Karakteristik “Jalan Yang Lurus”

Percikan Iman — Banyak sumber mengatakan jika memiliki tujuan hidup berkaitan erat dengan hidup yang lebih sehat. Beruntungnya kita selaku Muslim, Allah Swt. memberikan kita tujuan hidup yang paling ideal, yakni meraih Ridho-Nya. Tak hanya itu, Allah Swt. pun memberi kita “peta”, “rambu”, juga berbagai kemungkinan rintangan, berikut solusinya.

Bayangkan, ketika seluruh umat manusia dalam kondisi mencekam, semua was-was karena setiap aib diungkap, dipertontonkan di hadapan manusia, tanpa satu pun terlewat. Sementara, neraka diperlihatkan dihadapan. Di sisi lain, cuaca begitu panasnya; keringat yang lengket. Belum lagi suara bising dari puluhan miliar orang, Namun, tiba-tiba kita mendapatkan panggilan


يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً 

فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ

وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖ

Hai, jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya, masuklah dalam golongan hamba-hamba-Ku, masuklah dalam surga-Ku.” (QS. Al-fajr: 27-30)

Untuk meraihnya, Allah Swt. telah menentukan jalannya. Selain lewat ibadah ritual dan pengorbanan, mematuhi perintah dan menjauhi larangannya (halal-haram). Allah Swt. juga akan menghadapkan kita dengan berbagai musibah atau persoalan, gangguan, juga godaan. Internal itu berupa hawa nafsu, eksternal berupa setan (baik dari golongan manusia maupun jin)

Jalan yang lurus (shiraathal mustaqiim), tak mesti mulus. Kadang menanjak, kadang menurun, ada krikil yang dapat membuat kita terpeleset, juga ada lubang yang mungkin membuat kita terjerembab ke dalamnya. Inilah jalan lurus yang kita minta di setiap shalat, jalan menuju Allah Swt., penuh dengan “tantangan”. Inilah jalan menuju surga-Nya.

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ

ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ


Mahasuci Allah yang menguasai segala kerajaan dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Allah yang menciptakan mati dan hidup, untuk mengujimu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya. Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun.

(QS. Al-Mulk: 1-2)

Juga, dalam Qur’an Surat Ali-Imron ayat 142, Allah Swt mempertegasnya, 

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصّٰبِرِيْنَ

Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar?

Setiap zaman, melahirkan rupa problematika yang berbeda. Para ilmuan mengatakan, jika kita saat ini berada di zaman yang serba tak pasti, perubahan dapat terjadi begitu cepat sehingga sulit diprediksi. Menghadapi situasi tersebut, manusia cenderung lebih mudah terlarut dalam kecemasan. 

Seorang antropolog asal Amerika, Jamais Cascio, berpendapat bahwa istilah VUCA hanya dapat menggambarkan kondisi sebelum adanya pandemi, disrupsi teknologi, dan ketidakstabilan perpolitikan dunia. Pandemi Covid-19 menuntut adanya pemahaman baru yang bisa kita kenal dengan istilah BANI. 

  1. Brittle: Terlihat stabil di permukaan. Namun, rapuh dan mudah hancur seketika tanpa bisa kita antisipasi
  2. Anxiety: ketakutan bahwa segala sesuatu bersifat tidak pasti dan dapat terlepas kapan 
  3. Non Linier: “Upaya yang besar memang tak selalu menghasilkan efek yang besar dan begitu pula sebaliknya” 
  4. Incomprehensible: “Tidak adanya penjelasan menyeluruh yang dapat menjadi solusi dari masalah tersebut

“Saat kita menghadapi ketidakpastian, otak kita sering kali mendorong kita untuk bereaksi berlebihan.” Orang-orang sukses, seperti yang kita lihat pada Nabi SAW, mampu mengesampingkan mekanisme ini dan mengalihkan pemikiran mereka ke arah yang rasional dan lebih menenangkan

Untuk itu, mari kita belajar lebih dalam lagi tentang Islam karena di dalamnya, kita akan menemukan jawaban ultimate dari berbagai persoalan yang kita hadapi selama kita hidup.


______
Tulisan ini merupakan pengembangan dari materi yang disampaikan oleh guru kita, Ustadz Aam Amiruddin pada Safari Dakwah Percikan Iman, yang berlangsung pada Bulan Desember 2023

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *