Bazar MPI Sarana Praktik Ekonomi Ummat

Percikan Iman – Sudah semestinya masjid bukan hanya menjadi sarana untuk melaksanakan ibadah mahdhoh, namun juga menjadi sarana bertemunya berbagai potensi amal sholeh, salah satunya pada bidang ekonomi.

Hal itu dapat kita lihat pada sejarah pembangunan pondasi peradaban Islam di Madinah, di mana Rasulullah S.A.W. dan para sahabat berinteraksi di masjid. Beliau dan para sahabat di masjid

Dari sana, penulis belajar jika masjid itu bukan sekadar jenis bangunan, melainkan pusat berjalannya sistem berdasarkan tata cara hidup Islami. Rasulullaah S.A.W. tak berhenti dengan hanya mendirikan bangunan (hardware), melainkan juga mengintall-kan konsep (software)-nya.

Dari Siroh Nabawiyyah kita akan mengetahui banyak keputusan strategis yang Rasulullah S.A.W. ambil di masjid. Bermula dari masjid ini pula-lah, kemudian berkembang pemukiman beserta ekosistem di sekitarnya. Dengan begitu, masjid menjadi pusat pembangunan sekaligus pemerintahan.

Ialah Sugul Anshar pasar pertama yang Rasulullaah S.A.W. dan para sahabat bangun di dekat Masjid Nabawi dengan inisiasi Abdurrahman bin Auf. Beberapa waktu kemudian, pada masa Khulafa Ar-Rasyidin, pembangunan pasar selalu menyertai pembangunan masjid. Fenomena tersebut menggambarkan pentingnya pasar bagi Islam.

Pasar tersebut berjalan secara berkesinambungan sesuai tata aturan Islam di bawah pengawasan Rasulullah S.A.W. Sistem tersebut menghantarkan masyarakat pada zaman keemasan itu pada masyarakat yang maju, sejahtera, bahagia lahir-batin.

Yang menjadi dasar, mengacu ke jurnal Ar-Risalah terbitan Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan Malaysia, ialah persaingan yang sehat (fair play), kejujuran (honesty), keterbukaan (transparancy), dan keadilan (justice). Ketercapaian puncak hadirnya pasar tak bisa tercapai tak bisa terjadi tanpa keempat pilar tersebut.

Alhamdulillah, secara bertahap di MPI kita tengah coba menghadirkan bazar. Para pedagang yang hadir terdiri atas para jama’ah MPI itu sendiri dan anggota masyarakat sekitar. Memang belum berjalan 100% layaknya pasar di zaman nabi, namun kita layak berharap, sedikit demi sedikit kita dapat belajar di sini.

MPI sebagai sarana membangun moral, Bazar sebagai sarana atau laboratorium berdagang ala Islam sekaligus saran mempraktikan nilai-nilai yang dibangun pada majelis ilmu, berpadu dengan Yayasan Percikan Iman sebagai sarana mebersihkan harta sekaligus membagi rizki hasil perolehan dagang, dengan pusat kegiatan berwujud Masjid Peradaban.

Dengan begitu, Masjid Peradaban yang dibangun dari wakaf para sahabat, Insya Allah, secara bertahap akan mencapai nubuat sesuai namanya. Menjadi pusat aktfitias, menjadi pusat kegiatan, sekaligus menjadi pusat perkembangan Islam rahmatan lil ‘aalamiin.

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *