Ulama Besar Palestina Peringatkan Israel Terkait Tindakan Provokatif di Al-Aqsha pada Bulan Ramadhan

Percikan Iman – Israel mengatkan kaum Yahudi akan bebas berada di Masjid Al-Aqsha selama Ramadhan. Untuk itu, Mufti Yerusalem Syeikh Mohammad Hussein memperingatkan jika pada Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, Yahudi fanatik malah memprovokasi umat Islam di momen Ramadhan.

Datangnya Ramadhan di awal bulan depan, kaum Muslimin Palestina akan memenuhi masjid Al-Aqsha untuk beribadah selama berjam-jam, tertuma sejak maghrib hingga melaksanakan shalat tarawih.

Sementara itu, sebagaimana dikabarkan oleh Wafa News, Menteri Keamanan Israel Omer Bar-Lev, mengatakan jika kaum Yahudi akan bebas berada di masjid Al-Aqsha selama Ramadhan, sama seperti di waktu-waktu lainnya.

Karena itu, Syeikh Hussein memperingatkan otoritas pendudukan Israel agar jangan sampai para Yahudi fanatik malah menimbulkan tindakan provokatif. Kemungkinan itu dapat terjadi karena mereka hadir sementara ribuan umat Islam akan berada di masjid dalam waktu bersamaan.

“Pemerintah Israel akan bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari keputusan mengerikan yang meningkatkan dan memicu kebencian dan permusuhan di wilayah tersebut sebagai bagian dari upayanya untuk mengendalikan Masjid Al Aqsa,” katanya dilansir dari Wafa News, Rabu (23/3/2022).

Sebagaimana berbagai sumber sebutkan, kelompok Yahudi fanatik ingin mengubah status quo masjid Al-Aqsha. Mereka menginginkan pembagian masjid sebagai yang sudah terjadi di Masjid Ibrahimi di Hebron.

Kala itu, pemukim Yahudi menembaki sejumlah jama’ah Muslim pada pagi hari Ramadhan. Akibatnya, 29 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

“Merusak kesucian Masjid Al Aqsa adalah kejahatan keji, yang merupakan bagian dari upaya untuk memberlakukan fait accompli baru di dalamnya yang bertentangan dengan nilai-nilai agama yang melarang merusak tempat-tempat suci yang didedikasikan untuk beribadah, dan ketentuan hukum dan norma internasional,” kata Mufti Mohammad Hussein.

Menyikapi hal tersebut, otoritas pendudukan Israel pun tidak menindak tegas, malah membiarkan berbagai tindakan provokatif tersebut. Akibatnya, Syeikh Hussein mengatakan dapat menyakiti perasaan sekitar dua miliar Muslim di seluruh dunia.

“Tetapi otoritas pendudukan mengabaikan semua ini dan memprovokasi perasaan sekitar dua miliar Muslim di dunia, yang menimbulkan bahaya nyata dan menyerukan sikap Arab-Islam yang serius,” tambahnya.

Sebagaimana kita dapat temukan dalam berbagai media, pada 10 Mei tahu lalu, bertepatan dengan momen tarawih, pasukan Israel memasuki kompleks Al-Aqsha. Padahal, perjanjian 1967 menyebutkan jika mereka tidak diperbolehkan melakukan hal tersebut.

Akibatnya, menurut Palestine Red Crescent Society 278 jama’ah masjid terluka. Tak hanya itu, pada momen suci umat Islam tersebut, Israel bahkan melancarkan serangan udara ke jalu Gaza yang mengakibatkan tewasnya 20 warga Palestina.

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *