aam-amiruddin-keutamaan-menghadiri-majlis-ilmu

Keutamaan Hadir di Majlis Taklim

Orang yang keluar meninggalkan rumahnya untuk menuju masjid dengan tujuan beribadah dan menuntut ilmu, maka pada waktu itu ia sedang menempuh jalan menuntut ilmu.

Dan Nabi SAW bersabda:

مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Sahabat Percikan Iman, Berikut ini adalah keutamaan datang ke majlis taklim, majlis ilmu  :

1. Pelebur dosa
HR. Muslim no. 666

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.

2. Dimudahkan jalannya ke surga
HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641

مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga”

3. Para Malaikat akan menaunginya dengan rahmat

HR. Muslim no. 2699

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya”

4. Sebagai tempat untuk bersilaturahim.

🍀 Saat hari dibangkitkan, sangat diperlukan*
QS Abasa [80] : 33 – 41

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ

Maka, apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala),

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

pada hari itu manusia lari dari saudaranya,

وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ

dari ibu dan bapaknya,

وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ

serta dari istri dan anak-anaknya.

لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

Pada hari itu, setiap orang sibuk menyelamatkan dirinya sendiri.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ

Pada hari itu, ada wajah-wajah yang berseri-seri,

ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ

tertawa dan gembira,

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ

dan pada hari itu ada pula wajah-wajah suram,

تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ

yang tertutup oleh kehinaan dan kesusahan.

🍀 Saat hari dibangkitkan, ada wajah yang gembira karena diampuni dosanya oleh Allah dan dimasukkan ke dalam surga.
QS As Saff (61) : 12

يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّٰتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

QS An Naziat (79) : 34-38

فَاِذَا جَآءَتِ الطَّآمَّةُ الۡكُبۡرٰى

Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang,

يَوۡمَ يَتَذَكَّرُ الۡاِنۡسَانُ مَا سَعٰىۙ

yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

وَبُرِّزَتِ الۡجَحِيۡمُ لِمَنۡ يَّرٰى

dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

فَاَمَّا مَنۡ طَغٰىۙ

Maka adapun orang yang melampaui batas,

وَاٰثَرَ الۡحَيٰوةَ الدُّنۡيَا

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

Sahabat Percikan Iman, Bagaiamanakah cara agar kita bisa tergolong orang yang mendapatkan pertolongan saat di hari akhir.

1. Berjuang dengan membela agama Allah
QS As Saff (61) : 4

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِهِۦ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَٰنٌ مَّرْصُوصٌ

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

2. Menikmati ajaran Allah
QS Al An’am [6] : 125

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Siapa pun yang dikehendaki Allah untuk mendapat hidayah, Allah akan bukakan hatinya untuk menerima Islam. Siapa pun yang dikehendaki_Nya sesat, Allah jadikan hatinya sempit dan sesak, seakan-akan sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

3. Dengarkan Nasehat dan Ikuti
QS Az Zumar (39) : 18*

ٱلَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.

4. Berdoa
QS Ali Imran (3) : 8

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

QS Al Baqarah [2] : 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka menaati perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.

Semoga kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang bisa mendapatkan pertolongan saat di hari akhir . Dan bisa memanggil sahabat dan kerabat di sekeliling kita di Surga kelak karena telah bersama-sama berjuang untuk keselatan di akherat

Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin. Wallahu a’lam bisshawab

Resensi Kajian Ust Dr. Aam Amiruddin, M.Si
Masjid Al Fitrah, Margahayu – POMG SDIT Al Fitrah
Senin, 3 Februari 2020 (oleh : Evy Vivi)


Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *