Waktu Luang yang Membuka Celah Su’ul Khatimah

Percikan Iman – Bila niat taubat pembunuh 100 orang dapat membuka ampunan Allah S.W.T., bagaimana jika ada seseorang yang membuka celah terwujudnya niat maksiat, padahal di sepanjang hidupnya terentang ibadah sepanjang hayat?

Sahabat barangkali pernah mendengar kisah diterimanya taubat pembunuh 100 orang. Singkatnya, seorang tersebut sudah membunuh 99 orang. Di titik itu, ia memperoleh hidayah. Namun, ketika datang pada seorang ahli ibadah, ia malah mendapati jawaban yang malah mendorong dirinya membunuh ahli ibadah tersebut, sehingga genaplah menjadi 100 korban.

Jalan taubatnya akhirnya ia temukan berkat petunjuk dari seorang ahli ilmu. Berbekal petunjuk dari ahli ilmu tersebut, berjalanlah ia menuju satu kampung tuk bertaubat. Di tengah perjalanan takdir kematian menghampirinya. Setelah diukur oleh malaikat, ia lebih dekat satu jengkal menuju tempat taubatnya. Karena itu-lah, Malaikat Rahmat yang berhak menjemput ruh-nya. 

Pada waktu dan tempat yang berbeda, Syaikh Mahmud Al-Mishri, dalam bukunya Al-Khauf min Su’il Khatimah, menceritakan kisah ahli ibadah yang meninggal dalam keadaan su’ul khatimah. Di saat yang sama, saudaranya yang ahli maksiat justru meraih husnul khatimah, padahal seumur hidupnya ia habiskan untuk bermaksiat.

Singkat cerita, mendapati waktu luang, si ahli ibadah memutuskan mendengarkan ajakan untuk menghibur diri. Ia berpikir tidak masalah, pasalnya ia tahu Allah S.W.T. Maha Pengampun dan “pasti menerima taubatnya”. “Barang sejenak ini,” batinnya. 

Kemudian, ia pun turun dari ruangannya dengan niat tersebut.

Sementara itu, saudaranya yang ahli maksiat, di saat itu justru mendapati kesadaran untuk berhenti dari kebiasaan buruknya. Ia ingin bertaubat.  

Sungguh aku telah menghabiskan seluruh umurku dalam maksiat pada Allah S.W.T. Aku tak dapat membayangkan, saudaraku itu akan masuk surga sementara aku akan masuk neraka. Demi Allah, aku akan bertaubat dan naik ke kamar saudaraku di lantai dua rumah ini dan beribadah bersamanya dalam sisa umurku. Semoga Allah S.W.T. berkenan menerima taubatku,” tekadnya.

Ketika si ahli ibadah itu sedang menuruni tangga, qadarullah, ia terpeleset dan jatuh menimpa saudaranya yang sedang menaiki tangga tersebut. Akibatnya, keduanya meninggal di waktu bersamaan. 

Syaikh Mahmud Al-Mishri mengatakan, pada hari kiamat nanti si ahli ibadah akan Allah S.W.T. kumpulkan dengan niatnya berbuat durhaka. Sedangkan saudaranya akan Allah S.W.T. kumpulkan dengan niatnya untuk bertaubat. 

Sahabat, kematian itu misteri. Kita tak tahu Izrail datang menjemput ruh kita. Apakah dalam keadaan sehat, apakah pada saat berusia 63 tahun atau besok, bahkan setelah maghrib nanti? Yang pasti, ketika kematian itu tiba, kita tak dapat meminta Izrail memundurkannya meski ia seorang kekasih Allah, Nabi Ibrahim A.S. 

Yang dapat kita lakukan ialah berwaspada dan mempersiapkan diri agar jangan sampai dijemput dalam keadaan bermaksiat pada Allah, meski “baru niat”. Niat yang ada di hati kita, sudah sepatutnya kita jaga. Bisikan sehalus apapun, baik atau buruk dapat mengubah arah “langkah kita”. Sungguh menakutkan jika hati kita sedang berpaling dari Allah S.W.T. sementara kematian tiba-tiba datang. 

Berhati-hati dan berwaspadalah, karena Rasulullah S.A.W. bersabda,

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

Artinya: “Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu tergantung yang terakhir.” (HR Bukhari)

Sahabat, kematian merupakan salah satu musibah besar, namun, kata Imam Al-Qurthubi dalam bukunya At-Tadzkirah fi Ahwalil Mauta wa Umuuril Akhirah, lalai dari mengingatnya merupakan musibah yang lebih besar. 

Mari, kita jaga diri tetap waspada, mari kita bersama mengumpulkan bekal terbaik, yakni amal shaleh dan ketakwaan. Kita boleh menikmati hidup, namun jangan pernah tinggalkan shalat, jangan sepelekan maksiat, dan waspadalah dengan waktu luang kita karena kita tak tahu kapan kematian tiba menjemput kita.

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *