Menciduk Perindu Baitullah Pada Manasik Perdana di Masjid Peradaban

Percikan Iman – Dua tahun akhirnya terlalui. Masa-masa di mana rindu kian menyesakkan dada. Setiap terdengar atau terbaca kalimat dengan kata “haji”, seketika hati berdegup, berharap gerbang baitullah dibuka.

Maret lalu, semburat harapan itu mulai terlihat, di mana shalat di masjidil haram kembali rapat; tanpa menjaga jarak. Namun, Anda tak ingin kecewa sehingga hanya do’a yang dapat Anda lepas landaskan.

Harapan itu kian memancar ketika pemerintah Arab Saudi mengumumkan secara resmi jika “gerbang haji” kembali mereka buka. Anda sedikit membuka hati untuk harapan tersebut.

Sayangnya..

Kuota jama’ah dikurangi setengahnya. Anda kembali melangitkan harapan, semoga Anda yang mendapatkan giliran lebih dulu.

“Setelah dua tahun, kita tidak memberangkatkan jemaah haji karena Covid-19, alhamdulillah atas ikhtiar dan doa kita semua, di tahun ini kita akan kembali memberangkatkan jemaah haji dengan kuota 100.051 jemaah dan 1.901 petugas,” ujar Menag Yaqut Chalil Qoumas pada bulan April lalu.

Terpaksa, Anda harus menyisihkan ruang di hati, kalau-kalau Anda harus kembali menunda. Anda menyiapkan “laci” untuk menyimpan sementara gambaran ka’bah, perasaan haru memaut hati berdekatandengan-Nya.

Kemudian Anda mendapat kabar jika kuota haji warga Bandung hanya 1.116 orang. 87 di antaranya adalah sahabat, jama’ah KBIH Percikan Iman.

Nama-nama yang berangkat pun kami umumkan pada momen sepuluh hari terakhir Ramadhan lalu. Mereka yang namanya termasuk dalam daftar berangkat tahun ini terlihat bersyukur, sisanya bersabar, menikmati penantian dengan harapan Allah catat sebagai bentuk kesungguhan.

Jumat, 27 Mei 2022, 83 jama’ah hadir di Manasik Haji KBIH Percikan Iman. Manasik yang Anda nantikan. Kali ini di tempat yang istimewa, di tempat milik kita sendiri, Masjid Peradaban Percikan Iman. Kehadiran Anda tercatat sebagai sejarah Manasik Perdana di Masjid Peradaban.

Akhirnya, kain Ihram yang selama ini terpaksa tersimpan di lemari menemukan alasannya untuk kembali dipakai.

Rindu itu akhirnya membuncah..

Akhirnya, lantunan Labbaik Allahuma labbaik, Labbaik laa syarikka laka labbaik, Innal haamda wanni’mata laka wal mulk, Laa syariika lak itu menemukan momennya.

Aku datang ya Allah, Aku penuhi panggilan-Mu. Kusambut panggilan-Mu, dan tiada sekutu bagi-Mu.

Akhirnya, Anda dapat mendaki puncak ibadah, pemenuhan rindu pada sang khaliq.

Mari kita panjatkan harapan agar Allah S.W.T. menerima Haji kita, menjadi Mabrur. Sucilah diri layaknya bayi yang baru lahir.

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *