Muara Kebahagiaan Rumah Tangga II
Sutan
Realita rumah tangga atau pernikahan adalah berjuang bersama. Lalu sekarang yang akan dibahas adalah mengabadikan kebahagiaan atau dalam bahasa Arab disebut sa’adah. Kebahagiaan yang hakiki dalam rumah tangga bukanlah di dunia, melainkan saat bisa berkumpul di surga, jadi tidak ada istilahnya bahagia yang hakiki selama ukuran kebahagiaanya adalah dunia,
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢبِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ
Orang-orang beriman dan anak cucu mereka yang mengikutinya dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucunya di dalam surga. Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal kebajikan mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya. (At Thur [52] : 21)
Berdasarkan ayat ini bahwa yang jadi ukuran kebahagiaan hakiki adalah saling terikat, tapi bukan ikatan nasab, melainkan ikatan kebaikan berupa keimanan yang memancarkan amal sholeh, karena surga tidak ditentukan oleh keturunan, tapi keimanan kita. Maka janji Allah adalah mempertemukan mereka di dalam surga. Meskipun disana disebut anak cucu bukan berarti tidak dengan suami, sebab hal ini dijelaskan dalam surat lain,
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ
yaitu Surga ‘Adn. Mereka masuk ke dalamnya bersama orang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedangkan para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (Ar Ra’du [13] : 23)
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ
sambil mengucapkan, “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Alangkah nikmatnya tempat kembali seperti itu. (Ar Ra’du [13] : 24)
Untuk mengabadikan kebahagiaan ada langkah pertama dan utama, yaitu mempersepsikan keluarga sebagai amanah yang diberikan oleh Allah. Jadi tempatkan posisi keluarga sebagai amanah, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗوَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا
Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian laki-laki atas perempuan dan karena laki-laki telah menafkahkan sebagian harta mereka. Maka, perempuan-perempuan yang saleh adalah perempuan yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah menjaga mereka. Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan berbuat nusyūz hendaklah kamu menasihati mereka, pisahlah dari tempat tidur mereka (pisah ranjang), dan jika perlu, pukullah mereka. Namun, jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menceraikannya. Sesungguhnya, Allah Mahatinggi, Mahabesar. (An Nisa [4] : 34)
Kalau menjaga dan memposisikan keluarga sebagai amanah otomatis harus memenuhi hak dan kewajiban suami dan istri. Selama keduanya mampu mengamalkan hak dan kewajibanya selama itu juga Allah akan melihat rumah tangga tersebut dijalankan secara amanah. Maka resikonya ketika dijalankan tanpa memperhatikan hak dan kewajiban suami dan istri dinilai khianat.
Lalu langkah kedua, amanah terbesar kedua adalah anak,
اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Namun, amal kebajikan yang dilakukan terus-menerus lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Al Kahfi [18] : 6)
Anak itu adalah amanah terberat orang tua, karena dia belum tentu anugerah tapi sudah pasti dia adalah ujian. Makanya mengapa anak itu amanah terberat dan sekaligus statusnya adalah perhiasan yang selalu dibanggakan.



