percikaniman2

Konsep Waktu Dalam Islam

Baru saja kita memasuki  tahun baru 2022 Masehi. Bila melihat angkanya itu, bisa dipastikan bahwa bumi tercinta ini sudah tua secara peradaban jika melihat dari besarnya perhitungan tahun masehi.

Kalender masehi pertama kali digunakan di negara-negara di Eropa kemudian menyebar ke seluruh Dunia. Pencetus sekaligus pembuat kalender ini adalah Paus Gregorius XIII. Kalender ini dibuat untuk menggantikan kalender Julian yang perhitungan tanggalnya keliru. Sedangkan kalender hijriah pertama kali digunakan pada masa Pemerintahan Umar bin Khattab. Tahun baru 1 Hijriah ditentukan berdasarkan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Nabi Muhammad SAW hijrah pada 622 Masehi.

Konsep waktu dalam pandangan Islam tak sekadar menyoal perihal rutinitas kehidupan sehari-hari. Islam menempatkan waktu sebagai perkara penting dan mendasar sehingga jika tak dimanfaatkan dengan baik, maka kerugianlah yang akan diperoleh. Lebih dari kerugian materi, menyia-nyiakan waktu bisa berakibat terbengkalainya sisi akhirat seorang hamba. Salah satu konsep waktu dalam pandangan Islam salah satunya tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj.   

Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (al-hajj 22:47)

Sedikitnya ini memberi pemahaman bahwa 2000 tahun masehi setara dengan dua hari di akhirat. Dalam surat lain dijelaskan bahwa perhitungan itu bisa jadi keliru, karena bisa jadi lebih sedikit lagi :

Dia (Allah) berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”, Mereka menjawab, “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.” Dia (Allah) berfirman, “Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui (al-mu’minun 23:112-114

Bila kita mengukur umur Nabi Muhammad SAW sekitar 60-an tahun bahkan tidak ada setengah harinya menurut perhitungan akhirat. Namun itu hanya berlaku bagi orang-orang yang tidak memanfaatkan kehidupan dunianya untuk bekal akhiratnya. Dalam Islam, sesungguhnya amal dan silaturahmi dapat memperpanjang usia kita.

Dalam banyak kisah, kita masih bisa mendengar keteladanan Nabi dan para sahabatnya yang lahir lebih dari seribu tahun yang lalu. Kebaikannya menjadi amal jariyah yang memperpanjang umurnya. Banyak disebut dan diteladani akhirnya malah memperpanjang bekalnya padahal jasadnya sudah tidak ada.

Bukan itu saja, para pahlawan negara atau bahkan orang terdekat kita sendiri baik orangtua, sahabat kerabat, yang kita kenal lebih pajang umur kebaikannya daripada umur biologisnya. Pertemuan dengan mereka akan menjadi kesan yang baik kelak, karena bersilaturahmi dalam kebaikan akan bersaksi untuk kebaikan di akhirat kelak.

Allah Swt berfirman dalam Kitab-Nya, “Demi masa. Sesungguhnya, manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orangorang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat- menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-‘Ashar [103] : 1-3).

Ungkapan yang tepat untuk menggambarkan dengan semangat Surah di atas, “Waktu seperti pedang, jika tak ditaklukkan dengan baik, maka benda itulah yang justru akan menebas pemiliknya”. Sejatinya, waktu adalah makna dari hidup itu sendiri.

Pentingnya waktu, disadari dengan baik oleh para cendekiawan Muslim pada masa lalu. Hal itu dibuktikan dengan menghabiskan waktu yang mereka miliki. Tidak untuk beribadah semata, tetapi mendedikasikan pula hidup mereka untuk perkembangan ilmu pengetahuan.

Selamat memasuki tahun baru 2022 Masehi dengan penuh semangat dan tanggungjawab menjalaninya dengan penuh kebaikan. Kita hidup seperti berpapasan saja, maka jadikan waktu tesebut berkesan dunia dan akhirat. Kita ingin berpapasan kelak dengan sahabat semua dalam bentuk terbaiknya seperti di dunia. Jangan sia-siakan waktu kita didunia, lakukan selalu amal terbaik kita, mulai bergerak dan sadarkan diri kita semua.

Penulis : Pipit Nurul Fatimah

Humas PI

Humas PI

PERCIKAN IMAN ONLINE DIGITAL - Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *