Check Up Qalbu

Percikan Iman – Kita tentu berharap, ketika pulang menghadap Allah Swt, kita membawa qalbun salim karena qalbu itulah yang selamat dan menyelamatkan di yaumil mizan nanti. Agar kita dapat menyadari qalbu kita salim atau tidak, selayaknya putih kian terlihat karena di sekitarnya hitam, maka kita perlu tahu kondisi buruk dari qalbu, yakni qalbun maridh dan qalbun mayyit

Kita perlu mengenali agar kita dapat mengidentifikasi kondisi qalbu kita sehingga jika “sakit”, kita dapat mengobatinya. Jangan sampai terjadi ialah qalbu kita mayyit atau mati karena kalau sudah mati maka kita akan terjebak pada kehidupan yang kelam, jauh dari rahmat Allah Swt. 

Qalbun salim ialah hati yang bebas. Bebas dari berbagai macam syirik dan pemikiran yang menyimpang. ia juga bebas dari segala penyakit hati, ujub, riya, pemarah, dan rama peyakit lainnya. Juga, qalbun salim itu membimbing pemiliknya cenderung pada kebaikan, ikhlas beramal karena takut pada Allah Swt, akhirnya membuat pemiliknya mencitai ketaatan dan membenci pembangkangan pada Allah Swt. 

Ketika qalbu seseorang itu selamat, maka selamat pula perilakunya. Itu karena ketaatan pada Allah Swt. akan membawa keselmatan pemiliknya dari jilatan api neraka dan juga menyelamatkan orang lain dari akhlak buruk. Itu karena akhlak berkelindan dengan iman yang kuat dan ketaatan pada Allah Swt. 

Selengkapnya, orang dengan qalbun salim itu dapat terlihat sesuai dengan ciri-ciri yang nampak atua melekat pada dirinya, yang semuanya terkandung dalam Qur’an surat Al-Baqarah ayat 1-5

  1. Beriman kepada yang gaib: Allah gaib,takdir gaib,surga,neraka
  2. Mendirikan sholat (sebagai pembuktian)
  3. Berbagi rezki
  4. Beriman kepada kitab-kitab Allah
  5. Yakin dengan Rasul
  6. Percaya hari akhirat

Karena itu, mereka memiliki akhlak 

  1. Tidak ada rasa dendam diantara hati mereka
  2. Memiliki rasa persaudaraan yang tinggi
  3. Tidak merasa lelah didalamnya

Semua itu modal bagi mereka sehingga nantinya tidak akan pernah dikeluarkan dari surga, mereka duduk di dipan-dipan,dialiri sungai-sungai di dalamnya.

Hanya, qalbu itu “mudah berubah”, ada kalanya sakit karena imunitas jiwa kita sedang melemah. Hati yang sakit adalah hati yang di dalamnya terdapat keimanan, tetapi bercampur aduk dengan kesyirikan. Di dalamnya terdapat kecintaan kepada Allah, tapi juga masih mencintai kemaksiatan.

“Penyakit hati atau  (psychoses) adalah kelainan kepribadian yang ditandai oleh kelainan mental (profound-mental), dan gangguan emosional yang mengubah individu normal menjadi tidak mampu mengatur dirinya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya”

—James D. Page dalam bukunya Abnormal Psychology: Clinical Approach to Deviant,

Seseorang yang diserang penyakit hati, kepribadiannya terganggu dan selanjutnya menyebabkan kurang mampu menyesuaikan diri dengan wajar dan tidak sanggup memahami problemanya. 

Masalahnya, orang yang sakit jiwa tidak merasa  bahwa dirinya sakit, sebaliknya ia menganggap dirinya normal, bahkan lebih baik, lebih unggul, dan lebih penting dari yang lain.

Dalam Qur’an surat Al-Baqarah ayat 10, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ ەۙ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ

Hati mereka berpenyakit, lalu Allah menambah penyakitnya. Akhirnya, mereka mendapat azab pedih karena mendustakan.

