aam-amiruddin-percikaniman-web

Orang yang Tidak Akan Mendapat Syafaat

Melanjutkan materi-mater sebelumnya tentang syafaat. Maka Kajian Umum MPI Ahad kali ini mengambil tema “Orang Yang Tidak Akan Mendapatkan Syafa’at”. Sahabat Percikan Iman, berikut ini adalah orang-orang yang tidak akan mendapatkan syafaat. Semoga kita tidak termasuk didalamnya. Aamiin

(1) Orang yang KUFUR NIKMAT

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah: 254).

Makna “Kafir” adalah terbagi dua yaitu :
(1) Kafir ‘itiqodi artinya orang yang tidak percaya sama sekali kepada Islam
(2) Kufur nikmat artinya percaya kepada apa-apa yang di ajarkan Islam namun tidak melakukannya karena malas. Misalnya mengetahui dan yakin bahwa sholat itu wajib namun ia tidak mengerjakanya karena malas atau berharta namun tidak mau sedikitpun menginfaqkan hartanya karena kikir. Maka orang-orang seperti ini tidak akan mendapatkan syafa’at dari Allah. Maka dari itu jika kita ingin bersyukur, lihatlah orang yang lebih sulit dari kita. Kita harus bersyukur kepada Allah dari segala nikmat.
Dan orang-orang yang kafir Allah menyebutnya dengan orang-orang yang zalim karena mereka telah Allah berikan segala nikmat namun digunakannya untuk keburukan.

Sahabatku, Infaq itu tidak selalu berbentuk materi. Kita bisa menginfaqkan tenaga, waktu dan pemikiran. Ketika kita akan tahajud kita infaqkan perasaan kantuk kita dan termasuk ketika kita ke majlis ilmu. Selain materi, kita infaqkan juga waktu, tenaga dan perasaan atau rasa kesenangan kita. Dan contoh lainnya kita infaqkan perasaan ketika kita lebih dulu meminta maaf di saat tidak melakukan kesalahan.

(2) Orang yang di perbudak syetan.

Dasarnya adalah : (QS. Al Ikhlash:1-3), (QS. Al Falaq:1-5), (QS. An Naas:1-6) dan (QS. Asy- Syu’ara: 94-101).

Orang-orang yang di perbudak syetan artinya orang-orang yang selalu mengikuti bisika-bisikan syetan. Ketika akan tidur kita di anjurkan dan Rasulullah SAW ajarkan untuk membaca do’a sebelum tidur dan membaca tiga surat yaitu al ikhlash, al falaq dan an naas.

Dalam kandungan QS. Al Ikhlas adalah Allah satu-satunya Dzat dan Allah tempat meminta. Sedangkan dalam QS. Al Falaq dan An Naas adalah kita berlindung diri dari kejahatan manusia yang berkolaborasi dengan syetan.

Sahabat Percikan Iman, Kita momohon hanyalah kepada Allah satu-satunya tempat bergantung dari kejahatan manusia, syetan dan dari kejahatan manusia dan syetan yang sedang berkolaborasi. Maka orang-orang yang di perbudak syetan tidak akan ada satupun penolong bagi mereka.

(3) Orang-orang yang mengingkari hari kiamat.

Dasarnya adalah (QS. Al Muddatstsir: 46-48).

Yaitu orang-orang yang tidak mempersiapkan diri mengumpulkan bekal untuk pulang ke akhirat hingga ajal menjemput. Dalam hari-harinya hanya di isi dengan keburukan sehingga lupa bahwa dirinya harus beramal.

Kajian Umum MPI Ahad 16 Feb 2020

(4) Orang-orang yang mempermainkan agama.

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.(QS. Al An’am: 70)

Sahabatku, banyak orang yang demi kekuasaan dia menjual agama untuk kepentingan dirinya. Maka agama seolah hanya jadi permainan, dengan tujuan agar tercapai segala keinginannya. Dan bahkan kemudian menjual ayat-ayat Allah hanya untuk kesuksesan dunia dan kekuasaanya.

Wallaahu’alam bishshawab.

In Syaa Allaah untuk ahad depan MPI akan kembali di laksanakan di mesjid Darul Ihsan Telkom jl. Gegerkalong Hilir no. 47.

Resume kajian MPI Ahad Pagi, Ahad, 16 Februari 2020 bersama Ust.Dr. Aam Amiruddin, M.Si di Mesjid Darul Ihsan Telkom | Di tulis oleh Ika Kartika (@kartikamuslimah)


Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *