Hari Raya JANGAN Jadikan Hari RIYA


Riya’ ada dua jenis
.
Jenis yang pertama hukumnya syirik akbar. Hal ini terjadi jika sesorang melakukan seluruh amalnya agar dilihat manusia, dan tidak sedikit pun mengharap wajah Allah. Dia bermaksud bisa bebas hidup bersama kaum muslimin, menjaga darah dan hartanya. Inilah riya’ yang dimiliki oleh orang-orang munafik
.
Allah berfirman tentang keadaan mereka (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An Nisaa’:142)
.
Adapun yang kedua adalah riya’ yang terkadang menimpa orang yang beriman. Sikap riya’ ini terjadang muncul dalam sebagian amal. Seseorang beramal karena Allah dan juga diniatkan untuk selain Allah. Riya’ jenis seperti ini merupakan perbuatan syirik asghar.

Jadi, hukum asal riya’ adalah syirik asghar (syirik kecil). Namun, riya’ bisa berubah hukumnya menjadi syirik akbar (syirik besar) dalam tiga keadaan berikut :

1. Jika seseorang riya’ kepada manusia dalam pokok keimanan. Misalnya seseorang yang menampakkan dirinya di hadapan manusia bahwa dia seorang mukmin demi menjaga harta dan darahnya.

2. Jika riya’ dan sum’ah mendominasi dalam seluruh jenis amalan seseorang.

3. Jika seseorang dalam amalannya lebih dominan menginginkan tujuan dunia, dan tidak mengharapkan wajah Allah
.
Telp.08112216667
Kantor Sekretariat
Galeri Dakwah Percikan Iman
Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 022-8888 5066

www.percikanIMAN.org
www.AamAmiruddin.com
www.twitter.com/percikaniman

#lailatulqadr
#lailatulqadar #kajianmpi #aamamiruddin #bandung #tadabur #tafakur #motivasi #ibadah #islam #inspirasi #mukmin #muslim #kajianislam #majelisilmu #percikaniman #jumat #ngaji #indonesia #bandung #jumatberkah #percikaniman #pengajian #ilmuagama #jawabarat #mpi #transstudio #masjid #artikelislam #tanyajawab #keluargasakinah