percikan-iman-development-aam-amiruddin

Ciri-Ciri Iman yang Lemah

Sahabat Percikan Iman, Iman merupakan perkara penting yang harus dimiliki oleh setiap umat Islam. Tanpa keimanan, agama yang mereka anut hanya akan menjadi sebuah status KTP saja. Bahkan tanpa keimanan yang benar, umat Islam akan menjalani kehidupannya tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya suatu hal.

Dengan begitu, sebenarnya umat Islam sangat butuh untuk menjaga keimanan di dalam jiwa raga mereka. Menjaga adalah bagian dari mensyukuri Iman. Iman adalah bagian dari Hidayah Allah, yang harus didapatkan dan dijaga dengan perjuangan ilmu dan amal shalih.

Sahabatku, Iman manusia selalu mengalami pasti fluktuatif

Sahabatku, Iman manusia selalu mengalami pasti fluktuatif

QS Ibrahim [14] : 24 – 25

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat menghujam ke bumi, dan cabangnya menjulang ke langit,

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Pohon itu menghasilkan buah setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat

Sahabat Percikan Iman, adalah sangat penting mengenali apasaja Ciri-ciri Iman Yang Lemah, sehingga kita mampu mencegah dan mengobatinya ketika hal tersebut muncul :
1. Malas dalam beribadah
QS An Nisa (4) : 142

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

2. Menganggap remeh dosa
Jika dosa-dosa secara sadar terus saja diulangi, maka secara otomatis akan menutupi hati kita dan menghalangi kita untuk bertemu Allah SWT
QS An Naziat (79) : 34-40

فَاِذَا جَآءَتِ الطَّآمَّةُ الۡكُبۡرٰى

Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang,

يَوۡمَ يَتَذَكَّرُ الۡاِنۡسَانُ مَا سَعٰىۙ

yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

وَبُرِّزَتِ الۡجَحِيۡمُ لِمَنۡ يَّرٰى

dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

فَاَمَّا مَنۡ طَغٰىۙ

Maka adapun orang yang melampaui batas,

وَاٰثَرَ الۡحَيٰوةَ الدُّنۡيَا

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

فَاِنَّ الۡجَحِيۡمَ هِىَ الۡمَاۡوٰىؕ

Maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.

وَاَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَ نَهَى النَّفۡسَ عَنِ الۡهَوٰىۙ

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,

QS Al Mutaffifin (83) : 14-15

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.

كَلَّآ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ

Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka. Mudah diperbudak hawa nafsu. QS Jassiyah (45) : 23

أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ وَقَلْبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ ٱللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

3. Mudah putus asa
QS Ar Rum (30) : 36

وَإِذَآ أَذَقْنَا ٱلنَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا۟ بِهَا ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ

Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.

4. Pesimis dalam berdoa
QS Az Zumar [39] : 53

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Semoga kita semua bisa mengenali ciri-ciri lemahnya iman sehingga kita bisa menjaga dan segera meningkatkan semangat dan kualitas iman kita. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin

Wallahu a’lam bisshawab

Resensi Kajian Ust Dr. Aam Amiruddin, M.Si
Masjid TSM – MT Ummahatul Jannah
Senin, 3 Februari 2020 // Ditulis oleh : Evy Vivi

percikan-iman-aam-amiruddin-ciri-iman-lemah

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *