Jangan Merasa Aman dari Kematian
Sutan
“Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang dari malam hari ketika mereka sedang tidur? Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siskaan kami yang datang pada pagi hari ketika merekka sedang bermain? Apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah yang tidak terduga-duga? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang rugi.” (Al A’raf [7] : 99)
Satu diantara perasaan yang didamba-dambakan oleh kita adalah perasaan aman dari ketakutan, ancaman. Namun disatu sisi perasaan aman ini akan membahayakan, karena bisa jadi akan menyebabkan akan berpotensi melakukan kemaksiatan. Mohon maaf seperti contoh ketika orang-orang melakukan zina biasanya melakukannya di daerah atau area yang sepi. Kenapa hal itu terjadi, karen amereka merasa aman, merasa aman dari diketahui warga atau pihak keamanan. Artinya perasaan aman ini harus diwaspadai karena kerap menyebabkan manusia tidak hati-hati.
Maka yang harus tumbuh dalam diri kita adalah perasaan tidak aman dari setiap ancaman. Ketika kita melakukan apapun harus merasa tidak aman. Makanya Allah subhanahu wataala selalu menerangkan Innallaha khabirun bima ta’malun sesungguhnya Allah itu maha melihat artinya bukan hanya semata menanamkan tauhid pada kita bahwa Allah itu basirun maha melihat baik yang tersembunyi atau tidak Tapi ini menanamkan kepada diri kita selaku hambanya agar kita merasa tidak aman dari setiap intaian-intaian Allah subhanahu wa taala Nah maka artinya perasaan tidak aman akan menyebabkan kita waspada perasaan tidak aman akan menyebabkan kita hati-hati dalam segala melakukan tindak-tanduk perilaku.
Ambil satu contoh, mengapa maling kalau kemudian kita perhatikan kenapa maling itu selalu ketika ingin mulai melakukan tindakan malingnya, maling harta atau misalkan maling kendaraan mereka selalu memasang strategi sebaik mungkin, mereka selalu memasang rencana supaya bagaimana mereka berhasil memaling harta orang lain. Kenapa malin itu memasagn strategi sebaik mungkin? Karena mereka merasa tidak aman dari polisi, warga dan pemilik rumah, karena merasa tidak aman, akhirnya mereka memasang strategi agar tidak ketahuan polisi, warga dan pemilik rumah.
Maksudnya disini semacam bahwa perasaan tidak aman akan menumbuhkan sifat hati-hati dan waspada dalam melakukan tindak perilaku, perasaan tidak aman dari penglihatan Allah akan menumbuhkan kehati-hatian dalam berperilaku, apalagi perasaan tidak aman dari adzab Allah. Apabila kita merasa tiadk aman, maka diri kita akan terjaga dari hal-hal dzalim dan maksiata sampai yang merugikan orang lain, artinya akan terjaga dan menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengundang siksa Allah SWT. Artinya jangan merasa aman dari kematian.
Kalau kita aman-aman saja dari kematian, sama saja kita meyakini bahwa apa yang selama ini kita lakukan tidak akan dibalas sama Allah SWT. Perasaan kita seolah-olah selalu diintai kematian. Kita selalu diintaia kematian, tapi kematian itu sendiri masih misteri. Kenapa dirahasiakan? Ini menunjukan bahwa kita jangan merasa aman dari kematian, jangan pernah merasa aman dari kematian. Jadi kalau kita merasa tidak aman dari kematian, maka seharusnya kita memasang strategi agar nanti di akhir kehidupan mati sebagai mati yang mulia.



