Mengkhatamkan Al-Qur’an?

Tidak ada keterangan yang melarang wanita haid memotong kuku atau rambut. Menurut sejumlah riwayat, wanita haid itu dilarang melakukan hal-hal berikut.

1.Wanita haid haram melakukan shalat dan shaum.
“Abu Sa’id r.a. berkata: Sesungguhnya Nabi saw. pernah berkata kepada para wanita: Bukankah wanita itu apabila haid tidak boleh shalat dan shaum? “Betul!” Jawab mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2.Wanita haid haram melakukan thawaf.
“Nabi saw. bersabda: Wanita yang sedang haid boleh melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji kecuali thawaf.” (HR. Ahmad dan Ibn Abi Syaibah)

3.Wanita haid haram melakukan hubungan seks.
“Dan apabila mereka bertanya kepadamu tentang wanita haid, katakanlah haid itu gangguan. Oleh karena itu janganlah kamu melakukan hubungan seks ketika wanita haid..” (QS. Al-Baqarah 2:222)

4.Wanita haid makruh berada di mesjid
“Ummu salamah r.a. berkata: Rasulullah saw. telah masuk ke masjid ini, kemudian beliau berseru dengan keras: “Sesungguhnya wanita haid tidak halal berada di mesjid, demikian juga orang yang junub.” (HR. Ibn Majah dan Thabrani)

Ada ulama yang mengharamkan wanita haid berada di mesjid dengan berlandaskan keterangan ini (meyakini hadits ini shahih), namun ada juga yang sekedar memakruhkannya (tidak dianjurkan wanita haid berada di mesjid) dengan alasan kedudukan hadits ini kurang shahih.

Kesimpulannya, wanita haid diperbolehkan memotong kuku dan rambut. Mereka diharamkan/dilarang melaksanakan shalat, shaum, thawaf, dan hubungan seks, serta dimakruhkan berada dalam mesjid. Wallahu A’lam

Humas PI

Humas PI

PERCIKAN IMAN ONLINE DIGITAL - Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

slot mahjong
slot mahjong
slot pragmatic
gambolhoki
slot pragmatic