Realisasi Keberanian Iman II
Sutan
Ketiga, realiasasi keimanan yaitu tekun mendekatkan dengan beribadah kepada Allah,
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Hai, orang-orang beriman! Bertakwalah kepada Allah, carilah jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya agar kamu beruntung. (Al Ma’idah [5] : 35
Jadi orang yang beriman itu selalu mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kita pernah mendengar istilah tawasul. Tawasul itu menjadikan sesuatu sebagai perantara. Nah kita bisa bertawasul kepada Allah tapi tidak oleh orang, tapi oleh amal shaleh. Makanya kalau ada orang yang tahajudnya rajin pasti ada peluang doanya dikabulkan karena dia bertawasul dengan tahajud. Ini Namanya bertawasul dengan amal shaleh. Ada juga tawasul kepada orang yang kita anggap orang itu peluang doanya lebih dikabulkan contoh tidak sedikit orang yang titip doa kepada yang mau berhaji.
Keempat, iman itu mampu meninggalkan dosa, jadi iman itu harus kuat meninggalkan dosa. Sebenarnya yang membuat kit aini dapat kebaikan karena kebaikan itu bisa menolak dosa,
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبَاۤىِٕرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang terlarang dikerjakan, pasti Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke surga. (An Nisa [4] : 31)
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang lainnya juga yang terlarang mau dosa kecil mau dosa besar maka kami akan hapus kesalahanmu dan kami akan masukkan kamu ke dalam surga. Jadi kunci surga itu apa? Meninggalkan dosa. Saya ingin tanya susah mana meninggalkan dosa dan berbuat amal saleh? Meninggalkan dosa itu lebih susah daripada mengerjakan amal saleh. Karena dosa itu renyah, selalu ketagihan. Makanya kunci masuk surga itu bisa meninggalkan dosa, makanya walaupun amalan kita banyak kalau dosa dijalani itu dosa akan menggerus kebaikan-kebaikan kita.
Maka dosanya itu seperti kayu bakar yang seperti api yang menghabiskan kayu bakar api itu dosa kayu bakar itu amal saleh.
Kelima, realisasi keimanan itu tidak tertipu dunia,
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ
Hai, manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakanmu dan jangan pula setan yang pandai menipu, memperdayakanmu tentang Allah. (Fatir [35] : 5
jangan kehidupan dunia memperdayakanmu Jadi seringkiali dunia Itu menipu kita memperdayakan. jadi memang kita ini tidak boleh tertipu dunia gitu memang dunia mah seringki menipu dan anda tahu enggak Kalau dunia itu sudah menipu itu ee seperti kita haus Minum air laut Makin haus makin haus walaupun perut anda sudah begitu penuh dengan air tapi masih haus. kalaupun Anda ikutin dunia tuh terus aja Anda tidak akan pernah merasa kenyang ya enggak akan ada habisnya.



