Deteksi Dini Kanker Demi Lahirkan Generasi Hebat

Percikan Iman – Pada sosok Ibu, Allah S.W.T. tempatkan satu ruang di mana seorang calon ulama, calon pebisnis sukses, calon presiden bersemayam selama sembilan bulan. Lantas, Allah S.W.T. jadikan sebaik-baik minuman bagi sosok yang baru lahir itu hingga dua tahun berikutnya.

Kita memang tidak tahu sejauh mana takdir Allah S.W.T. membawa anak tersebut. Yang pasti, Ibu adalah sumber energi pertama dan utama hingga se-sosok manusia itu menemukan peran terbaik-nya.

Allah S.W.T. memuliakan ibu dengan ditempatkan-Nya rahim dalam tubuhnya. Ia juga yang kemudian Allah S.W.T. berikan ikatan spesial dengan anak yang nantinya lahir dari rahim tersebut. Jalannya dengan memberikannya peran menyusui selama kurang-lebih dua tahun. “Darah” itu mengalir membangun tubuh anak sehingga anak dapat tumbuh dengan sehat serta jauh dari penyakit.

Namun, sudah selayaknya selama kita hidup di dunia, Allah S.W.T. akan hadirkan ujian sebagai sarana penghapus dosa sekaligus meningkatkan derajat di sisi-Nya. Penyakit yang paling berisiko bagi para ibu itu salah satunya mengidap bagian tubuh yang mengalirkan air susu bagi anak, payudara.

Untuk itu, MPI episode (31/7) menghadirkan dokter sub spesialis kanker ganas, dr. Rian Robian, Sp. B. Subsp. Onk (K), FINACS, FICS. Besar harapan kami para ibu dapat lebih waspada dengan penyakit yang cukup banyak merenggut nyawa para Ibu ini.

Dokter Rian menyampaikan jika kanker payudara merupakan kasus kanker terbanyak di Indonesia maupun global dengan jumlah 68.858 (16 persen) dari total 396.914 kasus. Sedangkan kanker servix (mulut rahim) merupakan kasus terbanyak berikutnya dengan 9,2 persen.

Dokter Rian lebih lanjut memaparkan, jika 22.430 (34,1 persen) dari keseluruhan kasus kanker di Indonesia harus berujung pada kematian. Ia menyayangkan jika masih banyak Ibu yang cenderung “menolak” kemungkinan dirinya mengidap kanker.

“Sayangnya masih banyak Ibu yang menolak (ketetapan. ed) dirinya berpotensi mengidap kanker, menunda untuk memeriksakan ke dokter dan malah memilih jalur alternatif, padahal makin dini deteksi kanker, makin besar kemungkinan Ibu dapat bertahan hidup,” jelas salah satu dokter dengan spesialisasi yang hanya 200 orang di Indonesia yang berpenduduk sekitar 240 juta.

Nyatanya, Dokter Rian melanjutkan paparannya, lebih banyak pasien datang ketika sudah berada pada tahap stadium lanjut daripada datang pada tahap yang masih memungkinkan dirinya dapat bertahan hidup.

“60-70 persen pasien datang ketika kondisi sudah mencapai tahap stadium lanjut, sedangkan yang datang dalam kondisi masih pada tahap survival (kemungkinan bertahan hidup ed.) 30 – 10 persen saja,” terangnya.

Karena itu, ia menyarankan agar Ibu dapat melakukan deteksi dini kanker payudara. Kemudian, ketika Ibu mendapati benjolan meski sedikit atau sekecil apapun, hendaklah segera mengkonsultasikan pada ahlinya.

Selanjutnya, untuk mencegah kanker, dokter Rian menyampaikan, hendaknya Ibu dapat melakukan disiplin hidup sehat, dengan pola makan sehat, olah raga, berpikiran positif, termasuk ketika sudah divonis mengidap kanker.

“Kalau ibu divonis mengidap kanker, jangan pikirkan kankernya, nanti stres. Tetaplah berprasangka baik pada Allah, terima takdir-Nya, dan kembalikan semua pada Allah,” terang dokter Rian.

Untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin, dokter Rian kemudian memaparkan caranya, yakni dengan metode SADARI; periksa payudara sendiri. Mau yang masih muda maupun yang sudah berusia lanjut, sama-sama harus melakukannya. Berikut ketentuannya:

  • Sebulan sekali
  • 7-10 hari pasca menstruasi
  • Perempuan di atas 20 tahun
  • Yang sudah menopouse, periksanya di tanggal yang sama di setiap bulannya

“Dengan sadar, kita dapat mendeteksi kanker se-dini mungkin sehingga masih dapat sembuh dan mengurangi risiko kematian. Tak hanya itu, hasil pengobatan pun akan  lebih baik,” terang dokter Rian.

Kemudian, berikut adalah ciri-ciri umum payudara yang mengidap kanker: tampak kemerahan, kulit di sekitas putting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara, dan pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, terdapat benjolan, keluar cairan yang tidak normal (darah atau bukan darah walah tidak ada benjolan), dll.

Di antara berbagai ciri-ciri tersebut, keluhan terbanyak, mencapai 78 persen ialah berupa benjolan, keluar cairan, dan luka tidak sembuh-sembuh.

Ibu dengan segala yang ada pada tubuh ibu merupakan amanah dari Allah S.W.T. Merupakan tanggung jawab Ibu, khusunya, dengan pendampingan dan perhatian Ayah untuk menjaganya tetap sehat.

Dengan begitu, kita boleh berharap, jika generasi yang lahir dari rahim Ibu, disusui dengan penuh kasih sayang itu dapat menjadi generasi hebat, pelanjut estafeta amal sholeh Ibu-bapak semua.

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *