Embracing Failure

Posted by - 25 June 2024

Percikan Iman – Merantau dari kampung halaman, berharap menggapai kesuksesan di Jakarta, nyatanya setelah bertahun-tahun berjuang, kesuksesan yang dibayangkan belum terlihat secercah-pun. Buka lapak di Tanah Abang, sepi, konon karena masyarakat sedang menahan sebagian besar uangnya untuk kebutuhan yang lebih pokok. Rasanya, ingin pulang saja, namun malu pada orang di kampung; pulang malu, tak pulang

Menyuburkan “Rasa” Cukup

Posted by - 20 May 2024

Percikan Iman – Jika kita cek para koruptor, menurut Anda mereka orang kaya atau miskin? Ya, siapun dapat melihatnya, mereka semua orang kaya. Namun, kok bisa ya udah kaya masiih aja nyolong uang rakyat? Emang gak cukup apa harta yang dia sudah punya? Mungkin Anda heran, namun, itulah tanda yang namanya “rasa cukup” itu bukan

Hedon Akibat Flexing

Posted by - 17 May 2024

Percikan Iman – Lihat orang-orang kaya dengan liburan di kapal pesiarnya, dengan mobil sport-nya, dengan rumah mewahnya, siapa sih yang  tidak tergiur? Ibarat orang “kehausan” dipertontonkan orang meminum air es, otomatis menelan ludah. Masalahnya, yang menontonnya, tak semua orang yang mampu memenuhinya. Maka bertambah haus-lah ia, dan akhirnya menghalalkan segala cara atau ia menjadi gila.

Upaya Mencegah Terjangkit Nifak

Posted by - 8 May 2024

Percikan Iman –- Nifak ibarat kanker yang menggerogoti keimanan serta kepribadian seseorang, bahkan lebih jauh, bisa sampai merusak lingkungan sosialnya, mulai dari keluarga hingga masyarakat. Maka, jangan sampai diri kita terjangkit oleh penyakit tersebut. Apalagi, kanker nifak ini konsekuensinya bukan hanya di dunia, tapi terbawa hingga kehidupan kita di akhirat. Karena itu, penting untuk kita

Bahaya Terjangkiti Nifak

Posted by - 7 May 2024

Percikan Iman – Jika munafik itu segolongan orang berpenyakit, maka kita harus menjauhinya. Sayangnya, sifat-sifat mereka merebak di udara sehingga siapapun bisa tertular sifatnya. Awalnya mungkin sekadar “mencontek”, lama-lama bisa korupsi. Kalau sudah terbiasa, maka seseorang bisa sampai membenci kebenaran dan berada di dalamnya semata karena keuntungan duniawi semata.  Dalam Qur’an, surat Al-Baqarah ayat 8

Ragam Sifat Hipokrit

Posted by - 6 May 2024

Percikan Iman – Betul, munafik itu muncul di hati orang-orang yang membenci Islam, sedang sifat-sifatnya bisa menjangkiti siapapun. Salah satunya jika berkata, dia dusta. Itu sifat orang munafik yang hendaknya kita jauhi. Selain itu,sifat  orang munafik juga termasuk mengobral janji tanpa niat menepatinya, juga dia berniat salah saat memegang amanah sehingga mengkhianatinya, selanjutnya, jika berselisih

Daya Rusak Munafik

Posted by - 27 March 2024

Percikan Iman – Kafir itu, ibarat warna hitam di atas putih, siapapun dapat melihatnya dengan jelas, minimal kita lihat dari KTP-nya. Namun, ada golongan, yang dia ber-KTP Islam, namun di balik itu dia menyembunyikan kebencian yang besar pada orang maupun ajaran Islam. Bahayanya, beberapa sifanya, bisa menjangkiti Muslimin, sadar maupun tidak. Perilakunya bernama nifaq, pelakunya

Kerikil di Jembatan Taat

Posted by - 26 March 2024

Percikan Iman – Jembatan ketaatan memang lurus, tapi tidak berarti mulus. Kadang menanjak, kadang curam, kadang licin karena kerikil. Karena “kerikil” itu keniscayaan, meski kita meminta agar Allah menghindarkan kita, namun ujian dan godaan akan tetap mendera kita. Sisanya, kita harus berupaya menampilkan sikap terbaik.  Dalam konteks kehidupannya, ada dua jenis manusia, begitu menurut penerjemah

Selamat Berkendara Taat

Posted by - 25 March 2024

Percikan Iman – Hidup ini ibarat meniti sebuah jembatan yang lurus. Masalahnya, meski lurus, ia kadang menanjak, kadang menurun, kadang licin, dan kadang berduri. Seandainya kita dapat menyikapinya sesuai dengan ketentuan, maka selamatlah kita. Namun, seseorang juga bisa terpeleset dan akhirnya masuk ke dalam jurang. Jembatan lurus itulah ketaatan dan menempuhnya akan penuh dengan rintangan.

Memplester Retak Hati

Posted by - 22 March 2024

Percikan Iman – Kecewa pada perilaku pasangan ialah hal yang niscaya lantaran amat berat bagi kita tak berekspektasi sama sekali padanya. Maka yang dapat seseorang upayakan ialah memilih sikap terbaik. Dengan begitu kekecewaan tersebut berlarut-larut hingga sebagai pasangan, terjebak pada “toxic relationship”.  Yang pertama, kendalikan ekspektasi Anda. Prinsipnya, sebagai sesama manusia, meski sudah lama hidup