusiawi dalam upaya menyentuh hati.

Abbas As-Sisy dalam bukunya, At-Thariq ila al-Qulub, memberikan tips cara menyentuh hati. Di antaranya,

Pertama, menghafal nama. Seorang pendakwah, guru, ustadz atau siapapun hendaknya berupaya menghafal nama-nama peserta didik dengan baik. Dengan mengenal nama tersebut akan menambah kedekatan hubungan kasih sayang antara pemberi ilmu (nasehat) kepada yang menerimanya

Kedua, menyebarkan salam. Selain ungkapan doa, ucapan salam dapat membangkitkan rasa aman, mempererat ikatan, dan menumbuhkan rasa cinta antara manusia.

Ketiga, menyebarkan senyuman. Senyuman merupakan gambaran isi hati yang menggerakkan perasaan dan memancar pada wajah, seakan berbicara dan memanggil sehingga hati yang mendengar akan terpikat dan akan terjalin hubungan kekeluargaan antara pemberi ilmu (nasehat) kepada penerima.

Keempat, berjabat tangan. Tangan adalah alat yang sangat peka. Ia dapat menerima dan mengirim isyarat-isyarat yang tampak pada wajah atau yang tersimpan dalam hati. Berjabat tangan akan menambah keharmonisan hubungan antara manusia. Jika sentuhan hati dalam mendidik ini dapat terus diupayakan maka akan dapat mengantarkan kepada kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual bagi siapapun

Semoga bermanfaat.

Kiriman dari Jamaah Percikan Iman

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *