Meningkatkan Value Harta Wakaf Dengan Support Mahasantri

Percikan Iman – Ketika masjid kita riuh oleh ayat-ayat Al-Qur’an, di sana lah kita layak bersyukur pada Allah S.W.T. karena telah menjdi bagian dari pembangunan Masjid tersebut.

Kita yang ber-wakaf tentu berharap jika harta yang kita wakaf-kan value-nya dapat terus bertambah. Dalam hal ini, tanah wakaf dan masjid yang sudah kita dirikan bersama, nilainya dapat bertambah seiring manfaat hasil olahan berbagai aktifitas yang kita lakukan di dalamnya.

Itu juga berarti, jika tanah wakaf tersebut tak ada aktifitas yang dilakukan atasnya, makan nilainya tetap. Dengan catatan, tidak mengurangi niat awal kita mewakafkan harta tersebut.

Artinya, bila ingin nilai harta yang kita wakafkan tersebut ingin terus tumbuh, maka berbagai aktifitas yang memanfaatkan fasilitas yang dibangun dengan harta wakaf tersebut harus kita terus giatkan.

Dalam hal ini, Percikan Iman memilih aktifitas pesantren pasca sekolah sebagai awal mula aktivasi Masjid maupun keseluruhan komplek Masjid Peradaban. Hal ini, tak terlepas dari salah satu misi jangka panjang kita, yakni kesinambungan amal.

Mereka yang menjadi “Mahasantri” ini kita targetkan dapat menjadi kader da’i Percikan Iman. Mereka-lah yang akan melanjutkan peran dan tugas dakwah melalui Percikan Iman di masa depan. Basisnya Al-Qur’an.

Di antara mereka para Mahasantri, kita akan menemukan Zamzam yang sudah mengabdikan dirinya bertahun-tahun sejak usia lulus SMP untuk menghafal Qur’an. Dari perjalanannya, kini ia sudah memperoleh 15 juz mutqin. Dia memutuskan me-mutqin-kan 15 juz sisanya di program Mahasantri Percikan Iman.

Dalam sehari, tak kurang dari satu lembar atau dua halaman Al-Qur’an berulang-ulang ia baca, berulang-ulang agar ia dapat mengingat huruf-demi huruf Al-Qur’an dalam dadanya. Di mana? Tentunya di Masjid Peradaban yang kita bangun bersama.

Di antara mereka juga ada yang bernama Bagas Dwi Herlambang. Meski hafalannya belum sesignifikasn Zamzam, namun dia memiliki semangat yang luar biasa. Tak hanya itu, dia juga seorang Polygoth atau seseorang yang mengusai banyak bahasa asing; Bahasa Prancis, Jepang, Spanyol, Inggris, beberapa di antaranya.

Tentunya, masih ada profil luar biasa lainnya di antara para Mahasantri Percikan Iman yang perlu kita gali. Mereka-lah yang ke depan dapat kita titipi harapan agar manfaat Al-Qur’an dan As-Sunnah dapat tersebut ke berbagai penjuru dunia, biidznillah.

Begitulah para pemikul beban da’wah, mereka tak cukup hanya hafal Al-Qu’an, namun juga dapat mengimplementasikan kandungannya. Lewat ilmu yang memadai, dengan “bahasa” yang kaumnya mengerti.

“Cinta Qur’an, Cerdas, Cinta Lingkungan, dan Berwawasan Budaya” begitulah landasan yang guru kita, Ustadz Aam Amirudin gaungkan dalam setiap program pendidikan di Percikan Iman.

Ketika tak ada satupun penyelamat, ketika tak ada lagi teman di alam kubur nan gelap juga sepi, di sana-lah kita akan menemui wujud dari “jariyah” amal kita. Ia satu-satunya teman dan sumber cahaya di sana.

Mari kita turut berkontribusi dan berlomba-lomba dalam amal sholeh ini. Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat menghubungi call center kami di: 0852-2118-4803.

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *