Kembali
Musibah Perspektif Alquran

Musibah Perspektif Alquran

4 dilihat
10 mnt baca
SU

Sutan

Kehidupan itu tidak abadi, dan ketidakabadian itu terlihat dari proses hidup yang selalu fluktuaktif. Kadang hari ini kita sedih, tapi kesedihan kita tidak abadi, tidak lama dari situ kita jadi senang. Artinya kehidupan tidak ada yang tetap seperti itu, tapi akan Allah pergilirkan, termasuk musibah. Nah hari ini kita akan membahasa musibah dalam tinjauan Alquran.

 Musibah itu adlaah segala sesuatu yang menimpa diri kita dan tidak menyenangkan. Dalam bahasa Arab artinya sesuatu yang menimpa dan itu tidak menyenangkan, jika sebaliknya maka bukan musibah.

وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ‏

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,

الَّذِيۡنَ اِذَآ اَصَابَتۡهُمۡ مُّصِيۡبَةٌ  ۙ قَالُوۡٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـآ اِلَيۡهِ رٰجِعُوۡنَؕ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn"  (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). (Al Baqarah [2] : 155-156)

Ada dua macam musibah

1.     Musibah yang tidak ada campur tangan manusia, yaitu musibah yang seratus persen karena kehendak Allah, sama sekali tidak ada campur tangan manusia.

مَاۤ اَصَابَ مِنۡ مُّصِيۡبَةٍ فِى الۡاَرۡضِ وَلَا فِىۡۤ اَنۡفُسِكُمۡ اِلَّا فِىۡ كِتٰبٍ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ نَّبۡـرَاَهَا ؕ اِنَّ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيۡرٌۚ  ۖ‏ ٢٢

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. (Al Hadid [57] : 22)

2.     Ada juga musibah yang melibatkan campur tangan manusia.

ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ‏ ٤١

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar Rum [30] : 41)

Lalu untuk apa Allah berikan musibah? Namun sebelum itu, yang pasti apapun yang Allah kehendaki memliki maksud, hikmah dan tujuan tertentu. Nah ada tiga tujuan musibah;

1.     Sebagai ujian

وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ‏

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al Baqarah [2] : 155)

2.     Untuk mengangkat derajat kita

إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلاَءِ ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ ) . رواه الترمذي (2396) وحسنه ، وصححه الشيخ الألباني في “السلسلة الصحيحة” رقم/146 

“Sesungguhnya agungnya pahala disertai dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang redo maka Dia akan redo dan siapa yang murka, maka Dia juga akan murka”

 

 

Artikel Terkait

Pulang Membawa Penyesalan

Pulang Membawa Penyesalan

Jangan sampai aku mendapati salah seorang dari kalian pada hari kiamat datang dengan membawa kambing yang mengembik di lehernya, atau kuda yang meringkik di lehernya, lalu ia berkata: ‘Wahai Rasulullah, tolonglah aku.’ Maka aku menjawab: ‘Aku tidak memiliki kuasa apa pun untuk menolongmu. Sungguh aku telah menyampaikan kepadamu.’” (Muttafaq ‘Alaihi)

Muara Kebahagiaan Rumah Tangga I

Muara Kebahagiaan Rumah Tangga I

Materi ini sangat penting bagi yang sudah berumah tangga atau yang akan memasuki rumah tangga, karena pernikahan adalah ibadah yang paling lama dan panjang. Berbeda dengan ibadah yang lain seperti shalat, shaum atau haji pasti waktunya 5 menit buat shalat dst. Tapi kalau pernikahan ibadah paling panjang dan lama. Ada yang sudah 45 tahun, 50 tahun dan seterusnya. Karena ibadahnya paling lama, maka dalam rumah tangga harus terus belajar tanpa henti. Kenapa sampai disebut ibadah paling lama? Disebabkan apapun yang dilakukan suami atau istri dalam konteks melayani dan sejenisnya akan jadi nilai pahala dan ibadah, tapi sebelum menjadi suami istri maka apapun yang dilakukan belum disebut ibadah dalam rumah tangga.

Sebab Keimanan Menjadi Sempurna

Sebab Keimanan Menjadi Sempurna

Sadari atau tidak ternyata keimanan kita kerap mengalami masa fluktuaktif, atau masa dimana iman kadang sedang naik, kadang juga iman mengalami penurunan. Artinya iman itu selalu tidak stabil dan cepat tergoyahkan, وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آَمَنُوا إِيمَانًا “Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya.” (QS al-Mudatstsir: 31)

Hidupku Jariyahku

Hidupku Jariyahku

Jariyah itu artinya mengalir atau tidak putus. Berarti kalau berbicara hidupku jariyahku artinya hidup itu tidak abadi tapi amal harus abadi. Fisik kita tidak abadi, dulu kita lucu sekarang berbeda, dulu kita kuat sekarang lemah, dulu kita cantik, sekarang cantiknya berbeda. Artinya perubahan itu menunjukan fisik kita tidak abadi. Jadi manusia itu tidak ada yang abadi dengan bukti mereka selalu terikat waktu, ada awal dan ada akhir. Nah persoalanya adalah bagaimana agar amalan kita mengalir terus.