Hasan Muhammad as-Syarqawi dalam kitabnya Nahw ‘Ilmiah Nafsi, membagi penyakit hati dalam sembilan tipe, yaitu: 

  1. pamer (riya’), 
  2. marah (al-ghadhab), 
  3. lalai dan lupa (al-ghaflah wan nisyah), 
  4. was-was (al-was-wasah), 
  5. frustrasi (al-ya’s), 
  6. rakus (tama’), 
  7. terperdaya (al-ghurur), 
  8. sombong (al-ujub), 
  9. hasad dan iri hati (al-hasd wal hiqd).

Sebagai catatan, “iri” itu ada yang juga yang positif, 

  1. (al-munafasah) Iri yang melahirkan kompetisi sehat);
    Iri jenis ini melahirkan kompetisi sehat untuk meniru hal-hal positif yang dimiliki orang lain tanpa didasari oleh interes jahat dalam rangka fastabiqul khairat

  2. (al-hiqd wal hasad) Iri yang melahirkan kompetisi tidak sehat;
    Iri jenis ini idasari oleh rasa benci terhdap apa-apa yang dimiliki oleh orang lain, baik yang berkaitan dengan materi maupun yang berhubungan dengan jabatan/kedudukan

Secara garis besar, pintu masuk penyakit hati ialah “syubhat” dan “syahwat”. Ketika iman kita lemah, kondisi kita sedang lelah, kita sulit mengendalikan diri kita sehingga “penjagaan” kita pada dua pintu ini menjadi lemah.

Pnejagaan itu kian tak berdaya mana kala kita menghadapi situasi lingkar pertemanan yang buruk, banyak tertawa, foya-foya, terlalu larut dalam membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat (ghibah, namimah), dan mata yang liar; sering tolah-toleh saat sedang di luar rumah. Alih-alih ghadul bashar, malah curi-curi pandanng. 

Karena itu, kita wajib memperbanyak do’a yang juga sering dipanjatkan oleh Rasulullah Saw. 

Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– minta dalam do’anya adalah agar hatinya terus dijaga dalam kebaikan. Beliau sering berdo’a,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).” [HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]

 

Ummu Salamah pernah menanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenapa do’a tersebut yang sering beliau baca. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab,

يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِىٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ

Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.” (HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalam riwayat lain dikatakan,

إِنَّ الْقُلُوبَ بِيَدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُقَلِّبُهَا

“Sesungguhnya hati berada di tangan Allah ‘azza wa jalla, Allah yang membolak-balikkannya.” (HR. Ahmad 3: 257. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini qowiy atau kuat sesuai syarat Muslim).

Sebetulnya, ada satu kondisi lagi, yakni qalbun mayyit. Kalau sudah ada pada kondisi ini, hidayah akan sulit masuk ke dalamnya sehingga gelapnya qalbunya.

Menurut Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah, “qalbun mayyit ialah qalbu yang tidak mengenal Tuhannya, tidak beribadah kepada-Nya, tidak taat, suka maksiat, dan selalu menuruti nafsu syahwat.” Orang dengan seperti ini tidak tepat dijadikan teman dekat. Bergaul dengannya akan meracuni. Bermajelis dengannya akan membawa kehancuran.

Dalam Qur’an, surat Al-Kahf ayat 28, Allah Swt. berfirman,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا


Bersabarlah kamu bersama orang yang menyeru Tuhan pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan kenikmatan kehidupan dunia. Janganlah kamu ikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami. Mereka hanya menuruti hawa nafsunya dan sudah melewati batas.

Jasad yang mati dapat memutus seseorang dari kenikmatan dunia. Adapun jika hatinya yang mati, maka ia akan terputus dari kenikmatan dunia-akhirat. Dan ia akan sengsara selama-lamanya.

Hati yang mati, ibarat rumah kosong yang sudah puluhan tahun tak berpenghuni. Di dalamnya, hiduplah serangga-serangga berbahaya, burung-burung yang singgah hanya untuk membuang kotoran, ular-ular berbisa, dan binatang beracun lainnya.

_____

Tulisan ini merupakan pengembangan dari materi yang disampaikan oleh guru kita, Ustadz Aam Amiruddin pada Majelis Percikan Iman Malam di Masjid Trans Studio Mall

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *