puasa percikan iman

Puasa (Shaum) dan Kesehatan

Puasa Senin Kamis merupakan salah satu amalan puasa (shaum) sunnah. Pada hari Senin, Rasulullah SAW kerap berpuasa dan juga melakukannya pada hari Kamis. Rasulullah SAW ditanya tentang anjuran berpuasa di hari Senin. Lalu beliau menjawab, “Itu adalah hari di mana aku dilahirkan, hari di mana aku diutus atau diturunkannya wahyu kepadaku.” (HR. Muslim)

Mengapa puasa Senin-Kamis, mengapa bukan hari yang lain? Itu pun ada rahasianya. “Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi Muhammad SAW berpuasa pada hari Senin dan Kamis, maka aku bertanya kepada Beliau, lalu Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya amalan-amalan seseorang didatangkan pada hari Senin dan Kamis.”

Puasa Senin Kamis

Sahabat Percikan Iman, sebenarnya praktik puasa telah muncul berabad-abad lalu dan memainkan peran penting dalam beragam budaya maupun agama. Meski penerapannya berbeda-beda, berpuasa didefinisikan sebagai praktik untuk tidak makan dan tidak minum dalam jangka waktu tertentu.

Sudah sejak lama pula berpuasa dianggap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dari segi ilmu pengetahuan, beberapa penelitian juga berhasil membuktikan secara ilmiah manfaat dari berpuasa untuk kesehatan.

Sains mengungkap setidaknya ada delapan manfaat yang dimiliki berpuasa untuk kesehatan. Berikut ini manfaat-manfaat tersebut seperti dilansir Healthline.

  1. Membantu kontrol gula darah

Beberapa penelitian menemukan berpuasa dapat memperbaiki kontrol gula darah. Ini tentu bermanfaat bagi orang-orang yang berisiko terhadap diabetes.

Sebuah studi terhadap 10 pasien diabetes tipe 2 misalnya, menemukan puasa intermiten yang dilakukan dalam jangka pendek secara signifikan dapat menurunkan kadar gula darah. Studi lain menemukan pola puasa intermiten maupun pola puasa berselang satu hari puasa satu hari tidak memiliki efektivitas yang sama dengan pembatasan kalori untuk menurunkan resistensi insulin.

Di sisi lain, sebuah penelitian berskala kecil menunjukkan pola puasa ‘satu hari puasa satu hari tidak’ memberikan efek berbeda pada laki-laki dan perempuan. Berdasarkan penelitian tersebut, pola puasa seperti ini dapat mengganggu kontrol kadar gula darah pada perempuan tetapi tidak mengganggu kontrol kadar gula darah pada laki-laki.

  1. Kesehatan lebih baik

Inflamasi akut atau inflamasi jangka pendek merupakan proses imun yang normal untuk melawan infeksi di dalam tubuh. Akan tetapi inflamasi kronik atau inflamasi yang terjadi dalam jangka panjang dapat memberi dampak yang buruk bagi kesehatan. Studi menunjukkan inflamasi jangka panjang berperan dalam terjadinya penyakit seperti penyakit jantung dan rheumatoid arthritis serta kanker.

Beberapa studi lain menunjukkan puasa dapat menurunkan tingkat inflamasi dan meningkatkan kesehatan. Sebuah studi menunjukkan puasa intermiten yang dilakukan selama satu bulan dapat menurunkan tingkat marker inflamasi. Pada studi lain, puasa 12 jam per hari selama satu bulan juga menunjukkan efek yang sama.

  1. Memperbaiki kesehatan jantung

Beberapa penelitian menunjukkan puasa dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan cara memperbaiki tekanan darah, kadar trigliserida, dan kadar kolesterol. Sebuah studi menunjukkan pola satu hari puasa satu hari tidak selama delapan pekan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL hingga 25 persen dan kadar trigliserida hingga 32 persen.

Studi lain terhadap 110 orang obesitas menunjukkan puasa selama tiga pekan di bawah pengawasan medis dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. Tak hanya itu, kadar trigliserida, kadar kolesterol total, dan kadar kolesterol jahat LDL juga ikut menurun secara signifikan.

Studi terhadap 4.629 orang menunjukkan berpuasa berkaitan dengan risiko penyakit arteri koroner. Studi ini juga menunjukkan puasa dapat menurunkan risiko diabetes secara signifikan. Seperti diketahui, diabetes merupakan faktor risiko utama terhadap penyakit jantung.

  1. Meningkatkan fungsi otak dan mencegah penyakit neurodegeneratif

Penelitian terhadap hewan menunjukkan puasa dapat memberi efek yang baik bagi otak. Sebuah studi terhadap tikus menunjukkan puasa intermiten selama 11 bulan dapat memperbaiki fungsi otak dan struktur otak tikus.

Studi lain terhadap hewan menunjukkan berpuasa dapat melindungi kesehatan otak karena dapat meringankan inflamasi. Puasa juga dinilai dapat mencegah gangguan neurodegeneratif. Lebih khusus, studi terhadap hewan menunjukkan puasa dapat melindungi dan memperbaiki hasil pengobatan untuk kondisi seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Ya Allah semoga kami termasuk yang mencintai amalan-amalan Sunnah, Ikhlas mengharap ridho-Mu

Penulis : Jamaah MPI

Humas PI

Humas PI

PERCIKAN IMAN ONLINE DIGITAL - Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *