Wakaf Qur’an Sebagai Bekal Mudik ke Kampung Akhirat

Percikan Iman – Alhamdulillah, bersyukur pada Allah S.W.T. karena kita masih memperoleh sajian Ramadhan hingga sampai penghujungnya. Seiring itu, para pemudik mulai memenuhi jalur-jalur lintas daerah, lintas provinsi, bahkan lintas negara.

Meski tujuan daerahnya berbeda, namun semangatnya sama. Sama-sama ingin mengobati sesaknya rindu pada kampung halaman. Nuansanya, suasananya, orang-orangnya.

Demi pemenuhan tersebut, berbagai persiapan kita lakukan. Mulai dari pecahan uang kecil untuk dibagikan pada ponakan, oleh-oleh untuk mereka yang di rumah, dan tak ketinggalan bekal perjalanan.

Mulai dari kendaraan. Kalau perlu sewa, bahkan sengaja membeli mobil baru. Yaa, setidaknya untuk beberapa bulan, meski setelah itu dijabel lising. Peduli amat, yang penting bisa pulang kampung.

Untuk pemenuhan kebutuhan makan-minum, berkresek-kresek snack memenuhi sela-sela jok bagi yang berkendaraan mobil. Para pengendara motor sudah menentukan spot-spot istirahat yang setiap tahun menjadi langganan singgah.

Apapun kita persiapkan. Kerinduan itu terlalu menyesakkan..

Jika kita sebegitunya mempersiapkan diri untuk pulang kampung, sejauh mana persiapan kita untuk berpulang ke kampung akhirat? Apalagi, kita tidak pernah tahu kapan “jemputannya” tiba. Meski begitu, kepulangan itu pasti.

Untuk itu, Allah S.W.T. menyediakan seperangkat alat untuk memperoleh bekal perjalanan amat panjang. Bagaimana tidak panjang, durasi perjalanan yang akan kita tempuh seharinya sama dengan ribuan tahun di dunia fana.

Sedangkan “persinggahannya” begitu banyak. Alam barzakh, alam mahsyar, mizan, belum lagi jembatan shirot yang jurangnya begitu dalam. Saking dalamnya, ketika ada yang terjatuh ke dalamnya, yang kedalamannya mencapai waktu tempuh tujuh puluh tahun untuk sampai ke dasarnya.

Sama dengan usia kita hidup di dunia. Namun, tentu kita tidak ingin terjatuh. Naudzubillahi min dzaalik.

Karena itu, kita mesti mengoptimalkan berbagai sarana pengumpul bekal kita selama perjalanan. Salah satunya ialah jariyah. Dengan sedakah jariyah, bekal itu akan terus bertambah meski kita dalam masa “persitirahatan” di alam barzakh.

Banyak pilihan jariyah yang dapat kita pilih tuk menjadi sarana pengumpul bekal. Salah satunya ialah sedekah Al-Qur’an.

Al-Qur’an merupakan salah satu jariyah terbaik karena kita berpeluang mendapatkan multiple pahala. Selama Al-Qur’an tersebut ada yang membacanya, apalagi mentadabburi-nya, lebih jauh mengkaji serta mengamalkan isinya, kita berpeluang mendapatkan pahalanya.

Sebgaimana kita ketahui bersama, nilai kebaikan Al-Qur’an itu luar biasa besar. Ketika membacanya, per-satu hurufnya Allah S.W.T. mengganjar dengan 10 kebaikan. Bagi mereka yang terbata-bata, Allah S.W.T. janjikan dua kebaikan; pahala belajar dan membacanya. Sedangkan bagi mereka yang membaca dengan mahir, akan dibersamai oleh malaikat.

Dan masih banyak lagi..

Selamat kepada para muwakif Al-Qur’an karena wakaf Qur’an sahabat sudah sampai ke berbagai tempat. Beruntungnya lagi, Qu’an-qur’an yang kita tebarkan itu bukan sebatas menjadi pemanis sudut masjid, melainkan akan kita iringi dengan program-program dakwah di tempat tersebut.

Dua di antaranya, di Cianjur dan Ciamis. Wakaf Qur’an yang kita sampaikan sepaket dengan program Beberes Masjid. Selanjutnya, masjid-masjid tersebut akan kita optimalkan fungsinya lewat berbagai program mendatang. Mulai dari syawwal.

Kita semua patut bersyukur karena masih banyak masjid di Indonesia yang membutuhkan kepedulian kita. Artinya, peluang jariyah masih terbuka lebar bagi kita.

Mari sahabat, kita terus bersinergi dalam rangka mewujudkan peradaban yang membahagiakan semua orang. Agar bahagia sentuhannya perlu meneyeluruh.

Agar tercapai, titik mulanya ‘cukup’ dengan cara mengikuti cara yang Rasulullah S.A.W. lakukan kala itu. Salah satunya dengan membumikan Al-Qur’an, mengejawantahkan Qur’an sesuai tujuan diturunkannya, menjadi panduan selama hidup di dunia..

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *