Apakah bedanya Zakat Mall dan Zakat Penghasilan?

Zakat mall merupakan nama umum untuk seluruh harta yang kita miliki dan zakat penghasilan merupakan salah satu bagian diantaranya, zakat mall biasanya lebih fokus terhadap harta yang bersifat simpanan.

Misalnya: kita mempunyai tabungan sebanyak 17 juta atau telah melampaui batas minimal, maka harus segera dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 %, itu namanya zakat mall alias zakat harta.

Zakat penghasilan juga punya batas minimal atau nishab, minimalnya harus 1,5 juta rupiah. Rumusnya, batas minimal zakat (85gr emas) dikali harga per gram emas sekarang. Misalnya harga emas 200rb per gram kemudian dikalikan dengan 85gr, hasilnya sekitar 17juta. Kemudian 17jt dibagi 12 bulan, hasilnya kurang lebih 1,5juta.

Berarti bagi anda yang berpenghasilan kurang dari 1,5 juta rupiah, sebenarnya belum terkenan beban zakat penghasilan. Kalaupun mau, cukup bersedekah saja.

Kalau boleh saya anjurkan, bagi setiap keluarga muslim yang sudah layak berzakat hendaknya memiliki rekening tersebut. Kemudian dalam jangka waktu tertentu, dikeluarkan atau disalurkan baik melalui lembaga zakat atau langsung kepada orang yang membutuhkannya.

images/mapi

Wallahu A’lam,

Humas PI

Humas PI

PERCIKAN IMAN ONLINE DIGITAL - Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Apakah bedanya Zakat Mall dan Zakat Penghasilan?

Dakwah atau mengajak berbuat baik (ma’ruf) dan mencegah berbuat nista (munkar) merupakan kewajiban setiap muslim.

Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” (Ali Imran 3 : 110)

    Para ahli tafsir menyebutkan bahwa ayat ini merupakan perintah dakwah bagi setiap mukmin. Dakwah bisa dilakukan secara lisan, tulisan, atau perbuatan (memberi teladan yang baik). Pokoknya dikembalikan kepada kemampuan masing-masing; hartawan berdakwah dengan hartanya, ilmuwan berdakwah dengan ilmunya, seniman berdakwah lewat seni, dll.

Allah swt. sangat murka kepada orang-orang yang rajin mengajak kepada kebaikan dan melarang berbuat nista, tetapi dia sendiri tidak melaksanakannya, (No action talk only)

“Hai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak perbuat? Amat besar murka Allah, kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaff 61:2-3)

    Allah swt. juga murka kepada orang-orang yang rajin beramal shaleh tapi tidak mau melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh berbuat luhur dan mencegah berbuat nista), akibatnya kemunkaran mewabah di setiap tempat.

    Kesimpulannya, kita harus banyak bicara yang benar dan pandai mengaplikasikannya dalam kehidupan. Perintah “Sampaikan dari-Ku walau hanya satu ayat.” harus kita laksanakan, dan barengi ajakan ini dengan aplikasi. Jadi banyak bicara dan rajin aplikasi (beramal) bagai dua sisi dari mata uang, keduanya sama pentingnya. Wallahu A’lam.
Humas PI

Humas PI

PERCIKAN IMAN ONLINE DIGITAL - Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *