Terlaknat Karena Melaknat

Percikan Iman – Wahai para orang tua, berhati-hatilah dengan lisan melaknat anaknya. Sesungguhnya Allah Swt. menyukainya, bahkan laknat itu akan jatuh pada orang tuanya lebih dulu ketimbang pada anaknya. Selelah apapun, sekesal apapun, jangan sampai kalimat laknat keluar dari mulut kita. Lebih baik, kita do’akan anak kita menjadi lebih baik nasibnya daripada kita.

Mendapati “kenakalan” anak-anak, wajar jika bapak-ibu kesal dan marah. Namun, ingatlah perilaku anak kita itu merupakan bentuk ujian dari Allah Swt. Misal kita mendapati anak kita malah asik main gim, padahal beberapa hari lagi ujian. Jangan sampai keluar kalimat “Kamu tuh ya bukannya belajar, mau jadi pengangguran hah ?!” 

Atau kita mendapati anak gadis kita mengecewakan kita, jangan sampai keluar kalimat, “Kamu tuh ya, capek tau ngadepin kamu kayak gini tuh. Emangnya kamu mau kamu punya anak nakal kaya kamu nanti hah?!” Jangan ya pak.. jangan ya buu.. Coba perhatikan hadits berikut ini,

وَعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لَا تُوَافِقُوا مِنْ اللهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ


Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mendoakan kejelekan untuk diri kalian sendiri, dan janganlah kalian mendoakan kejelekan untuk anak-anak kalian, serta jangan mendoakan kejelekan untuk harta kalian. Janganlah kalian berdoa seperti itu karena boleh jadi bersesuaian dengan satu waktu dari Allah yang jika Dia diminta sesuatu pada waktu tersebut, Dia pasti mengabulkannya untuk kalian.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 309]

Kita semua memahami, manahan luap amarah itu susah… berat… . Buktinya, mereka yang mampu mengendalikan amarahnya Allah Swt. akan ganjar dengan surga. Sedang surga hanya diberikan pada mereka-mereka yang mampu membujuk rayu Allah Swt. sehingga ridho padanya Meluapkan amarah bisa jadi memuaskan, namun yang puas itu nafsu kita. Pantaslah, rasa puas itu selalu disertai dengan rasa tak enak, bahkan penyesalan.

Menahan amarah kian berat karena manusia lahir dengan sifat dasar “tergesa-gesa”. Informasi tersebut, Allah Swt. sampaikan dalam salah satu firmannya, surat Al-Isra’ ayat 11

وَيَدْعُ الْاِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاۤءَهٗ بِالْخَيْرِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ عَجُوْلًا

Manusia sering sekali berdoa untuk kejahatan, sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Memang, manusia bersifat tergesa-gesa.

Bila amarah atau kekesalan pada anak mulai menyeruak dalam dada kita. Coba jeda sejenak dan pikirkan akibat laknat pada anak kita. Sanggupkah kita membayangkan kesulitan yang akan mendera anak kita? 

Mari kita belajar marah dari ibundanya Imam Masjidil Haram, Imam As-Sudais. Ia menjadi imam berkat dimarahi ibunya. Alkisah, Syeikh Sudais kecil tengah asyik bermain tanah. Di saat yang sama, ibunya sibuk menyiapkan hidangan makanan untuk tetamu yang hendak berkunjung. Di kala tetamu belum tiba, sementara jamuan telah tersaji, tiba-tiba tangan mungil Syeikh Sudais menaburkan segenggam tanah di atas makanan tersebut. 

Mendapati kelakuan nakal sang anak, ibu pun marah besar. “idzhab ja’alakallahu imaaman lil haramain (pergi kamu, biar kamu jadi Imam di Haramain),” ujar sang ibu dengan nada marah. Entah apakah ini doa atau kutukan seorang ibu. Namun, di dalam sanubari sang ibu, ia begitu menginginkan anaknya bermanfaat bagi umat. Do’a itu ia implementasikan melalui panggilan bagi anaknya, “Ya Abdurrahman, ya hafidzal quran, ya imamal masjidil haram.”

Sahabat, dari cerita rakyat Malin Kundang, kita bukan saja belajar akibat durhaka pada orang tua. Namun, kita juga belajar akibat dari orang tua yang tak mampu menahana amarahnya, kemudian melaknat anaknya.

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *