Hambatan dalam Beribadah
Admin Yayasan
Sebelum menceritakan hambatan kita harus tahu dulu bahwa ada keberuntungan yang akan didapatkan bagi orang yang rajin ibadah, yaitu doa akan mustajab, akan diberikan kemuliaan oleh Allah, lalu kehidupan kita akan lebih baik menurut Allah, ibadah yang kita lakukan akan menghapus dosa-dosa kita, akan mendapatkan husnul khatimah. Namun harus diakui bahwa ibadah yang kita jalani selalu ada hambatan, apa saja?
1. Kecintaan kita kepada dunia
Keterlaluan cinta pada dunia sangat menghambat proses ibadah kita kepada Allah, sehingga ibadah kita menjadi lemah dan tidak istiqamah,
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui. Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim, kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri, kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu). (At Takasur [102] : 1-8)
Bukan tidak boleh cinta dunia, karena mau tidak mau cinta dunia itu perlu juga untuk bertahan hidup, tapi jangan dijadikan tujuan dan keterlaluan. Jadi cinta dunia itu baik, tapi kalau ingin jadi baik caranya mencintai nya harus benar biar menjadi kebaikan.
2. Meremehkan perbuatan dosa
Kadang-kadang kita sering menganggap sepele pada dosa, akibatnya dosa tersebut lama-lama jadi karakter, maka dosa apapun jangan sekali-kali anggap remeh, sebab api besar selalu diawali percikan api.
كَلَّا بَلۡ رَانَ عَلٰى قُلُوۡبِهِمۡ مَّا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ ١٤
Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka, Sekali-kali tidak!1
كَلَّاۤ اِنَّهُمۡ عَنۡ رَّبِّهِمۡ يَوۡمَٮِٕذٍ لَّمَحۡجُوۡبُوۡنَؕ ١٥
Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya. (Al Muthafifin [83] : 14-15)
3. Diperbudak hawa nafsu
أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ وَقَلْبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ ٱللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (Al Jatsiyah [45] : 23)
Ketika seseorang sudah diperbudak seklaigus dikendalikan oleh hawa nafsu maka pasti selalu mencari celah alasan untuk berbuat keburukan dan menjauhi kebaikan. Makanya tidak heran suka ada yang gamau kalau diajak kebaikan, selalu ada alasan, entah cape, males, lagi sibuk dst. Lalu harusnya gimana? Bukan dicegah tapi dikendalikan, maka seperti itu kita seharusnya mengendalikan hawa nafsu. Kata Rasululullah SAW cara melawan hawa nafsu adalah dengan berbanding balik dengan ajakan, jika selalu mengajak buruk maka lakukan kebaikan.
4. Iman yang tidak dirawat
Keimanan itu sudah ada sejak kita lahir, tapi tindakan selanjutnya adalah bagaimana cara merawatnya agar keimanan kita tetap tumbuh dan menyala menyinari kehidupan kita. baik dengan ilmu, dengan ibadah atau dengan beramal shaleh. Kenapa harus dirawat? Sebab iman kita selalu mengalami naik turun.
اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصۡلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرۡعُهَا فِى السَّمَآءِۙ ٢٤
Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit. (Ibrahim [14] : 24)
تُؤۡتِىۡۤ اُكُلَهَا كُلَّ حِيۡنٍۢ بِاِذۡنِ رَبِّهَاؕ وَيَضۡرِبُ اللّٰهُ الۡاَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُوۡنَ ٢٥
(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. (Ibrahim [14] : 25)



