Pengorbanan Para Penuntut Ilmu

Percikan Iman – Sahabat, sebentar lagi kita akan bertemu dengan bulan yang Allah S.W.T. muliakan. Yang di dalamnya, Allah S.W.T. meletakkan waktu pelaksanaan haji di kota yang Ia muliakan, Makkah. Di waktu itu pula, Allah S.W.T. menetapkan hari raya bagi kaum muslimin di seluruh dunia, Idul Adha, dengan ritual utamanya, kurban.

Berbicara soal ibadah kurban, ketentuannya sudah Allah S.W.T. gariskan. Jenis hewannya, kriterianya, cara penyembelihannya, serta cara pembagian dagingnya.

Namun, jika kita tarik kurban dalam arti yang lebih umum, kita akan menemukan jika sejatinya, setiap kita dapat dan mungkin telah melakukan pengorbanan.

Lewat tulisan ini, penulis mengajak sahabat untuk kembali memaknai setiap perjalanan menuju Majelis Percikan Iman.

Bagi kalangan bapak-bapak yang umumnya bekerja Senin-Sabtu sudah seewajarnya jika di hari liburnya ingin bersantai. Bermain bersama anak, menirami tanaman, atau sekadar menikmati kopi di pagi hari sembari nonton berita dengan santai.

Namun, bapak memilih mengorbankan waktu santai tersebut.

Sedangkan ibu-ibu yang umumnya bertugas dinas di rumah-tangga, setiap pagi Senin-sabtu harus berjibaku membantu persiapan suami berangkat ke kantornya, anak yang harus berangkat ke sekolah. Sudah sewajarnya, di hari Ahad inginnya dapat bersantai, menonton serial drama, leyeh-leyeh, atau berkumpul dengan ibu-ibu komplek untuk sekadar “bersilaturahmi”.

Namun, ibu memilih mengorbankan waktu leyeh-leyeh tersebut.

Di Hari Ahad itu, bapak-ibu memilih untuk tetap bangun pagi. Usai shalat shubuh, bebersih diri. Masuk ke kamar mandi, membersihkan diri dengan air dingin. Setelah itu, bukannya menonton drama Korea, bapak dan ibu justru harus menghadapi drama yang sebenarnya.

Mulai dari pas buka lemari baju. Baju yang terbayang mau dipakai ternyata masih di jemuran. Terpaksa mengubah pilihan, memakai yang ada meski tidak sesuai rencana.

Kemudian berangkat pagi-pagi, yang dari luar Kota, dari Garut, dari Tasik, harus beli bensin yang tidak sedikit, keluar ongkos yang tidak sedikit (yang luar Kota, bisa ratusan ribu). Contoh, Pak Engkon yang menghabiskan lebih dari Rp 300 rb sekali berangkat ke Arjasari.

Belum lagi, kadang buat sarapan pun tak sempat, kecuali di perjalanan atau baru setibanya di Arjasari, sedikit menahan lapar.

Belum lagi di perjalanan di satu titik ada macet, beberapa kilometer kemudian ada pengemudi yang menyalip dengan memotong jalur, beberapa meter kemudian bertemu dengan pengemudi yang lapu sen-nya ke kanan eh beloknya ke kiri, belum lagi ada yang tiba-tiba nongol dari kiri, mobil mundur sontak harus rem mendadak. Salah satu dadakan yang menyebalkan.

Di situ kita mengorbankan perasaan, memaksa diri untuk ridho.

Belum lagi, jalan ke Masjid Peradaban yang penuh polisi tidur, nanjak. Terkadang memaksa emosi keluar.

Belum lagi, sesampainya di lokasi, harus mengantri untuk mendapatkan parkiran. Diping-pong oleh petugas parkir. Eh, pas turun untuk tiba ke masjid, jalannya nanjak.

Sesampainya di masjid, eh, tempat duduk sudah penuh, atuh harus berdesakan. Bapak-ibu harus mengorbankan space duduk yang sebelumnya bisa selonjoran agar yang lain dapat tempat duduk.

Begitulah perjalanan sebagian para penuntut ilmu. Di dalamnya, kadang kita perlu pengorbanan. Mulai dari mengorbankan perasaan, mengorbankan sebagian harta, mengorbankan waktu libur.

Semoga setiap pengorbanan kita justru menjadi saksi, bahwa kita menempuhi jalan yang ditempuhi oleh para shalihin, yang kisahnya membentang dari Al-Fathihah sampai An-Nas.

Mereka yang Allah S.W.T. berikan nikmat. Salah satu pemeran utamanya ialah Nabi Ibrahim A.S. yang ridho dengan apapun keputusan Allah S.W.T. padanya. Ia yang kalaupun harus mengorbankan anaknya, namun demi ridho Allah S.W.T., meski berat, tetap melaksanakannya.

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *