Hukum Tidak Percaya Hadis, Hanya Percaya Qur’an

Percikan Iman – Waspadalah, jika kita mendapati pemahaman yang mengatakan cukup percaya dengan Al-Qur’an, tanpa harus percaya pada sunnah atau hadits. Ketahuilah itu merupakan wujud pemahaman “inkar sunnah”.

Paham ini merupakan paham yang dapat menghancurkan Islam dari dalam. Ketahuilah, Al-Qur’an dan As-Sunnah merupakan satu kesatuan referensi ajaran Islam yang utama. Keduanya ibarat dua sisi mata uang yang nilainya bisa kita peroleh jika ada keduanya.

Pasalnya, penjelasan mengenai isi Al-Qur’an ada di dalam hadits. Allah S.W.T. memang sumber ajaran, namun bagaimana cara menjalankannya, ada pada diri Rasulullah S.A.W. Misal  dalam hal shalat, sementara Qur’an hanya menjelaskan “sujud dan ruku’lah”, cara sujud dan ruku’-nya hanya dapat kita temukan di hadits.

Ini berbahaya, ketika seorang muslim inkar sunnah. Mereka tidak percaya adanya sisksa kubur karena katanya tidak ada dalam Al-Qur’an, padahal itu bagian dari alam ghaib yang Rasulullah S.A.W. sampaikan. 

Kemudian, orang yang tidak percaya pada sunnah akan kesulitan dalam beribadah karena detail-nya hanya dapat kita temukan di hadits. Soal haji, Al-Qur’an tidak menjelaskan bacaan dalam berbagai ritual haji, hanya menjelaskan sebagian tawaf dan wukuf.

Dapat kita katakan, tiga perempat (¾) agama Islam hilang ketika seseorang tidak mempercayai sunnah. Itu karena Allah S.W.T. mengutus Rasulullah S.A.W. untuk menjelaskan ajarannya lewat qaul, perbuatan, maupun persetujuan beliau. 

Belum lagi ada sunnah yang menjadi cita-cita beliau. Misal dalam hal shaum muharram. Rasulullah S.A.W. keburu meninggal pada tahun berikutnya, namun Nabi S.A.W. sudah berkata akan melaksanakan shaum tanggal 9 Muharram, namun beliau baru dapat melaksanakan pada tanggal 10-nya. 

Melaksanakannya, merupakan bentuk cinta kita pada Nabi Muhammad S.A.W. 

Ketahuilah sahabat, ajaran ini sengaja disebarkan oleh kalangan orientalis. Mereka belajar Islam untuk mencari celah dalam Islam, kemudian merumuskan ajaran yang keluar dari ajaran Islam yang sebenarnya. Mereka menghancurkan pemikiran Islam alias menghancurkan Islam dari dalam. 

Sementara itu, segala yang disampaikan oleh Rasulullah S.A.W. bersumber dari wahyu semata, bukan dari hawa nafsu-nya. Artinya, sunnah merupakan ajaran yang tak terpisahkan dari Islam.

Dalam surat An-Najm ayat 3-4, Allah S.W.T. berfirman,

 

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى

tidaklah Muhammad itu berucap menurut hawa nafsunya.

اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ 

Apa yang diucapkannya itu tidak lain adalah Al-Qur’an yang diwahyukan kepadanya,


Tulisan merupakan resume materi “bedah masalah” yang disampaikan oleh guru kita, Ustadz Aam Amirudin pada Majelis Percikan Iman (MPI) di Masjid Peradaban Percikan Iman, Arjasari Ahad (15 Januari 2023)

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *