Hijrah Membawa Berkah
Sutan
Ada empat kualitas manusia dalam hidup;
1. Syarrun Nas
Manusia buruk yang sepanjang hidupnya jauh dari kesholehan. Awal kehidupan sampai akhir kehidupanya selalu melakukan keburukan. Orang yang seperti ini tidak akan ditangisi saat meninggalnya, malah mungkin disyukuri. Mengapa? Karena kematian orang seperti ini sekaligus meninggalkan keburukan bagi yang lain.
2. Manusia rugi = husnul bidayah wa su’ul khatimah
Jadi orang yang disebut rugi adalah mereka yang awal hidupnya baik, mungkin juga bahagia, tapi ternyata akhir dipenghujung kehidupanya sangat buruk. Makanya kalau kondisi manusia seperti ini ketika meninggal akan menyesal. Bukan saja yang rugi, apalagi yang syarrunnas, dia akan jauh lebih menyesal.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ
Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, (Al Mu’minun [23] ; 99)
لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّاۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ
agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sungguh, itu dalih yang diucapkannya saja. Di hadapan mereka ada barzakh sampai mereka dibangkitkan. (Al Mu’minun [23] : 99)
3. Manusia yang paling beruntung = suul bidayah wa husnul khatimah
Ini sebaliknya dari kualitas yang kedua. Awal kehdiupanya penuh dengan keburukan, namun seiring waktu berjalan diujung usianya yang menunju senja mulai berubah, yang awalnya terus diselimuti keburukan akhirnya tidak terhenti terus mengalirkan kebaikan-kebaikan.
4. Manusia yang paling bagus
Yaitu sepanjang hidupnya dipenuhi dengan kebaikan, dari awal hingga akhir hidupnya penuh dengan kebaikan. Sehingga umurnya hanya dimanfaatkan untuk kebaikan dan memberikan kebermanfaatan bagi sesama. Dan umurnya dimanfaatkan untuk keselamatan di dunia dan di akhirat.
Kalau tipe manusia nomer satu dan dua ketika mereka meninggal selalu menyisakan penyesalan, makanya mereka ingin kembali ke dunia untuk melakukan kebaikan meski sedikit. Dan ternyata kata Allah penyesalan itu sudah tidak ada gunanya lagi. Nah Adapun tipe yang ketiga dan keempat dia bukan malah memilih kembali kedunia disaat meninggal, tapi ingin segera dikuburkan kembali kepada Allah,
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Sesungguhnya, orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian meneguhkan pendirian mereka, maka para malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, “Janganlah kamu merasa takut dan bersedih. Bergembiralah dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (Fushilat [41] : 30)
Ayat ini merupakan gambaran tipe ketiga dan keempat, yaitu mereka akan disambut oleh Malaikat dengan berkata, “Janganlah kamu merasa takut dan bersedih.” Kalimat ini mencerminkan kebahagiaan dan senyuman atas kematian orang shaleh. Yang jauh lebih membahagiakan adalah, “Bergembiralah dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu.” Jangankan ketika mati disambut malaikat, bahkan ketika di dunia kewafatan orang shaleh selalu ditangisi karena terkenang kebaikan-kebaikannya.
Karena kita berusaha untuk menjadi tipe ketiga dan keempat, maka dalam hidup harus punya jiwa hijrah. Hijrah itu adalah suatu Upaya yang ada dalam diri ktia untuk melakukan perbaikan diri.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Sesungguhnya,orang-orang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al Baqarah [2] : 218)
Kita semua menginginkan saat kita berpulang ruh kita tersenyum, lalu orang-orang disekeliling kita menangis. Maka spirit yang harus dimiliki oleh kita adalah semangat hijrah. Makanya inti dari hijrah adalah selalu berusaha berubah kearah yang lebih bagus. Jadi yang ditegaskan adalah hijrah yang dilakukan hari demi hari dengan kata lain terus memperbaiki diri setiap hari. Lalu bukan sekedar hijrah, tapi harus jihad. Yaitu usaha yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh. Oleh sebab itu hijrah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tekad yang kuat.
Dengan terus melakukan perbaikan-perbaikan maka kita akan menyambut kematian dengan senyuman. Kata Allah mereka itulah orang yang akan mendapatkan rahmat Allah, bahkan hidupnya akan terus dikelilingi oleh kebaikan atau keberkahan itu sendiri, baik berkah umur, berkah harta dan berkah keluarga.



