Rumahku Surgaku
Sutan
Rumah tangga yang hebat itu adalah keluarga yang sama-sama berusaha untuk mencapai atau membawa menuju surga-Nya Allah SWT. Lalu bagaimana kalau suami istri itu tidak sholeh? Apakah mungkin masuk surga? Tetap masuk surga dan dikategorikan rumah tangga yang hebat. Sebab lihat Asiyah dan Nabi Nuh tidak memiliki pasangan yang sholeh, tapi Asiyah dan Nabi Nuh sudah dijamin masuk surga karena kesholehannya. Meskipun akan jauh lebih baik jika diusahakan kedua pasangan baik suami atau istrinya sama-sama sholeh.
Nah itulah gambaran keluarga atau rumah tangga yang ideal, yakni yang mampu membawa ke surga Allah SWT. Kalau dalam Alquran diungkapkan dengan Sakinah atau Rasul mengistilahkannya dengan baiti jannati. Ada beberapa Gambaran keluarga Sakinah atau baiti jannati;
1. Keluarga sakinah adalah tempat mencurahkan kasih sayang
Pada dasarnya manusia butuh kasih sayang dan disayangi. Maka rumah tangga yang Sakinah adalah rumah yang penuh ruhama’ kasih sayang.
2. Tempat melepas kepenatan
Yang namanya Sakinah bukan berarti tidak ada rasa bosan, lelah. Tapi karena sakinah maka lelah tidak jadi menyerah, tapi akan jadi lillah sehingga denganya jadi tenang dan senang. Rasa bosan pun tidak akan jadi beban. Ketika diselimuti oleh hal-hal seperti itu, lalu kembali kerumah seketika hilang artinya rumah kita sudah sakinah.
3. Tempat canda, curhat dan bercengkrama
Seorang suami senang ketika bercerita dengan istrinya ataupun anaknya. Sebab dia menjadikan rumahnya menjadi tempat canda, curhat dan bercengkrama
4. Tempat aktualisasi dan eksistensi diri
Artinya tempat dimana ketika kita melakukan apapun merasa dihargai dan posisinya selalu dipentingkan dan dihargai. Akibatnya keberadaanya di rumah merasa penting. Dan seisi rumah memiliki posisinya yang berharga dan saling menghargai. Misalnya ketika anak mendapatkan prestasi, maka keluarganya mengharagi dan memuji pencapaianya, seperti itu juga suami dan istri.
5. Tempat berlomba dalam kebaikan
Rumah tangga yang baiti jannati itu adalah selalu yang berlomba dalam kebaikan, jadi tidak ada istilah ini kerjaan suami atau istri. Selama ada kesmepatan berbuat kebaikan maka jangan abaikan segera ambil peran dan lakukan kebaikan. Ketika suami lihat piring belum dicuci, segera sauami cuci piring.
6. Tempat belajar
Rumah tangga yang baiti jannati adalah rumah yang penuh pembelajaran dan saling belajar satu sama lain. Sehingga tidak ada yang mengklaim dirinya paling sempunra, sbeab yang sempunra adalah mereka yang saling mengargai dan mencintai.
Untuk meraih dan menciptakan keenam point diatas diperlukan kerja keras sebab tidak mudah. Maka ada beberapa pondasi yang harus ditegakkan dalam rumah tangga;
1. Bingkai rumah dengan doa
Selain berusaha semaksimal mungkin untuk tercapainya point-point diatas, maka jangan lupakan doa kepada Allah agar dianugerahkan keberkahan dan kebaikan dalam rumah tangga kita.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang- orang bertakwa.” (Al Furqan [25] : 74)
2. Bingkai dengan kekuatan agama
Artinya rumah surga adalah basisnya agama. Kalau tadi yang sebelumnya adalah doa, maka yang kedua adalah agama. Makanya Rasul mengingatkan disejak awal untuk memlih pasangan atas dasar agama, bukan tanpa alasan, melainkan supaya meraih baiti jannati. Demikian juga rumah tangga Rasul begitu bahagia sebab pondasi dasarnya adalah agama.
3. Bingkai dengan kekuatan cinta
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Allah menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, serta Allah jadikan rasa kasih dan sayang di antaramu. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. (Ar Rum [30] : 21)
4. Bingkai dengan kekuatan kata-kata
Ketika Rasulullah ditinggal wafat oleh Khadijah beliau sangat sedih sekali. Sampai-sampai para sahabat belum pernah melihat kesedihan yang paling sedih kecuali saat ditinggal Khadijah, ketika ditanyakan kepada Rasulullah, beliau menjawab, “bagaimana aku tidak sedih sebab selama aku berumah tangga denga Khadijah belum perna ada kata-kata yang melukai hati ku”
Nah artinya rumah tangga bahagai sesurga itu adalah diawali dari kata-kata yang tidak menyakiti satu sama lain. Tidak ada kata-kata selain berucap kebaikan.



