Yati: 50 Persen Umat Hindu Akan Menjad Muslim dalam 20 Tahun

Percikan Iman – Bila Anda mengira judul tersebut merupakan proyeksi seorang ilmuan, Anda salah. Sejatinya, kalimat tersebut keluar dari mulut pendukung sayap kanan nationalism yang Januari lalu mengobarkan provokasi genosida pada Muslim.

Ia adalah Yati Narsinghanand. Dalam salah satu agenda Mahapanchayat, kali ini, ia sejatinya sedang menakut-nakuti penduduk India.

“Hanya pada 2029 atau 2034 atau 2039 seorang Muslim akan menjadi perdana menteri. Begitu seorang Muslim menjadi PM, 50 persen Hindu akan masuk Islam, 40 persen akan dibunuh dan 10 persen sisanya akan tinggal di pengungsian. kamp atau di negara lain dalam 20 tahun ke depan. “Ini akan menjadi masa depan umat Hindu. Jika anda ingin menghindari masa depan ini, jadilah laki-laki dan angkat senjata,” kata Narsinghanand dalam video Mahapanchayat yang beredar di media sosial.

Narsinghanand merupakan pendeta salah satu sekte Hindu terbesar di India. Ia sebelumnya dituntut lima tahun penjara karena diangga membuat permusuhan pada kelompok Muslim. Ia dianggap melakukan pelanggaran berulang. Pertama, pada Desember 2021 lalu ia mengajak umat Hindu mempersenjatai diri dalam rangka melakukan Genosida pada umat Islam India.

Ia, mengutip viva.co.id merupakan orang kedua yang ditangkap karena perilaku bernada Islamophobia. Ia menyerukan pidato kebencian pada Muslim di salah satu konferensi yang digelar di Uttarakhand, negara bagian di mana Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) memimpin pada 17-19 Desember 2021.

Dalam sebuah video yang menunjukkan konferensi, Giri menyerukan kebencian terhadap umat Islam. Terdapat beberapa pendeta Hindu yang turut ikut serta. Bahkan, salah satunya Pooja Shakun Pandey yang merupakan seorang pemimpin nasionalis Hindu mengatakan bahwa India siap menjadi negara Hindu.

“Jika 100 dari kita siap untuk membunuh dua juta dari mereka, maka kita akan menang dan menjadikan India sebagai negara Hindu,” ujar Pandey, merujuk pada populasi Muslim di negara itu, dilansir Aljazeerah, Rabu, 19 Januari 2022.

Seruan pembantaian itu disambut tepuk tangan dari hadirin. Dalam acara tersebut, pembicara lain juga mengatakan jika boikot ekonomi tidak cukup. Senjatalah yang akan mencukupinya.

“Boikot ekonomi tidak akan berhasil. Kelompok Hindu perlu memperbarui diri. Pedang hanya terlihat bagus di atas panggung. Pertempuran melawan Muslim ini akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki senjata lebih baik,” ungkap pemimpin Hindutva, Narsinghanand, dikutip di TRT World Rabu, 19 Januari 2022.

Bukan hanya Yati, pembicara lain, Sekretaris Jenderal Hindu Mahasabha (Majelis Agung Hindu) Sadhvi Annapurna, menyerukan pembunuhan massal terhadap umat Islam.

“Tidak ada yang mungkin tanpa senjata. Jika Anda ingin melenyapkan populasi mereka maka bunuh mereka. Bersiaplah untuk membunuh dan bersiaplah untuk masuk penjara. Bahkan jika 100 dari kita siap untuk membunuh 20 lakh dari mereka (Muslim), maka kita akan melakukannya. Menang, dan masuk penjara,” jelasnya.

Media Dakwah Percikan Iman

Media Dakwah Percikan Iman

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *