Jaminan Bagi Orang yang Shaleh
Sutan
Ada empat buah atau jaminan bagi orang shaleh;
1. Hidup kita akan berkah,
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Namun, mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raf [7] : 96)
Berkah itu artinya adalah kebaikan yang punya nilai lebih, sering kali doa berkah ini kita berikan kepada orang yang menikah, doanya baarakallahu lakuma…. Kenapa doanya memohon keberkahan? Disebabkan pernikahan itu harusnya menjadi bagian yang harus menambahnya kebaikan. Seperti itulah berkah, yaitu kebaikan yang bertambah atau ada nilai plus.
Berkah itu ada tiga macam;
A. Berkah umur
Maksudnya adalah ketika usia semakin tua, semakin bertambah maka kesholehannya semakin bertambah. Karena faktanya ada yang bertambah tua malah makin pelit, malas ibadah dan jauh dari kebaikan, tapi yang namanya berkah umur adalah kebalikan dari hal tersebut. Kata Nabi umur berkah itu adalah siapa yang lebih baik dari hari kemarin. Ada doa memohon keberkahan usia, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandung dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila anak itu telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhoi. Berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sesungguhnya, aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang Muslim.” (Al Ahqaf [49] : 15)
B. Berkah keluarga
Berkah keluarga itu adalah keluarga yang didalamnya ada kebaikan, tanpa mengenal materi apakah keluarga tersebut kaya atau miskin itu tidak jadi persoalan. Karena yang mereka cari adalah kebaikan bukan kekayaan. Karenanya jika diberi kekayaan mereka akan bersyukur, karena tau dengan syukur ini akan menjadi kebaikan bagi mereka, dan kalaupun Allah mentakdirkan miskin maka tidak akan mengelur melainkan sabar.
C. Berkah Harta
Harta yang berkah itu ditandai dengan empat hal : dicari dengan cara yang halal, dibersihkan dengan zakat, infaq atau sedekah, dimanfaatkan dan menjadi manfaat untuk kita, terakhir adalah maslahat untuk kita dan untuk orang lain
Itulah ketiga keberkahan bagi orang yang shaleh
2. Orang yang shaleh jiwanya akan tentram dan terbimbing
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ
Allah-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan mereka. Milik Allah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. (Al Fath [48] : 4)
Sebenanrya yang memberikan ketenangan itu hanya Allah SWT, maka jangan menggantungkan ketenangan itu kepada orang lain, hatta seorang suami sekalipun, karena yang memberikan ketenangan adalah Allah bukan manusia.
Ketika Allah menurunkan ketenangan maka hati orang mukmin akan bertambah keimananya. Jadi keimanan akan bertambah seiring adanya ketenangan dalam hati kita, dengan iman itulah hatinya menjadi terbimbing.
3. Orang yang shaleh itu akan meraih husnul khatimah
Namanya mati itu pasti hanya misterius sebab, tempat, keadaan, dan waktunya saja. Meski misterius bukan berarti tidak berbekal sama sekali, justru karena misteri Allah menyuruh kita untuk berbekal dengan keshalehan tanpa memikirkan kapan mati, namun yang pasti cari setiap peluang dan isi kehidupan kita dengan keshalehan. Makanya Nabi menyebutkan orang yang cerdas adalah yang selalu ingat dan menyiapkan kematian.
4. Orang yang shaleh itu akan bahagia di surga
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ
yaitu Surga ‘Adn. Mereka masuk ke dalamnya bersama orang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedangkan para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (Ar Ra’du [13] : 23)
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ
sambil mengucapkan, “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Alangkah nikmatnya tempat kembali seperti itu. (Ar Ra’du [13] : 24)



