Shaum Sarana Pelatihan yang Menghidupkan Kesadaran Diri

Percikan Iman – Bicara soal shaum bulan Ramadhan, tentu kita semua sudah sering mendengarnya, keterangannya terkandung pada Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183-187.

Prinsipnya, shaum itu sebentuk latihan dari Allah S.W.T. pada tiga elemen dalam diri kita; jasad, akal, dan hati. Kemudian, hasil pelatihan tersebut, nantinya akan menghasilkan tiga hal juga.

Pertama, shaum melatih jasad atau tubuh kita dengan melaksanakan perintah, yakni menahan diri dari makan dan minum.

Jasad, pada dasarnya, merupakan salah satu amanah Allah S.W.T. pada setiap manusia. Kita semua harus menjaganya. Shaum merupakan sarana yang Allah berikan agar kita dapat menunaikan amanah tersebut.

Sebagaimana yang dikatakan oleh para dokter ahli gizi, shaum dapat menurunkan gula darah. Yang sehari-hari kita sering ngemil, dengan Ramadhan, setidaknya konsumsi makanan dan minuman tidak sehat kita terkurangi.

Kedua, shaum juga merupakan sarana yang Allah S.W.T. berikan agar kita dapat mendayagunakan kecerdasan yang diberikan.

Dengan shaum, kita jadi lebih mudah melafalkan do’a dan itu merupakan sebentuk kecerdasan. Karena itu, perbanyak do’a mumpung mudah. Rugi kita kalau selama bulan Ramadhan kita tidak memperbanyak do’a.

Ketiga, shaum juga menjadi sarana bagi kita untuk memfungsikan hati dengan sebaiknya. Shaum bukan hanya soal menjaga diri dari menahan makan dan minum, namun juga perbuatan yang kurang baik.

Ramadhan, salah satunya, menuntut kita untuk menjadi lebih mudah memaafkan. Ketika kita mudah memaafkan maka hati kita akan lebih tenang.

Selanjutnya, jika semua proses tersebut sudah kita jalani, hasilnya dalam diri kita akan muncul tiga bentuk kesadaran.

Pertama, kesadaran untuk introspeksi diri. Kesadaran inilah yang mendorong diri mengingat-ngingat nikmat Allah dan mengingat-ngingat dosa yang pernah kita perbuat.

Mari kita buka Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 18.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Hai, orang-orang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Al-Hasyr:18

Untuk berintrospeksi, ada dua cara yang dapat kita lakukan, kontempelasi dan bercermin.

Kontempelasi yaitu upaya kita untuk melihat diri kita sendiri. Mengukur diri sendiri, apakah sejauh ini sudah baik sesuai panduan agama atau belum.

Sedangkan cara kedua, dapat kita lakukan dengan bertanya pada orang lain. Misalnya, kita bertanya pada pasangan kita. Kita bertanya pada istri atau suami kita, apakah kita sudah menjadi pasangan terbaik bagi dirinya atau belum.

Selanjutnya, hasil pendidikan shaum juga melahirkan kesadaran untuk memperbaiki diri. Mari kita lihat surat At-Tahrim ayat 8.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Hai, orang-orang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sungguh-sungguh. Mudah-mudahan Tuhan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, yaitu pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersama dengannya; cahaya mereka memancar di hadapan dan di kanan mereka. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya untuk kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

At-Tahrim:8

Di bulan Ramadhan, Allah menjanjikan pada kita, jika pintu-pintu syurga akan terbuka lebar. Maksudnya, Allah membuka lebar pintu taubat bagi orang-orang beriman.

Untuk poin ketiga, Insya Allah, akan kita bahas di pekan berikutnya.

Disarikan dari sesi ceramah Ustadz Dr. Aam Amirudin M.Si. pada MPI Perdana 27/3/2022 di Majid Peradaban Percikan Iman Arjasari

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *