Kembali
Jangan Merasa Aman dari Kematian

Jangan Merasa Aman dari Kematian

3 dilihat
5 mnt baca
SU

Sutan

“Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang dari malam hari ketika mereka sedang tidur? Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siskaan kami yang datang pada pagi hari ketika merekka sedang bermain? Apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah yang tidak terduga-duga? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang rugi.” (Al A’raf [7] : 99)

Satu diantara perasaan yang didamba-dambakan oleh kita adalah perasaan aman dari ketakutan, ancaman.  Namun disatu sisi perasaan aman ini akan membahayakan, karena bisa jadi akan menyebabkan akan berpotensi melakukan kemaksiatan. Mohon maaf seperti contoh ketika orang-orang melakukan zina biasanya melakukannya di daerah atau area yang sepi. Kenapa hal itu terjadi, karen amereka merasa aman, merasa aman dari diketahui warga atau pihak keamanan. Artinya perasaan aman ini harus diwaspadai karena kerap menyebabkan manusia tidak hati-hati.

Maka yang harus tumbuh dalam diri kita adalah perasaan tidak aman dari setiap ancaman. Ketika kita melakukan apapun harus merasa tidak aman. Makanya Allah subhanahu wataala selalu menerangkan Innallaha khabirun bima ta’malun sesungguhnya Allah itu maha melihat artinya bukan hanya semata menanamkan tauhid pada kita bahwa Allah itu basirun maha melihat baik yang tersembunyi atau tidak Tapi ini menanamkan kepada diri kita selaku hambanya agar kita merasa tidak aman dari setiap intaian-intaian Allah subhanahu wa taala Nah maka artinya perasaan tidak aman akan menyebabkan kita waspada perasaan tidak aman akan menyebabkan kita hati-hati dalam segala melakukan tindak-tanduk perilaku.

Ambil satu contoh, mengapa maling kalau kemudian kita perhatikan kenapa maling itu selalu ketika ingin mulai melakukan tindakan malingnya, maling harta atau misalkan maling kendaraan mereka selalu memasang strategi sebaik mungkin, mereka selalu memasang rencana supaya bagaimana mereka berhasil memaling harta orang lain. Kenapa malin itu memasagn strategi sebaik mungkin? Karena mereka merasa tidak aman dari polisi, warga dan pemilik rumah, karena merasa tidak aman, akhirnya mereka memasang strategi agar tidak ketahuan polisi, warga dan pemilik rumah. 

Maksudnya disini semacam bahwa perasaan tidak aman akan menumbuhkan sifat hati-hati dan waspada dalam melakukan tindak perilaku, perasaan tidak aman dari penglihatan Allah akan menumbuhkan kehati-hatian dalam berperilaku, apalagi perasaan tidak aman dari adzab Allah. Apabila kita merasa tiadk aman, maka diri kita akan terjaga dari hal-hal dzalim dan maksiata sampai yang merugikan orang lain, artinya akan terjaga dan menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengundang siksa Allah SWT. Artinya jangan merasa aman dari kematian. 

Kalau kita aman-aman saja dari kematian, sama saja kita meyakini bahwa apa yang selama ini kita lakukan tidak akan dibalas sama Allah SWT. Perasaan kita seolah-olah selalu diintai kematian. Kita selalu diintaia kematian, tapi kematian itu sendiri masih misteri. Kenapa dirahasiakan? Ini menunjukan bahwa kita jangan merasa aman dari kematian, jangan pernah merasa aman dari kematian. Jadi kalau kita merasa tidak aman dari kematian, maka seharusnya kita memasang strategi agar nanti di akhir kehidupan mati sebagai mati yang mulia.

Artikel Terkait

Sebab Keimanan Menjadi Sempurna

Sebab Keimanan Menjadi Sempurna

Sadari atau tidak ternyata keimanan kita kerap mengalami masa fluktuaktif, atau masa dimana iman kadang sedang naik, kadang juga iman mengalami penurunan. Artinya iman itu selalu tidak stabil dan cepat tergoyahkan, وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آَمَنُوا إِيمَانًا “Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya.” (QS al-Mudatstsir: 31)

Realisasi Keberanian Iman II

Realisasi Keberanian Iman II

Jadi orang yang beriman itu selalu mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kita pernah mendengar istilah tawasul. Tawasul itu menjadikan sesuatu sebagai perantara. Nah kita bisa bertawasul kepada Allah tapi tidak oleh orang, tapi oleh amal shaleh. Makanya kalau ada orang yang tahajudnya rajin pasti ada peluang doanya dikabulkan karena dia bertawasul dengan tahajud. Ini Namanya bertawasul dengan amal shaleh. Ada juga tawasul kepada orang yang kita anggap orang itu peluang doanya lebih dikabulkan contoh tidak sedikit orang yang titip doa kepada yang mau berhaji.

Muara Kebahagiaan Rumah Tangga I

Muara Kebahagiaan Rumah Tangga I

Materi ini sangat penting bagi yang sudah berumah tangga atau yang akan memasuki rumah tangga, karena pernikahan adalah ibadah yang paling lama dan panjang. Berbeda dengan ibadah yang lain seperti shalat, shaum atau haji pasti waktunya 5 menit buat shalat dst. Tapi kalau pernikahan ibadah paling panjang dan lama. Ada yang sudah 45 tahun, 50 tahun dan seterusnya. Karena ibadahnya paling lama, maka dalam rumah tangga harus terus belajar tanpa henti. Kenapa sampai disebut ibadah paling lama? Disebabkan apapun yang dilakukan suami atau istri dalam konteks melayani dan sejenisnya akan jadi nilai pahala dan ibadah, tapi sebelum menjadi suami istri maka apapun yang dilakukan belum disebut ibadah dalam rumah tangga.

Pulang Membawa Penyesalan

Pulang Membawa Penyesalan

Jangan sampai aku mendapati salah seorang dari kalian pada hari kiamat datang dengan membawa kambing yang mengembik di lehernya, atau kuda yang meringkik di lehernya, lalu ia berkata: ‘Wahai Rasulullah, tolonglah aku.’ Maka aku menjawab: ‘Aku tidak memiliki kuasa apa pun untuk menolongmu. Sungguh aku telah menyampaikan kepadamu.’” (Muttafaq ‘Alaihi)