Kembali
Musibah Menurut Alquran

Musibah Menurut Alquran

5 dilihat
10 mnt baca
SU

Sutan

Kehidupan itu tidak abadi, dan ketidakabadian itu terlihat dari proses hidup yang selalu fluktuaktif. Kadang hari ini kita sedih, tapi kesedihan kita tidak abadi, tidak lama dari situ kita jadi senang. Artinya kehidupan tidak ada yang tetap seperti itu, tapi akan Allah pergilirkan, termasuk musibah. Nah hari ini kita akan membahasa musibah dalam tinjauan Alquran.

 Musibah itu adlaah segala sesuatu yang menimpa diri kita dan tidak menyenangkan. Dalam bahasa Arab artinya sesuatu yang menimpa dan itu tidak menyenangkan, jika sebaliknya maka bukan musibah.

وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ‏

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,

الَّذِيۡنَ اِذَآ اَصَابَتۡهُمۡ مُّصِيۡبَةٌ  ۙ قَالُوۡٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـآ اِلَيۡهِ رٰجِعُوۡنَؕ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn"  (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). (Al Baqarah [2] : 155-156)

Ada dua macam musibah

1.     Musibah yang tidak ada campur tangan manusia, yaitu musibah yang seratus persen karena kehendak Allah, sama sekali tidak ada campur tangan manusia.

مَاۤ اَصَابَ مِنۡ مُّصِيۡبَةٍ فِى الۡاَرۡضِ وَلَا فِىۡۤ اَنۡفُسِكُمۡ اِلَّا فِىۡ كِتٰبٍ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ نَّبۡـرَاَهَا ؕ اِنَّ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيۡرٌۚ  ۖ‏ ٢٢

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. (Al Hadid [57] : 22)

2.     Ada juga musibah yang melibatkan campur tangan manusia.

ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ‏ ٤١

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar Rum [30] : 41)

Lalu untuk apa Allah berikan musibah? Namun sebelum itu, yang pasti apapun yang Allah kehendaki memliki maksud, hikmah dan tujuan tertentu. Nah diantara tujuan musibah;

1.     Sebagai ujian

وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ‏

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al Baqarah [2] : 155)

2.     Untuk mengangkat derajat kita

إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلاَءِ ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ ) . رواه الترمذي (2396) وحسنه ، وصححه الشيخ الألباني في “السلسلة الصحيحة” رقم/146 

“Sesungguhnya agungnya pahala disertai dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang redo maka Dia akan redo dan siapa yang murka, maka Dia juga akan murka”

 

 

Artikel Terkait

Realisasi Keberanian Iman I

Realisasi Keberanian Iman I

Realisasi iman itu kita semua harus jadi penebar kebaikan bukan malah menebar keburukan, setiap ada keburukan kita tutup. Ada teman kita lagi ngomongin orang kita alihkan untuk bicara ngomongin yang lain.

Membangun Komunikasi Keluarga

Membangun Komunikasi Keluarga

Hari ini kita sedang menghadapi fenomena “gray divorce,” yakni perceraian yang terjadi pada individu di usia 50 tahun ke atas. Data di Amerika Serikat tahun 2015 menunjukkan 10 dari 1,000 pasangan usia 50 tahun ke atas mengalami perceraian, meningkat dua kali lipat dari angka perceraian di tahun 1990. Bahkan, bagi pasangan di atas usia 65 tahun, angka perceraian bahkan mencapai tiga kali lipat kenaikannya dalam 25 tahun. Kasus seperti ini tentu dihadapi oleh beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Dari tren tersebut menunjukan bahwa perceraian bisa terjadi di beberapa usia pernikahan, jadi bukan hanya diusia baru belasan tahun, yang sudah puluhan tahun saja bisa berpeluang bercerai. Kenapa bisa terjadi seperti itu?

Pulang Membawa Penyesalan

Pulang Membawa Penyesalan

Jangan sampai aku mendapati salah seorang dari kalian pada hari kiamat datang dengan membawa kambing yang mengembik di lehernya, atau kuda yang meringkik di lehernya, lalu ia berkata: ‘Wahai Rasulullah, tolonglah aku.’ Maka aku menjawab: ‘Aku tidak memiliki kuasa apa pun untuk menolongmu. Sungguh aku telah menyampaikan kepadamu.’” (Muttafaq ‘Alaihi)

Jangan Merasa Aman dari Kematian

Jangan Merasa Aman dari Kematian

Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang dari malam hari ketika mereka sedang tidur? Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siskaan kami yang datang pada pagi hari ketika merekka sedang bermain? Apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah yang tidak terduga-duga? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang rugi. (Al A’raf [7] : 99)