Kembali
Seni Menghadapi Hidup

Seni Menghadapi Hidup

3 dilihat
14 mnt baca
AD

Admin Yayasan

Tidak salah dengan ungkapan bahwa peristiwa dalam hidup itu adalah bagian yang harus diterima dan dijalani. Tapi apakah hidup sekedar diterima dan dijalani saja? Tentu tidak. Karena jika hidup sebatas itu saja maka tidak akan cukup, sebab akan banyak bagian-bagian dalam hidup yang memerlukan seni dalam menjalaninya. Karenanya banya orang tertekan diakibatkan kehilangan seni dalam menjalaninya. Seperti suami jika tidak punya seni menghadapi istri, maka suami akan kewalahan. Ternyata yang salah bukan istrinya, tapi tidak memiliki seni cara menghadapinya. 

Mengapa hidup perlu ada seninya? Agar hidup ini dijalani dan dihadapi dengan ringan. Karena sebenarnya hidup ini berat,

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ

Allah yang menciptakan mati dan hidup, untuk mengujimu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya. Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun. (Al Mulk [67] : 2)

Dengan ayat ini jelas bahwa hidup ini sebenarnya agak berat untuk dijalani, akibatnya seni menjadi niscaya diperlukan supaya hidup ini agak lebih ringan untuk dijalani. Maka seninya adalah;

1.     Pahami bahwa hidup ini fana

Ciri hidup ini fana adalah selalu berubah. Seperti anda 10 tahun yang lalu dengan sekarang itu berbeda dan berubah. Kalau berubah berarti tidak ada yang abadi. Mungkin dulu kita memiliki kulit kencang, sekarang kulit ini terlihat kendor. Berarti hidup ini harus disadari fana. Kalau begitu ketika kita menghadapi rintangan atau tantangan dalam hidup tenang saja karena fana, soalnya tidak akan lama tantangan atau rintangan itu akan hilang. Makanya selama di dunia tidak ada kesenangan atau kesedihan yang abadi.

2.     Syukuri apa yang ada digenggaman

Apa yang ada di tangan kita tidak ada di tangan orang, dan apa yang ada di tangan orang tidak ada di tangan kita. Maka supaya tidak depresi dengan semua yang terjadi cukup syukuri saja apa yang ada di dalam genggaman. Imam Ghazali mengatakan, kalau kita menempatkan dunia itu di hati pasti akan cape, berbeda kalau ada di genggaman kita maka tidak akan cape. Maksudnya adalah kalau sesuatu ada di tangan kita cukup syukuri, kalau tidak ada, maka tidak mengapa. Makanya cara mensyukuri sesuatu adalah lihat orang yang lebih sulit dari diri kita, dengan itu kita akan mudah berterima kasih.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

Sungguh, Kami telah memberikan hikmah kepada Lukman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Barang siapa bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (Luqman [31] : 12)

3.     Sabar menghadapi ujian

Seni selanjutnya yang ketiga adalah sabar menghadapi ujian. Caranya adalah sadari bahwa selama kita hidup di dunia akan selalu di terpa dengan ragam ujian, kalau kita sudah sadar dengan dunia yang penuh ujian maka langkah selanjutnya adalah sabar menghadapi nya. Meski sabar tidak menyelesaikan ujian, tapi derajat mulia sudah dijanjikan oleh-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Setiap makhluk bernyawa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami. (Al Anbiya [21] : 35)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Hai, orang-orang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu. Tetaplah waspada dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (Ali Imran [3] : 200)

4.     Berbagi dengan orang

Sebab ketika kita mau berbagi maka nsicaya doa-doa baik akan ditujukan untuk kita. Malah dengan kita berbuat baik artinya sedang memperpanjang usia kehidupan dengan berbuat kebaikan untuk keselamatan kita di akhirat nanti.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Carilah pahala akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (Al Qasas [28] : 77)

5.     Doa

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka menaati perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran. (Al Baqarah [2] : 186)

Artikel Terkait

Pulang Membawa Penyesalan

Pulang Membawa Penyesalan

Jangan sampai aku mendapati salah seorang dari kalian pada hari kiamat datang dengan membawa kambing yang mengembik di lehernya, atau kuda yang meringkik di lehernya, lalu ia berkata: ‘Wahai Rasulullah, tolonglah aku.’ Maka aku menjawab: ‘Aku tidak memiliki kuasa apa pun untuk menolongmu. Sungguh aku telah menyampaikan kepadamu.’” (Muttafaq ‘Alaihi)

Membangun Komunikasi Keluarga

Membangun Komunikasi Keluarga

Hari ini kita sedang menghadapi fenomena “gray divorce,” yakni perceraian yang terjadi pada individu di usia 50 tahun ke atas. Data di Amerika Serikat tahun 2015 menunjukkan 10 dari 1,000 pasangan usia 50 tahun ke atas mengalami perceraian, meningkat dua kali lipat dari angka perceraian di tahun 1990. Bahkan, bagi pasangan di atas usia 65 tahun, angka perceraian bahkan mencapai tiga kali lipat kenaikannya dalam 25 tahun. Kasus seperti ini tentu dihadapi oleh beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Dari tren tersebut menunjukan bahwa perceraian bisa terjadi di beberapa usia pernikahan, jadi bukan hanya diusia baru belasan tahun, yang sudah puluhan tahun saja bisa berpeluang bercerai. Kenapa bisa terjadi seperti itu?

Realisasi Keberanian Iman I

Realisasi Keberanian Iman I

Realisasi iman itu kita semua harus jadi penebar kebaikan bukan malah menebar keburukan, setiap ada keburukan kita tutup. Ada teman kita lagi ngomongin orang kita alihkan untuk bicara ngomongin yang lain.

Musibah Perspektif Alquran

Musibah Perspektif Alquran

Kehidupan itu tidak abadi, dan ketidakabadian itu terlihat dari proses hidup yang selalu fluktuaktif. Kadang hari ini kita sedih, tapi kesedihan kita tidak abadi, tidak lama dari situ kita jadi senang. Artinya kehidupan tidak ada yang tetap seperti itu, tapi akan Allah pergilirkan, termasuk musibah. Nah hari ini kita akan membahasa musibah dalam tinjauan Alquran.