aam-amiruddin-percikan-iman-tips-agar-tidak-putus-asa

Cara Agar Tak Putus Asa

Sahabat Percikan Iman, salah satu penyakit hati dalam diri kita adalah mudahnya putus asa.  Putus asa memang merupakan salah satu kondisi yang bisa saja dialami oleh siapapun di dunia ini.

Namun ketahuilah bahwa putus asa sebenarnya tergantung dari diri kita sendiri. Dengan kata lain, sebenarnya kita dapat menghilangkan putus asa dari dalam diri kita. Kuncinya pun sederhana, yaitu dengan cara selalu berusaha dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, entah sesulit atau serumit apapun masalah yang sedang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Sahabatku, berikut ini adalah Cara agar kita tidak mudah berputus asa atau lekas kembali dari rasa putus asa :

(1) Berpikir Positif (husnudzan)
Husnudzan terbagi menjadi tiga yaitu:
Husnudzan kepada Allah (QS. Al Baqarah: 155-157)
Ketika kita di uji yakinlah bahwa inilah yang terbaik dan kembalikanlah semuanya kepada Allah sehingga Allah akan memberikan rahmat dan ampunan-NYA kepada kita
Husnudzan terhadap diri sendiri (QS. Al Baqarah: 286)
Kekuatan diri sesungguhnya ada pada pikiran kita sendiri.
Tanamkan dalam diri bahwa kita bisa melewati ujian itu maka seiring itu pula akan muncul energi positif yang akan membuat kita bisa dan mampu melakukannya.
Maka dari itu positif thinking itu sangatlah di perlukan untuk membangun semangat pada diri. Dan tentu saja harus yakin bahwa Allah memberikan ujian tidak akan melampaui kemampuan hamba-NYA dan yakin bahwa kita mampu menjalaninya.
Husnudzan terhadap orang lain (QS. Al Hujurat: 11-12)
Agar kita tidak berputus ada maka berpikiran yang baiklah terhadap orang lain. Kita di larang untuk su’udzan terhadap orang lain, tidak boleh melihat orang lain dari sisi buruknya saja, di larang bergosip, menghina dan tidak boleh menggunakan panggilan yang buruk.

(2) Ridha atas apa yang Allah berikan
Ketika di uji hal pertama yang harus di lakukan adalah kita terima dulu.

Bahwa itu adalah ketentuan yang telah Allah tetapkan kemudian setelah itu kita akan lebih mudah dalam menjalaninya sehingga muncul energi positif yang membuat kita menjadi kuat.

Rasulullah sallalahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menguji hamba dengan rizki yang di berikan kepadanya, jika ia ridha maka Allah akan memberkahi dan meluaskan pemberiannya dan jika ia tidak ridha maka Allah tidak akan memberikan berkah.” (HR. Ahmad).

Kita sering menganggap bahwa yang namanya rizki itu adalah yang hanya berbentuk finansial atau materi. Namun sesungguhnya rizki itu bisa berupa pasangan hidup, anak, sahabat, kesehatan dll.
Jika kita ridha dengan ujian yang Allah berikan maka Allah akan membukakan ampunan dan pintu keberkahan serta Allah luaskan pula rizki nya.

(3) Selalu tawakkal (QS. Ali Imran: 159)

Tawakal adalah bagian dari usaha, bahkan usaha yang paling utama untuk meraih keberhasilan.

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan ke luar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya” (QS ath-Thalaaq:2-3).

Setidaknya Ada empat unsur dalam mengamalkan Tawakkal, yakni :
1. Ikhtiar
2. Do’a
3. Syukur
4. Sabar

Maka jika kita tidak ingin berputus asa maka ikhtiarlah, bekerja keraslah kemudian bingkai ikhtiar itu dengan do’a jika sukses maka bersyukurlah dan jika gagal maka bersabarlah.

(4) Mau bekerja sama atau tolong-menolong (berkolaburasi) (QS. Al Maidah:2)

Bukalah tangan kita lebar-lebar untuk bisa menerima orang lain.
Ada saatnya kita tidak bisa mengangkat dengan kedua tangan kita sendiri artinya kita harus berbagi. Kita harus membuka diri dan kita butuh partner karena kita sebagai manusia harus tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan dan ketaqwaan.

(5) Perbanyak do’a dan dzikir (QS. Ar Ra’d : 28)
Ketika kita berputus asa salah satunya karena kurang berdzikir maka banyaklah berdzikir kepada Allah dengan banyak membaca Al Qur’an.
Sesungguhnya dengan banyak mengingat Allah hati akan menjadi tentram.


Kajian Umum MPI Dr. Aam Amiruddin, MSi

Rasulullah SAW bersabda:
“Seandainya kalian bertawakal pada Allah dengan tawakal yang sebenarnya, maka sungguh Dia akan melimpahkan rezki kepada kalian, sebagaimana Dia melimpahkan rezki kepada burung yang pergi (mencari makan) di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang” (HR Ahmad (1/30), at-Tirmidzi (no. 2344), Ibnu Majah (no. 4164), Ibnu Hibban (no. 730) dan al-Hakim (no. 7894),

Wallahu ‘alam bishshawab.

Resume Materi Kajian Umum MPI ahad pagi
Ahad, 20 Oktober 2019 | Ust. Dr. Aam Amiruddin, M.Si
Mesjid Trans Studio Bandung | Di tulis oleh Ika Kartika (@kartikamuslimah)

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *