Kembali
Disiplin Bersyukur

Disiplin Bersyukur

4 dilihat
13 mnt baca
SU

Sutan

Satu diantara yang dapat menjanjikan kebahagiaan dalam hidup adalah rasa syukur, meskipun setelah syukur ada rasa sabar dan perbaikan diri. Tapi dalam kajian kali ini kita akan membahas syukur. Ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang syukur,

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku dan jangan kamu mengufuri nikmat-Ku. (Al Baqarah [2] : 152)

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

Sungguh, Kami telah memberikan hikmah kepada Lukman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Barang siapa bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (Luqman [31] : 12)

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Ingatlah, ketika Tuhanmu memberitahukan, “Sesungguhnya, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, pasti azab-Ku sangat berat.” (Ibrahim[14] : 7)

Dalam konsep Islam ada syukur dan qana’ah. Kalau qana’ah adalah merasa cukup dengan apa yang Allah berikan. Adapun syukur adalah usaha mengembangkan apa yang ada di tangan kita, atau bisa juga dimaknai dengan menempatkan sesuatu secara proposional. Seperti anda memiliki bisnis, lalu anda mencoba mengembangkan bisnis yang sedang dijalani, nah tekad anda untuk memulai mengembangkan bisnis itu adalah bentuk syukur kepada bisnis atau kebaikan yang Allah berikan.

Makanya ada dua macam syukur

1.     Syukur kontekstual

Yaitu syukur yang dilakukan tergantung situasi tertentu dengan kata lain konstesktual. Seperti syukuran rumah, syukuran mau haji, atau tasyakur bi ni’mah. Apakah boleh syukuran seperti ini? Kalau niatnya bersyukur kepada Allah maka boleh, tapi lain cerita kalau niatnya ingin pamer.


وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
 

“Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).” (Ad Duha [10] : 11)

2.     Syukur substansial

Yaitu syukur yang harus dilakukan setiap detik sampai kita wafat. Jika syukur pertama karena ada situasi tertentu, sedangkan syukur kedua tidak mengenal situasi dan kondisi sebab harus dilakukan sepanjang hayat. Ada tiga wilayah yang jadi bagian syukur substansial

A.     Mensyukuri umur dan kesehatan

Kapan kita harus mensyukuri umur dan Kesehatan? Yaa jelas setiap saat, namun sayangnya banyak manusia yang lupa dan luput mensyukuri umur dan kesehatan ini, makanya kata Nabi banyak yang tertipu, salah satunya adalah nikmat sehat. Dengan kata lain tertipu ketika tidak mensyukurinya. Kalau bentuk syukur kepada umur adalah selalu dimanfaatkan dalam kebaikan.

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Infakkan sebagian harta yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang menjemputmu. Lalu, ada yang menyesali, “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sesaat saja agar aku dapat bersedekah dan menjadi orang-orang saleh.” (Al Munafiqun [63] : 10)

 وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَاۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila waktunya telah datang. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Munafiqun [63] : 11)

B.     Mensyukuri kemampuan berfikir

Allah telah memberikan kepada kita perangkat Istimewa berupa akal yang dapat membantu dan menyempurnakan kelemahan diri kita. Dan faktanya dunia terus berkembang menunjukan bahwa akal terus berfikir dan berjalan tidak pernah berhenti menciptakan inovatif untuk memudahkan kehidupan manusia. Makanya akal itulah yang membuat manusia jauh lebih mulia ketimbang makhluk lainnya.

C.     Mensyukuri hidayah Allah

Hidayah Allah atau petunjuk-Nya adalah hal yang sangat diperhitungkan untuk kehidupan kita, sebab tanpa hidaya-Nya mana mungkin kita bisa hidup lebih baik lagi? Tidak akan pernah bisa sama sekali jika hidup tanpa dibawah naungan hidayah.

Artikel Terkait