Menghapus Dendam Terpendam
Sutan
Kenapa dendam perlu dibahas? Nah sebelum membahas tema, kita akan paparkan dulu kasus. Menurut data kebanyakan tindakan kriminalitas dan tindakan-tindakan kejahatan yang lain diawali dari dendam. Dendanm kepada pasangan, orang tua, atau kepada yang lain. Rasa dendam itu akan muncul dalam sikap yang tidak wajar, dari pertengkaran hinggg yang lebih parah adalah pembunuhan, seperti berita terakhir ada seorang pria yang membunuh tetangganya karena sering ejek belum punya anak kepada pelaku.
Lalu biasanya darimana awal rasa dendam muncul? Awal sifat dendam muncul disebabkan berawal dari pola asuh yang salah, biasanya diawali oleh seorang anak yang trauma melihat orangtuanya selalu berantem dan kondisi rumahnya sedang tidak baik-baik saja. Namun secara bersamaan dendam itu sendiri tidak bisa dipisahkan dengan bagian dari hidup kita. Maka yang harus dilakukan adalah menekan rasa dendam agar tidak berefek pada amarah, benci, mruka dan ekspresi dendam yang lain. Dengan kata lain kita harus menekan sebab-sebab dendam, seperti amarah dll.
Pertama kita harus sadari bahwa siapapun manusia pasti berpeluang salah, karena dalam diri kita ada yang namanya amarah, bukan marah, tapi dorongan untuk berbuat buruk. Tapi ada juga amarah dalam artian marah, yaitu mulut kita lebih cepat ketimbang pikiran, nah ini biasanya marah. Makanya ornag yang marah omonganya suka gak terkendal, disebabkan lisannya tidak terkendali oleh pikiranya, sehingga kadang ucapanya tidak disadari telah mengucapkan ucapan yang buruk dan melukai.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan dapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang bertakwa, (Ali Imran [3] : 133)
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
yaitu orang yang berinfak, baik pada waktu lapang maupun sempit, serta orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. (Ali Imran [3] : 134)
Nah untuk menghapus dendam adalah dengan cara menekan dan mengkontrol amarah, dan ini sangat penting, kenapa? Karena Allah sendiri sangat mencintai orang yang bisa menahan amarah, berarti menunjukan sangat pentingnya menahan amarah, selain dicintai oleh Allah, orang yang menahan amarah adalah ciri ahli surga. Berarti sangat penting untuk kita agar mengendalikan amarah agar tidak jadi dendam, caranya adalah,
وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. (Ali Imran [3] : 134)
Kalau kita sering mengulang-ulang kesalahan pasangan atau mengingat-ingatnya, berarti pasangan kita sedang merawat rasa dendam, berbeda ketika pasangan kita melupakan kesalahan dan memaafkanya karena sadar manusia tidak bisa lepas dari kesalahan, maka pasangan kita sedang mengendalikan amarah sehingga tidak berbuah dendam. Makanya islam mengajarkan agar maafkan supaya kesalahan orang lain atau pasangan kita tidak mengendap didalam hati kita. Tidak heran kan ada pepatah yang menyebutkan, "Ingatlah olehmu dua perkara, yaitu kesalahanmu pada orang lain dan kebaikan orang padamu. Dan lupakan pula dua perkara, yaitu kebaikanmu pada orang lain dan kesalahanmu pada orang lain pada dirimu." Faidahnya adalah supaya tidak dendam.



