masjid peradaban percikan iman2

Hikmah I’tikaf

Iktikaf (bahasa Arab: الاعتكاف‎) berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridaan Allah dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatannya. Orang yang sedang beriktikaf disebut juga muktakif. Berikut ini adalah hikmah dalam melaksanakan kegiatan I’tikaf :

🦚 Umur adalah Rezeki

Dengan adanya pandemi, lama tak bersilaturahim. Banyak sahabat yang kini sudah tidak bisa bersama kita, berjatuhan meninggalkan kita. Umur adalah rezeki, setiap makhluk yang bernyawa memiliki waktu hidupnya yang terbatas. Tidak seorang pun sanggup menambah tahun, hari, atau bahkan detik sekalipun dalam hidupnya. Memiliki umur panjang,  akan sia-sia tanpa diiringi ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, isi  sisa umur yang dimiliki, dengan rajin beribadah dan beramal shalih, melakukan yang terbaik, sebagai bekal di dunia dan di akhirat nanti.

🦚 I’tikaf adalah ibadah penyerahan diri kepada Allah SWT, di dalam masjid, dan menyibukkan diri dengan berbagai bentuk ibadah yang layak dilakukan di dalamnya.

🦚 Syarat (aturan) I’tikaf bagi wanita :

  1. Harus izin suami.Wanita tidak boleh ber-i’tikaf, kecuali setelah mendapat izin dari suaminya. Dalam riwayat di atas dijelaskan bahwa ‘Aisyah, Hafshah, dan Zainab meminta izin kepada Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam untuk melakukan i’tikaf.

Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri beliau untuk beri’tikaf. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ – قَالَ – فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus i’tikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa’id) berkata: Kemudian ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meminta izin untuk bisa beri’tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”

Bagi yang belum menikah, harus izin pada orang tuanya.

  1. Tidak boleh melalaikan kewajiban yang lebih wajib.Seorang istri atau seorang ibu yang masih memiliki anak kecil, memiliki kewajiban untuk mengasuh anaknya. Ini adalah kewajiban yang harus didahulukan jika untuk memilih antara I’tikaf atau mengasuh anak. Jangan sampai kasusnya anaknya masih kecil-kecil, dititipkan pada orangtua agar dapat I’tikaf. Seorang suami memiliki kewajiban untuk memberi nafkah pada istri dan keluarga. Jangan sampai ia ber I’tikaf, namun kewajibannya untuk memberi nafkah keluarga terbengkalai.

 

I’tikaf juga menyadarkan kita bahwa dunia itu melelahkan, lelah merupakan hal yang manusiawi. Manusia akan selalu merasakan lelah dan bosan ketika hidupnya terculik oleh sempitnya dunia ini. Apalagi memang dunia itu dijadikan sebagai tempat untuk berlelah. Tabiatnya lelah dan karenanya selama masih di dalamnya pasti lelah. Tabiat kehidupan dunia yang terbatas, fana dan melelahkan. Sehingga tidak perlu menyandarkan harapan sepenuhnya kepada dunia ini.

Namun, ada Lelah yang akan mendatangkan kasih sayang Allah yakni  :

  1. Lelah dalam ibadah .QS Al Muzzammil (62) : 1-5

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُزَّمِّلُ

  1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),

قُمِ ٱلَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا

  1. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),

نِّصْفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا

  1. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

  1. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

إِنَّا سَنُلْقِى عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

  1. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.

 

  1. Lelah dalam mencari nafkah. QS Al Jumuah (62) : 10

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

  1. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

 

  1. Lelah menghadapi ujian.QS Al Baqarah (2) : 155-157

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

  1. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

  1. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

  1. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

 

  1. Lelah dalam mencari ilmu. QS Al Mujaadillah (58) : 11

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

  1. Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

  1. Lelah dalam mengurus keluarga.QS At Tahrim (66) : 6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

  1. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

 

🦚 Terakhir, jangan lupa selalu Berdoa mendapatkan Ridha Allah. QS An Naml (27) : 19

… رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

  1. … “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Semoga kita semua bisa mendapatkan ridha Allah atas segala ibadah terbaik yang kita lakukan. Termasuk melalui I’tikaf yang kita lakukan.

Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin…

 

Wallahu a’lam bisshawab.

Resensi Kajian Ust. Dr. Aam Amirudin, M.Si @MT Tridaya, 🕌 Twin Tulipware – 🗓  Rabu, 20 April 2022 – 📝 oleh : Evy Vivi

Humas PI

Humas PI

PERCIKAN IMAN ONLINE DIGITAL - Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *